Connect with us

Hi, what are you looking for?

Malinau

Trenggiling Langka Terekam di Kayan Mentarang, Bukti Konservasi Perbatasan Indonesia-Malaysia Berfungsi

NUNUKAN, KN – Tim Balai Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM) berhasil mendokumentasikan kelestarian satwa langka, Trenggiling (Manis Javanica), di Resort Krayan. Resort ini termasuk dalam Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I, sebuah area konservasi sangat luas.

​~~Untuk memetakan wilayahnya~~ Sebagai informasi, SPTN Wilayah I mengelola total 272.930,01 hektar kawasan konservasi. Area ini meliputi daerah Krayan dan Lumbis sepanjang perbatasan Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

​Kepala Balai Taman Nasional Kayan Mentarang, Seno Pramudito, menegaskan, timnya menemukan Trenggiling tersebut saat melaksanakan smart patrol.

​Seno menjelaskan, penemuan satwa ini langsung membuktikan fungsi kawasan konservasi di daerah perbatasan Indonesia-Malaysia. Wilayah tersebut menjadi habitat penting bagi keanekaragaman hayati Kalimantan. Ia menyampaikannya melalui pesan tertulis pada Selasa (9/12/2025).

​Rekaman Berharga dari Perbatasan

​Tim TNKM juga mengirim rekaman gambar ke media. Gambar tersebut memperlihatkan seekor Trenggiling sedang memanjat pohon dengan tenang.

​Menariknya, satwa bersisik itu sama sekali tidak terganggu cahaya lampu senter yang petugas arahkan langsung ke tubuhnya. Trenggiling, yang sisiknya sering orang perjualbelikan secara ilegal itu, terus menancapkan cakarnya ke pohon. Ia tetap memanjat dengan tenang dan sama sekali tidak menghiraukan keberadaan orang-orang di sekitarnya.

​Seno menegaskan, dokumentasi keberadaan Trenggiling sangat berharga bagi Tim Balai TNKM.

​Banyaknya Trenggiling yang tim jumpai di TNKM menunjukkan kondisi habitat satwa ini tetap terjaga baik. Hal ini sekaligus membuktikan TNKM mampu mendukung kehidupan satwa-satwa langka yang dilindungi.

Mengenal Fungsi Smart Patrol

​Seno menjelaskan detail mengenai kegiatan pemantauan mereka. Tim melakukan SMART PATROL/Spatial Monitoring and Reporting Tools. Alat ini memungkinkan mereka mengumpulkan, menyimpan, menganalisis, dan mengevaluasi data spasial.

​Kegiatan ini bertujuan menghimpun data patroli terorganisir dalam satu database. Berikut tiga tujuan utama pelaksanaan SMART Patrol:

  1. ​Melakukan patroli di wilayah kawasan konservasi dengan luasan tertentu sebagai output.
  2. ​Mengidentifikasi potensi ancaman Tindak Pidana Kehutanan (Tipihut).
  3. ​Mengidentifikasi potensi hayati dan fitur alami di sepanjang jalur patroli.

​~~Terakhir~~ Selain itu, Seno mengucapkan terima kasih kepada tim yang bertugas di lapangan. Ia juga berterima kasih kepada masyarakat adat dan stakeholder terkait. Mereka semua terus berusaha menjaga kelestarian Kawasan TNKM dengan baik. (Dzulviqor)

Loading

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Kabar Lainnya

Hukum dan Kriminal

NUNUKAN, KN – Perseteruan saudara kandung antara N (48) dan M (33) berakhir di balik jeruji besi. Dua warga Jalan Pembangunan RT 010 Nunukan...

Peristiwa

NUNUKAN, KN – Akses satu-satunya menuju rumah menjadi pintu petaka bagi remaja 13 tahun di Nunukan, Kalimantan Utara. Seorang pria berumur 51 tahun berinisial...

Nunukan

NUNUKAN, KN – Lonjakan pemudik Lebaran Idul Fitri 1447 H di Nunukan, Kalimantan Utara, melampaui kapasitas. Loket Pelabuhan Speed Boat Liem Hie Djung bahkan...

Peristiwa

NUNUKAN, KN – Seekor buaya muara menyerang Ismail (45), nelayan asal Nunukan, Kalimantan Utara, saat mencuci tali rumput laut di Sungai Mansapa, Minggu (22/3/2026)....