NUNUKAN, KN – Video kedatangan Wakil Bupati Nunukan, Kalimantan Utara, Hermanus, bersama Pasukan Merah Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR) mendadak viral, Jumat (6/3/2026). Rekaman tersebut memperlihatkan Hermanus meluapkan emosi dengan nada tinggi di Kantor Pemerintah Daerah.
Publik menafsirkan protes tersebut sebagai sinyal keretakan hubungan antara Hermanus dengan Bupati Nunukan, Irwan Sabri. Potongan klip menunjukkan sebuah pot bunga pecah di area kantor. Sebelum meninggalkan lokasi, Hermanus memimpin ritual doa khusus di halaman gedung Pemkab.
Bantahan Keras Irwan Sabri
Bupati Nunukan, Irwan Sabri, bergerak cepat meluruskan spekulasi liar. Ia menjamin relasi kepemimpinan di Nunukan tetap solid.
”Kalau narasinya keretakan, atau ketidak harmonisan hubungan Pak Wakil dan Bupati, itu sama sekali tidak benar. Kami selalu membangun komunikasi dan selalu mendiskusikan semua persoalan di Kabupaten Nunukan,” ujar Irwan melalui sambungan telepon.
Irwan saat ini berada di Jakarta untuk misi kerja. Ia menemui Menteri ATR BPN, Nusron Wahid, guna menuntaskan hambatan pembebasan lahan Embung Lapri di Pulau Sebatik.
Sekda Kena Tegur
Irwan mengidentifikasi akar masalah pada sumbatan komunikasi antara Sekda Nunukan, Raden Iwan Kurniawan, dengan Wabup Hermanus. Panitia Forum OPD menggelar pertemuan tanpa mengundang sang Wakil Bupati. Kelalaian administratif ini memicu ketersinggungan Hermanus.
Sekda berdalih undangan bagi kepala daerah baru meluncur pada tahapan rapat besar berikutnya. Namun, Irwan menolak alasan tersebut.
”Jadi ada tahapannya menurut Sekda. Tapi saya sudah menegur Sekda agar lebih pro aktif dan menguatkan komunikasi dengan pimpinan daerah lagi,” lanjutnya.
Ritual Jubata dan Komitmen Harmonis
Terkait ritual doa pada akhir video, Irwan melihat aksi tersebut sebagai langkah spiritual untuk kebaikan daerah. Hermanus melafalkan mantra tentang kuasa Jubata (Tuhan) atas alam semesta serta memohon agar pemerintahan menjauh dari bala.
Irwan juga sudah menjalin komunikasi langsung dengan pihak Pasukan Merah. Kelompok tersebut mengonfirmasi kehadiran mereka bukan untuk merusak wibawa Bupati.
”Seratus persen tidak benar jika dikatakan hubungan kami tidak harmonis. Saya hampir setiap hari selalu berkoordinasi dengan beliau. Saya juga sudah berkomunikasi dengan Pasukan Merah. Mereka juga menegaskan kedatangannya ke Pemda sama sekali bukan terkait relasi Bupati dan Pak Wakil yang dinarasikan bermasalah,” tutup Irwan. (Dzulviqor)
![]()












































