Connect with us

Hi, what are you looking for?

Sosial

Jembatan Akses Sekolah Ambruk di Perbatasan Nunukan, Brimob Bangun Kembali Demi Anak TKI

NUNUKAN, KN – Jembatan akses satu-satunya menuju Madrasah Ibtidaiyah (MI) Tapal Batas Darul Furqon ambruk setelah hujan lebat mengguyur Rabu (5/11/2025) malam. Akibatnya, 48 murid—90 persennya anak Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari Malaysia—harus berjuang melewati lumpur tebal atau memilih absen.

“Jalannya memang licin dan banyak anak-anak jatuh. Banyak orangtua murid mengeluh dan bertanya sampai kapan jalanan itu dilewati,” keluh Kepala MI Darul Furqon, Adnan Lolo, saat dihubungi.

​Adnan menceritakan, kondisi ini membuat sebagian orangtua berniat memindahkan anak mereka ke sekolah lain. Bahkan, ia harus menggulung celana setiap hari demi melewati jalanan becek berlumpur menuju sekolah.

Aksi Brimob Kaltara di Sebatik

​Menyikapi kondisi darurat ini, Satuan Brimob Kompi 2 Batalyon B Pelopor, Polda Kaltara, segera turun tangan. Mereka mulai membangun kembali jembatan di Kampung Loudres, Desa Sungai Limau, Kecamatan Sebatik Tengah, sejak Selasa (2/12/2025).

​Pasukan Brimob memulai pembangunan dengan membuat jembatan darurat, membersihkan puing-puing jembatan lama, dan melakukan pemancangan tiang.

​Komandan Satuan Brimob Polda Kaltara, Kombes Pol. Sarly Sollu, mengatakan, pembangunan ini merupakan wujud nyata pengabdian Brimob. “Kami mendukung kemajuan anak-anak sekolah dan masyarakat, serta menjamin keselamatan akses pendidikan bagi anak-anak di wilayah perbatasan,” ujar Sarly melalui pesan tertulis, Minggu (7/12/2025).

Kapolda Kaltara Tinjau Langsung

​Urgensi jembatan bagi anak-anak sekolah tapal batas ini menarik perhatian Kapolda Kaltara, Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy. Djati langsung meninjau pembangunan tersebut dan memberikan apresiasi tinggi.

​Ia menilai, dedikasi dan kepedulian Satuan Brimob menunjukkan pengabdian nyata kepada masyarakat. “Kehadiran Polri, khususnya Satuan Brimob, harus selalu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terlebih di wilayah perbatasan seperti Pulau Sebatik,” tutur Djati saat kunjungan kerja.

​Selain menjadi akses utama bagi murid MI Darul Furqon, jembatan ini petani kelapa sawit juga gunakan. Masyarakat sekitar pun turut bergabung dalam aksi gotong royong Tim Perbaikan Jembatan Kompi 2 Batalyon B Pelopor.

​Adnan Lolo berharap pembangunan ini dapat segera rampung. Ia ingin aktivitas belajar mengajar kembali berjalan lancar.

Loading

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Kabar Lainnya

Opini

Oleh: Suriadi (Pengurus KNPI Nunukan & Mahasiswa Doktoral Manajemen Pendidikan Islam di Universitas KH Abdul Chalim, Mojokerto Jawa Timur ) ​Bagaimana wajah pendidikan di...

Pendidikan

NUNUKAN, KN – Badan Gizi Nasional (BGN) terus memacu capaian program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kalimantan Utara. Meski memasuki masa libur sekolah serta...

Pendidikan

NUNUKAN, KN — Madrasah Ibtidaiyah (MI) Darul Furqon di Pulau Sebatik, Nunukan, Kalimantan Utara, sebuah sekolah yang sering kita banggakan sebagai “ikon pendidikan perbatasan”,...

Pendidikan

​"Yang pertama anak-anak kaget dan shock berat. Kedua, mereka menduga ada gempa bumi karena suara gemuruhnya lumayan kencang." ​(— Idrus, Kepala SMPN I Lumbis)