NUNUKAN, KN – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Utara, Muhammad Nasir, S.Pi, MM, kembali bergerak cepat menemui masyarakat. Nasir mensosialisasikan Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Kaltara Nomor 9 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Pembangunan Ketahanan Keluarga.
Kegiatan ini berlangsung lima hari, dari 26 hingga 30 November 2025. Nasir memilih tiga lokasi strategis di Nunukan untuk sosialisasi: Desa Sri Nanti Kecamatan Sei Manggaris, Kelurahan Nunukan Utara, dan terakhir Kelurahan Nunukan Timur Kecamatan Nunukan.
Ancaman Nyata Merusak Pondasi Keluarga
Dalam paparannya, Nasir menekankan Perda Ketahanan Keluarga sebagai regulasi penting. Aturan ini mengatur pemerintah dan seluruh unsur masyarakat membangun pondasi keluarga yang kuat.
“Ancaman terhadap ketahanan keluarga kini semakin kompleks. Oleh sebab itu, Perda ini hadir untuk memastikan seluruh pihak memiliki peran dalam melindungi keluarga sebagai unit sosial terkecil bangsa,” jelas Nasir.
Nasir melanjutkan, forum dialog selama sosialisasi diwarnai berbagai keluhan dan curahan hati masyarakat. Warga mengeluhkan angka perceraian yang terus meningkat, masalah pergaulan bebas remaja, penyimpangan perilaku seksual, bahkan ancaman judi online dan penyalahgunaan narkoba.
Sebagai bukti, data Pengadilan Tinggi Agama (estimasi 2023–2024) mencatat angka perceraian di Kaltara melebihi 1.200 kasus per tahun. Kabupaten Nunukan memperlihatkan tren peningkatan signifikan. Jelas, kondisi ini menegaskan pentingnya penerapan Perda No. 9/2018.
Perda Wajib Melibatkan Semua Pihak
Melalui Perda ini, Nasir mengajak seluruh pihak—mulai dari pemerintah, tokoh agama, aparat keamanan, lembaga pendidikan, sampai pelaku usaha—untuk terlibat aktif dalam penguatan ketahanan keluarga. Langkah-langkah yang perlu diupayakan antara lain:
1. Menggencarkan penyuluhan dan pembinaan keagamaan.
2. Meningkatkan ekonomi keluarga dan kualitas pendidikan.
3.Mengurangi angka pengangguran.
4. Menjamin rasa aman di lingkungan masyarakat.
Aspirasi Infrastruktur Desa Sri Nanti
Sementara itu, warga Desa Sri Nanti memanfaatkan momen sosialisasi untuk menyampaikan aspirasi terkait kebutuhan dasar desa. Mereka membutuhkan pengadaan bus sekolah, peningkatan jalan usaha tani, dan perbaikan dermaga speed boat.
Nasir mengapresiasi seluruh masukan tersebut. Lantas, ia menegaskan kesiapan memperjuangkan aspirasi itu pada tingkat provinsi. (Dzulviqor)
![]()












































