Connect with us

Hi, what are you looking for?

Peristiwa

Sungai Sembakung Meluap, Banjir Kiriman Malaysia Rendam Ribuan Rumah di Nunukan

NUNUKAN, KN – Intensitas banjir rutin tahunan di Pedalaman Sembakung, Nunukan, Kalimantan Utara, terus meningkat sejak Senin (23/2). Debit air Sungai Sembakung kini menyentuh level mengkhawatirkan dan belum menunjukkan tanda-tanda akan surut.

Data BPBD Nunukan melalui pantauan tiang ukur sungai menunjukkan posisi air pada ketinggian 4,35 meter. Angka ini melampaui kondisi normal yang biasanya hanya setinggi 3 meter.

Camat Sembakung, Agus Arif Darmawan, melaporkan perkembangan terbaru melalui pesan tertulis pada Sabtu (28/2). Ia mencatat adanya tambahan volume air yang masuk ke wilayah permukiman.

‘’Ada kenaikan debit air sebanyak 11 cm dari pantauan sebelumnya 4,24 meter,’’ ujar Agus.

Sebaran Dampak di Lima Desa

Luapan air menerjang lima desa dengan dampak paling parah. Wilayah tersebut meliputi Desa Atap, Desa Tagul, Desa Manuk Bungkul, Desa Lubakan, serta sebagian wilayah relokasi mandiri di Desa Tujung.

Data kependudukan mencatat sebanyak 1.523 KK atau 4.823 jiwa menghuni kelima desa tersebut. Secara spesifik, banjir merendam 1.025 unit rumah yang menampung 1.434 KK dengan total 4.447 jiwa.

‘’Dan sebanyak 149 rumah terendam,’’ urai Agus.

Banjir juga melumpuhkan akses puluhan fasilitas umum, mulai dari sektor keamanan hingga pendidikan. Berikut daftar bangunan yang terdampak:

  • Sektor Pendidikan: SDN 1, SDN 2, SDN 6, SDN 4 Tembelunu, SMAN 1 (2 lokal kelas), SMPN 1 (2 ruang kelas), dan UPT Disdik Sembakung.
  • Sektor Layanan Publik: Kantor PLN ULD Atap, Koramil, Kantor Pertanian, Pos Damkar, KUA, Pos Dishub, serta Gedung Pertemuan Umum (BPU).
  • Fasilitas Kesehatan & Ibadah: Pustu Tembelunu, Posyandu Belibis, Posyandu Garuda, Masjid Jami Al-Hidayah, serta GOR Sembakung.

Sebaliknya, kondisi di Desa Tepian, Plaju, Pagar, Butas Bagu, dan Labuk terpantau masih aman dari genangan air.

Pantauan Tim Gabungan di Titik Parah

Pemerintah Kecamatan Sembakung bersama Tim Gabungan yang terdiri dari Polsek, Koramil, dan BPBD terus menyisir lokasi. Petugas memusatkan pengawasan di Desa Atap sebagai titik terdampak paling ekstrem.

Agus menjelaskan kondisi lapangan yang masih fluktuatif. Ia menginstruksikan warga agar meningkatkan kewaspadaan penuh.

‘’Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan banjir masih berlangsung dan berdampak pada terganggunya sebagian aktivitas masyarakat. Warga diminta tetap siaga terhadap potensi kenaikan air,’’ tegas Agus.

Jalur Air dari Negeri Jiran

Secara geografis, banjir di wilayah perbatasan ini bermula dari hulu di Malaysia. Aliran Sungai Talangkai (Sepulut, Sabah) mengalir menuju Sungai Pampangon, berlanjut ke Sungai Lagongon, hingga sampai ke Sungai Pagalungan.

Massa air tersebut melintasi batas negara Indonesia melalui Sungai Labang dan Sungai Pensiangan. Seluruh aliran ini akhirnya berkumpul di Sungai Sembakung, Kabupaten Nunukan, dan menciptakan siklus banjir tahunan bagi warga sekitar. (Dzulviqor)

Loading

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Kabar Lainnya

Hukum dan Kriminal

NUNUKAN, KN – Polisi meringkus MRI (19) karena menyetubuhi seorang siswi SMP berumur 13 tahun. Pemuda asal Jalan Iskandar Muda, Nunukan Barat, Kalimantan Utara...

Nunukan

NUNUKAN, KN – Cuaca panas ekstrem melanda Kabupaten Nunukan sejak akhir Maret 2026. Suhu menyengat ini mengubah peta rezeki di wilayah perbatasan RI-Malaysia. Saat...

Nunukan

NUNUKAN, KN – Cuaca panas ekstrem tengah mengepung Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Kondisi ini memicu penyusutan cadangan air baku pada sejumlah embung secara drastis....

Tanjung Selor

Laporan Reporter Radio STI FM (Kopang) TANJUNG SELOR, KN – Persoalan infrastruktur jalan poros Tanah Kuning–Tanjung Selor dan akses perbatasan Krayan memicu diskusi hangat. Publik...