Laporan Reporter Radio STI (Very Setya)
TARAKAN, KN – Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Utara, Muhammad Nasir, memimpin peninjauan lapangan program cetak sawah di Kelurahan Juata Laut, Tarakan, pada Rabu (22/1/2026). Langkah pengawasan ini bertujuan menjamin proyek strategis pemerintah pusat berjalan sesuai rencana awal dan membuahkan manfaat bagi masyarakat.
Memacu Produktivitas Lahan Tidur
Tim pengawas menyisir kawasan Ring Road hingga Sungai Siaboy guna memastikan kesiapan area. Hasil verifikasi menetapkan seluruh lahan seluas 202 hektare layak tanam. Kini, hamparan tersebut siap mendongkrak produksi padi di wilayah perkotaan Tarakan.
Keberhasilan agenda ini bersandar pada kolaborasi erat Kementerian Pertanian, Pemerintah Kota Tarakan, serta Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara. Kodim 0907/Tarakan juga memberi dukungan penuh dalam sinergi ini. Selain unsur pemerintah, Kelompok Tani Siaboy Makmur, Nusantara Subur, serta Brigade Pangan Juata Inti Perkasa (JIP) menjadi motor penggerak utama di lapangan.
Inovasi Drone dan Petani Milenial
Para petani kini mengoperasikan berbagai sarana produksi modern. Mereka mengelola benih padi varietas Mekongga, kapur pertanian, hingga alat mesin pertanian (alsintan) terbaru. Kelompok tani juga mulai mempraktikkan metode Tanam Benih Langsung (TABELA) memakai teknologi drone. Inovasi ini menjanjikan efisiensi waktu serta peningkatan hasil panen secara signifikan.
Muhammad Nasir menyebut pengawasan langsung merupakan tanggung jawab moral DPRD. Ia ingin memastikan program kementerian mencapai target secara tuntas.
“Kami mengawal proyek ini agar berjalan sesuai jalur. Komisi II menuntut keberhasilan nyata bagi ekonomi warga, bukan sekadar laporan administratif. Kami ingin program ini memperbaiki taraf hidup petani Tarakan,” tegas Nasir.
Menjaga Keberlanjutan Pangan
Partisipasi petani muda dalam Brigade Pangan menjadi langkah strategis guna menjamin masa depan sektor agraris. Nasir optimis pemanfaatan teknologi sanggup memantik minat generasi milenial untuk mengolah lahan. Pertanian yang produktif kini menjadi daya tarik baru bagi kaum muda di Kalimantan Utara.
Memasuki Januari 2026, aktivitas penanaman padi tahap awal mulai berlangsung serentak. Fokus utama saat ini menyasar pada penerapan teknologi modern dan penguatan peran anak muda. Melalui skema tersebut, Kalimantan Utara memperkokoh ketahanan pangan sekaligus mengangkat kesejahteraan petani lokal.
![]()







































