NUNUKAN, KN – Rusli mengecam tindakan Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) Nunukan berinisial RB. Ia menilai pimpinan instansi itu bertindak semena-mena saat mempekerjakan anaknya, A, yang berstatus PPPK Paruh Waktu. Rusli melayangkan protes keras karena RB membebani sang anak dengan jam kerja luar biasa.
Jam Kerja Tanpa Batas
Rusli membeberkan penderitaan anaknya kepada wartawan, Jumat (9/1/2026). Ia menyebut RB memerintahkan A bekerja hingga larut malam setiap hari sejak menjabat sebagai pimpinan. Padahal, A memiliki tanggung jawab mengasuh balita berusia dua tahun.
”RB menyuruh anak saya tetap masuk pada hari Sabtu dan Minggu sampai malam,” kata Rusli.
Ia memaklumi lembur jika tujuannya menyelesaikan berkas akhir tahun. Namun, ia melihat ketidakadilan karena RB mengabaikan hak uang lembur pegawai. Pimpinan seharusnya mengacu pada aturan baku serta hitungan upah yang jelas saat memberi perintah kerja tambahan.
Dugaan Urusan Pribadi
Rusli menemukan fakta mengejutkan mengenai penyebab anaknya sering pulang malam. A mengaku bahwa RB kerap menyuruhnya menjaga kafe milik pribadi sang atasan. Rusli menganggap hal ini sebagai bentuk penyalahgunaan wewenang.
Sebagai pimpinan pada sebuah lembaga pemerintah, Rusli memahami arti loyalitas. Namun, ia menegaskan pengabdian pegawai tetap memiliki batasan. Situasi ini sudah berjalan selama dua bulan dan memicu konflik rumah tangga A karena kehilangan waktu bersama keluarga.
”Pemda Nunukan harus memberikan perhatian serius pada kasus ini,” tegasnya.
Bantahan Kepala BPPD
RB menepis seluruh tudingan Rusli dan menganggapnya sebagai reaksi berlebihan. Ia mengklaim masa kerja selama 40 tahun sebagai PNS membuatnya sangat paham aturan birokrasi. Menurutnya, tugas tambahan menuntut penyelesaian pekerjaan di luar jam kantor.
RB membantah tuduhan pemaksaan maupun perintah menjaga kafe pribadi. Ia merasa tidak pernah menekan pegawai untuk bekerja lembur.
”Pegawai punya pilihan untuk bekerja atau tidak. Jangan berlebihan,” ujar RB.
Ia menekankan para ASN wajib memberikan waktu dan tenaga untuk pembangunan daerah. RB membandingkan kinerjanya dengan Bupati yang juga terus bekerja demi masyarakat. Ia menyarankan pihak yang enggan bekerja untuk pemerintah agar keluar dari instansi tersebut. (Dzulviqor)
![]()













































