Connect with us

Hi, what are you looking for?

Nunukan

Krisis BBM Seimanggaris: Harga Tembus Rp 20 Ribu, Warga Protes KSOP Nunukan

NUNUKAN, KN – Masyarakat pedalaman Seimanggaris, Nunukan, Kalimantan Utara, melayangkan protes keras menyusul mampetnya pasokan bensin dan solar. Kemacetan distribusi ini memicu lonjakan harga BBM hingga Rp 20.000 per liter. Kondisi tersebut melumpuhkan aktivitas nelayan, sopir travel, serta petani kelapa sawit di wilayah perbatasan.

​Masalah Izin Angkut dan Lonjakan Harga

​Ketua Komunitas Travel Kalimantan (KONTRAK), Rusli, menyebut suplai BBM berhenti total sejak awal Desember 2025. Ia menuding KSOP Nunukan menahan izin pengangkutan BBM menuju Dermaga Pelabuhan Sekaduyan Taka.

​Ketiadaan stok lokal memaksa warga mendatangkan BBM dari Kabupaten Malinau. “Kami membeli BBM dari luar Nunukan melalui banyak tangan. Harga per botol menyentuh Rp 20.000, padahal isinya kurang dari satu liter,” ungkap Rusli, Senin (26/1).

​Meski mobilitas warga terhambat, arus logistik sembako tetap mengalir. Kapal kayu asal Nunukan tetap memasok kebutuhan pokok karena tidak bergantung pada stok BBM di Seimanggaris.

​Dugaan Penyelewengan Agen dan Ancaman Demo

​Rusli mencurigai agen penyalur lebih memprioritaskan pengecer daripada kebutuhan publik. Buktinya, stok 20 ton BBM di SPBU selalu ludes hanya dalam dua hari.

​”Mereka menjual secara terbuka kepada pembeli jerigen. Praktik ini melanggar Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi,” tegasnya.

​Keresahan ini hampir memicu aksi demonstrasi besar dan kenaikan ongkos angkutan secara sepihak. Namun, warga memilih menunda aksi tersebut dan mengutamakan koordinasi dengan Pemerintah Daerah Nunukan.

​Kendala Terminal Khusus di Dermaga Seimanggaris

​Kabag Perekonomian Setda Nunukan, Rohadiansyah, mengakui keterlambatan pasokan yang memicu gejolak masyarakat. Ia menjelaskan ketiadaan Terminal Khusus (Tersus) bongkar muat BBM menjadi penghambat utama.

​”Dermaga Sekaduyan Taka bukan merupakan Tersus. Kabupaten Nunukan memang belum memiliki fasilitas tersebut sampai hari ini,” tutur Rohadiansyah melalui telepon.

​Sebagai solusi cepat, Pemda Nunukan menempuh jalur kebijakan kearifan lokal (local wisdom). Status Nunukan sebagai daerah perbatasan (3T) menjadi dasar koordinasi dengan KSOP. Pemerintah berjanji memulihkan jalur distribusi BBM secepatnya sebelum membenahi persoalan administratif lainnya. (Dzulviqor)

Loading

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Kabar Lainnya

Pendidikan

Laporan Reporter Radio STI (S Priyadi) NUNUKAN, KN – Gelombang solidaritas untuk Ibu Sitti Halimah terus mengalir setelah kasus dugaan penganiayaan di SDN 001...

Pendidikan

NINUKAN, KN – Dugaan penganiayaan terhadap seorang guru agama di SD Negeri 001 Sebatik Tengah, Nunukan, Kalimantan Utara, memicu amarah publik. Ibu Halimah, sang...

Nunukan

NUNUKAN, KN – Warga 17 desa di Kecamatan Krayan Timur, Nunukan, Kalimantan Utara, menggelar aksi massa dan membacakan surat terbuka untuk Presiden RI, Prabowo...

Olahraga

Laporan Reporter Radio STI (Bento) SURABAYA, KN — Prestasi besar kembali lahir dari dunia olahraga Kalimantan Utara (Kaltara). Dyvac Akbar Fiqrillah, atlet muda penuh...