Connect with us

Hi, what are you looking for?

Ekonomi

Gairah Baru Petani Rumput Laut Nunukan di Tengah Lonjakan Harga

NUNUKAN, KN – Warga pesisir Nunukan, Kalimantan Utara, kini menghirup angin segar. Harga rumput laut, komoditi unggulan di perbatasan RI-Malaysia ini, merangkak naik. Momentum ini menjadi penawar di tengah melambungnya harga berbagai kebutuhan pokok nasional. Geliat ekonomi masyarakat pun kembali berdenyut kencang.

​Ketua Koperasi Mamolok Sejahtera, Kamaruddin, menyambut hangat tren positif ini. Ia mencatat kenaikan harga rumput laut mendongkrak langsung kesejahteraan buruh pengikat bibit hingga penggesek tali.

​‘’Alhamdulillah, saat semua harga kebutuhan naik, harga rumput laut di Nunukan juga ikut naik. Ini hal yang wajib disyukuri, karena saat ini masyarakat memiliki semangat baru menanam rumput laut,’’ ujar Kamaruddin melalui sambungan telepon, Kamis (16/4/2026).

​Efek Domino, Upah Buruh Ikut Terangkat

​Pasar saat ini menghargai rumput laut Nunukan pada kisaran Rp 15.000 hingga Rp 17.000 per kilogram. Angka ini melonjak tajam dari harga sebelumnya yang tertahan di level Rp 11.000 sampai Rp 12.000 per kilogram.

​Kenaikan tersebut memicu kenaikan upah tenaga kerja lokal secara otomatis. Para pengikat bibit kini membawa pulang Rp 10.000 per tali, naik dari upah lama Rp 9.000 per tali. Sementara itu, para pencuci atau penggesek tali kini mengantongi Rp 2.500 per tali, meningkat dari pendapatan sebelumnya Rp 2.000 per tali.

​Produksi rumput laut kering di wilayah Mamolok tetap konsisten. Saban bulan, kawasan ini memasok 8.000 sampai 10.000 ton rumput laut kering untuk memenuhi permintaan pasar.

​‘’Masyarakat yang tadinya mulai malas ke laut menanam rumput laut, sekarang ramai lagi yang turun melaut. Kemarin harga stagnan selama setahun. Sekarang, masyarakat semangat menanam,’’ tutur Kamaruddin.

​Siasat Kualitas di Bawah Terik Matahari

​Kamaruddin meminta para petani terus meningkatkan kualitas produk sebelum tahap pengemasan. Selama ini, kadar air rumput laut Nunukan masih menyentuh angka 40 persen. Padahal, pasar menuntut standar kekeringan 35 persen. Selisih kadar air ini seringkali memangkas posisi tawar petani saat negosiasi harga.

​Uniknya, fenomena cuaca panas ekstrem sejak awal April 2026 membantu proses penjemuran. Sinar matahari yang terik meningkatkan grade kualitas rumput laut secara alami tanpa alat tambahan.

​‘’Cuaca panas yang melanda Nunukan memang menjadi keluhan masyarakat. Namun, fenomena ini membawa hikmah. Rumput laut cepat kering dan mencapai tingkat kekeringan lebih baik dari biasanya,’’ ucapnya.

​Ancaman Limbah Plastik di Perairan

​Di balik keuntungan ekonomi, Kamaruddin memberi peringatan keras mengenai masalah lingkungan. Limbah botol plastik bekas pelampung kini mengepung lautan Nunukan. Sampah-sampah ini menyumbat pesisir pantai dan tertahan di bawah pemukiman nelayan saat air surut, sehingga merusak pemandangan.

​Ia mengajak masyarakat menjaga kebersihan perairan secara kolektif. Lingkungan yang asri menjamin pertumbuhan rumput laut yang sehat serta menjaga harga jual tetap kompetitif.

​‘’Masyarakat membuang banyak botol pelampung bekas ke laut. Ini menjadi peringatan bagi semua pihak. Menjaga kualitas mencakup kebersihan perairan tempat rumput laut tumbuh, bukan cuma urusan kadar kekeringan,’’ pungkasnya. (Dzulviqor)

Loading

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Kabar Lainnya

Hukum dan Kriminal

NUNUKAN, KN – Pencuri kabel listrik PLN kini meneror ketenangan warga Nunukan, Kalimantan Utara. Para pelaku mengincar tembaga di dalam kabel demi keuntungan pribadi....

Hukum

NUNUKAN, KN – Polres Nunukan, Kalimantan Utara, akhirnya memulangkan SY dan RB, dua tersangka korupsi Koperasi Pegawai Negeri Sipil (PNS) ‘Sejahtera’. Polisi mengambil langkah...

Hukum dan Kriminal

NUNUKAN, KN – Polisi melumpuhkan seorang nelayan berinisial A (38) dengan timah panas. Warga Jalan Usman Harun ini mencoba kabur saat petugas membawanya menuju...

Nunukan

NUNUKAN, KN – Warga Pulau Sebatik, Nunukan, Kalimantan Utara, harus menelan pil pahit. Masalah operasional Embung Lapri selama sebulan terakhir memutus pasokan air bersih...