Connect with us

Hi, what are you looking for?

Nunukan

Modal Jual Botol Bekas Demi Jadi Badut, Bocah Nunukan Malah Berurusan dengan Satpol PP

Antara Niat Membantu Orang Tua dan Ancaman Eksploitasi

NUNUKAN, KN – Personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Nunukan, Kalimantan Utara, menjaring seorang bocah berkostum badut di jalur protokol. Anak itu hanya melongo. Ia patuh mengikuti langkah petugas menuju kantor.

​”Kami mendalami dugaan eksploitasi anak pada fenomena badut jalanan. Tim kami masih menelusuri motif sebenarnya,” kata Kasat Pol PP Nunukan, Mesak Adianto, Kamis (29/1/2026) kemarin.

​”Aktivitas Mereka di Jalanan Mengganggu Ketertiban Umum”

​Bocah berusia di bawah 15 tahun ini selalu berangkat sejak pagi. Ia berdiri tenang di median lampu merah. Saat lampu menyala merah, ia segera menghampiri pengendara motor dan mobil. Tangannya menyodorkan kardus sebagai wadah uang.

​Mesak menegaskan aktivitas anak berkostum tokoh kartun ini menabrak Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Nunukan Nomor 5 Tahun 2017. Aturan tersebut mengatur ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat. Penggunaan jalan raya untuk mengemis mengganggu kenyamanan warga.

​”Niatnya Bagus Membantu Orang Tua, Tapi Caranya Salah”

​Mesak merasa iba mendengar pengakuan jujur sang anak. Bocah itu tergiur melihat aksi badut lain yang menghasilkan uang dengan mudah. Ia lalu menyisihkan uang jajan setiap hari. Anak ini bahkan mengumpulkan botol plastik bekas untuk menambah tabungan. Hasil keringatnya itu ia gunakan untuk memesan kostum karakter melalui aplikasi belanja online.

​Mesak memuji niat tulus sang anak membantu ekonomi keluarga. Namun, ia tetap menyalahkan metode tersebut. Mengemis di ruang publik merusak mentalitas anak sekaligus melanggar hukum. Menurutnya, cara menghasilkan uang dengan meminta-minta bukan sebuah tindakan yang benar.

​”Jangan Sampai Pihak Tertentu Mengeksploitasi Mereka”

​Satpol PP akan mengintensifkan patroli rutin guna menjangkau para badut jalanan. Petugas memerintahkan mereka segera berhenti. Mesak juga mewaspadai keterlibatan pihak tertentu yang sengaja mempekerjakan anak-anak demi keuntungan materi.

​Pihaknya berjanji terus melakukan penelusuran lapangan. Ia ingin memastikan tidak ada pihak yang mengambil keuntungan dari tenaga anak-anak di bawah umur tersebut. (Dzulviqor)

Loading

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Kabar Lainnya

Peristiwa

NUNUKAN, KN – Teriakan histeris Marsel memecah ketenangan warga Desa Tanjung Harapan, Nunukan Selatan, Kalimantan Utara, Sabtu (31/1/2026). Bocah laki-laki berusia enam tahun ini...

Peristiwa

NUNIKAN, KN – Warga Desa Tujung, Kecamatan Sembakung, Nunukan kini menghadapi ancaman lingkungan serius. Aliran Sungai Tujung yang jernih mendadak berubah warna menjadi hitam...

Peristiwa

NUNUKAN, KN – Warga Pulau Sebatik, Nunukan, Kalimantan Utara menerima kabar mengejutkan pada Kamis (29/1). Rahmatsyah (29), seorang nelayan asal Desa Bambangan, hilang secara...

Peristiwa

​NUNIKAN, KN – Si jago merah melalap dua bangunan kios di Jalan Ujang Dewa, RT 002, Nunukan Selatan, Kalimantan Utara, Senin (26/1/2026). Api menghanguskan...