Connect with us

Hi, what are you looking for?

Pendidikan

Beratnya Perjuangan Pelajar di Lumbis Ogong Untuk Mengikuti ANBK

NUNUKAN – Pelajar di wilayah pedalaman Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara mengeluhkan Assessmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK), hal itu karena minimnya sarana dan prasarana dan belum tersedianya jaringan internet di tempat mereka.

Seperti dikatakan oleh Rudi, Kepala Sekolah SMPN 2 Lumbis Ogong, ANBK dianggap menjadi beban bukan hanya dikalangan pelajar namun juga bagi orang tua mereka.

Menurut Rudi, orang tua murid harus menyiapkan dana yang tidak sedikit untuk biaya transportasi ke tempat yang memiliki internet agar anak mereka bisa mengikuti ANBK.

“Jangankan internet, listrik saja masih banyak yang belum bisa menikmati, sehingga ANBK menjadi sebuah beban tak ringan bagi warga yang sebagian besar menggantungkan hidup melalui sungai dan hutan,’’ ujarnya Rudi, saat dihubungi, Rabu 06/10/2021.

Lebih lanjut, Rudi menuturkan ada sebanyak dua puluh orang siswanya yang mengikuti ANBK 2021 yang digelar di desa Mansalong Kecamatan Lumbis, Kabupaten Nunukan.

Untuk menjangkau Mansalong, warga butuh biaya tak sedikit, belum lagi tantangan alam dalam musim penghujan hingga risiko kecelakaan cukup tinggi.

‘’Kami tidak ada anggaran untuk transportasi, menyewa perahu itu biayanya sekitar Rp 8 juta. Mana cukup dana BOS kami yang hanya memiliki 61 pelajar, akhirnya kami bermohon ke desa untuk penggalangan dana,’’ kata Rudi.

Selain masalah transportasi, hal lain yang menjadi beban adalah persoalan transportasi dan akomodasi untuk pelajar dan guru pendamping yang mengikuti ANBK.

‘’Kami berharap pemerintah pusat bisa melihat masalah ini dengan serius, jangan pernah samakan pelosok dengan wilayah lain, kami butuh sentuhan pembangunan, jaringan internet dan infrastruktur. Bahkan bangunan sekolah SMPN 2 Lumbis Ogong sudah 16 tahun belum tersentuh pembangunan,’’ keluhnya.

Tanggapan Kadisdikbud Nunukan

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Nunukan, Junaedi membenarkan kondisi yang dikeluhkan oleh Kepala Sekolah SMPN 2 Lumbis Ogong tersebut.

Baca Juga:  Kekecewaan Peserta dari Krayan Atas Penundaan Seleksi Guru ASN - PPPK 2021

Hal serupa juga terjadi di sejumlah kecamatan lain yang berada di wilayah pelosok Kabupaten Nunukan.

‘’Memang kondisinya seperti itu, di wilayah Krayan juga karena musim hujan begini, pelajar yang dari pelosok hanya bisa berjalan kaki menuju kota. Mereka menginap di hutan demi bisa ikut ANBK. Kan masih banyak wilayah yang belum terjangkau jaringat internet,’’ katanya.

Oleh karenanya, Junaedi meminta Pemerintah Pusat untuk lebih memperhatikan kondisi perbatasan RI.

Ia menegaskan, alangkah eloknya apabila segala kebijakan nasional bisa memasukkan kondisi wilayah 3T dalam pertimbangan, sehingga ketimpangan pembangunan dan keterisoliran yang dialami masyarakat di tapal batas tidak semakin jauh.

‘’Bagaimana mungkin meningkatkan mutu pendidikan ketika segala hal berkaitan dengan sarana prasarana kesana tidak ada? Itu yang selalu kami suarakan selama ini, semogalah ada perubahan,’’ kata Junaedi. (Dzulviqor)

Jawab tiga pertanyaan ini, di kolom komentar postingan berita terkait di halaman Facebook Kabar Nunukan.

1. Siapa nama Komandan Lanal Nunukan saat ini?
2. Berapa jumlah pelajar SMPN 2 Lumbis Ogong yang mengikuti ANBK di Mansalong?
3. Apa nama dealer resmi sepeda motor Yamaha yang beralamat di Jalan Fatahillah / Jl. Rimba Nunukan?

Satu orang pembaca beruntung akan mendapatkan pulsa senilai Rp. 50.000,-

 2,412 dibaca,  3 dibaca hari ini

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabar Lainnya

Hukum

Menanggapi keterlibatan dua angotanya, Syaiful menegaskan, tidak ada toleransi bagi anggotanya yang terlibat penyalahgunaan narkoba.

Nunukan

NUNUKAN – Baru kenal sekitar sebulan lewat jejaring sosial Facebook, Cecep Bagja (28) pemuda asal kota Garut, Jawa Barat, ini mantap terbang ke Nunukan...

Hukum

NUNUKAN – Satuan Resor Narkoba (Satreskoba) Polres Nunukan, kembali mengungkap kepemilikan narkoba golongan 1 jenis sabu-sabu seberat 3,8 kilogram, Kamis (27/05) malam. Sabu-sabu tersebut...

Ekonomi

NUNUKAN – Puluhan tenaga honor di sejumlah instansi Pemerintah Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara mempertanyakan alasan pemberhentian mereka, dalam agenda hearing yang dilakukan di ruang...