Connect with us

Hi, what are you looking for?

Nunukan

Terjebak Badai dan Hilang Kontak, Keluarga Nelayan Asal Nunukan Ditemukan di Perairan Tanah Merah Kabupaten Tana Tidung

NUNUKAN – Kantor Badan Search and Rescue (SAR) Kota Tarakan Kalimantan Utara akhirnya menemukan keluarga nelayan asal Nunukan yang sempat dilaporkan hilang kontak di perairan Tanjung Ahus Nunukan Kalimantan Utara.

Keluarga nelayan yang terdiri dari Ari (30) dan Mari (35) , Safa (4) dan  Zulfan (25) warga Sei Fatimah Rt.03 Nunukan ditemukan di perairan Tanah Merah Kabupaten Tana Tidung dalam kondisi selamat.

Kepala Kantor, SAR Tarakan Amiruddin mengatakan, perahu jenis longboat yang mereka gunakan terjebak badai dan terbawa ombak cukup jauh dari lokasi semula.

‘’Kita temukan mereka di perairan Tanah Merah Kabupaten Tana Tidung berjarak sejauh 5 nautical mil dari dugaan Lokasi Kejadian Perkara (LKP),’’ ujarnya saat dihubungi Jumat (7/5/2021).

Amir menjelaskan, keluarga nelayan ini berangkat dari Nunukan pada hari Kamis pagi dengan tujuan Salim Batu, Tanjung Selor.

Mereka dinyatakan hilang kontak, Kamis kemarin.

Kantor SAR Tarakan baru menerima laporan kehilangan dari keluarga korban pada Jumat (7/5/2021) sekitar pukul 05.00 WITA.

Amiruddin menjelaskan, kondisi cuaca pada Kamis kemarin  sebagaimana laporan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), terjadi curah hujan cukup lebat dan menimbulkan gelombang tinggi mencapai 2,5 meter.

Faktor tersebut mengakibatkan keluarga nelayan ini terjebak badai dan terbawa ombak cukup jauh dari lokasi semula.

‘’Dari asessmen yang kita lakukan, mereka berempat hanya berlindung di balik terpal semalaman. Alhamdulillah mereka selamat, kondisi fisik masih sehat dan kondisi longboat juga tidak ada kerusakan,’’ jelasnya.

Saat ditemukan, longboat mereka terombang-ambing di tengah laut dan kehabisan bahan bakar.

Tim SAR kemudian memberikan BBM dan terus mengawasi serta selalu memantau perjalanan keluarga ini ke tujuan awal, yaitu ke Salim Batu Tanjung Selor.

Baca Juga:  Sampai Hari Ini, Warga Adat Dayak Agabag Masih Menunggu Niat Baik PT.KHL

‘’Cuaca dan gelombang hari ini teduh dan tidak ada kendala jarak pandang atau apapun, berbeda dengan kemarin yang memang gelombang tinggi. Sehingga kami izinkan mereka melanjutkan perjalanan ke tujuan awal,’’ katanya. (Dzulviqor)

 3,226 dibaca,  3 dibaca hari ini

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabar Lainnya

Olahraga

NUNUKAN – Sabri, salah satu Atlet panjat tebing asal Nunukan, yang pernah meraih medali emas (perorangan) pada PON XVII 2012 di Riau, Perunggu (perorangan)...

Hukum

Menanggapi keterlibatan dua angotanya, Syaiful menegaskan, tidak ada toleransi bagi anggotanya yang terlibat penyalahgunaan narkoba.

Nunukan

NUNUKAN – Baru kenal sekitar sebulan lewat jejaring sosial Facebook, Cecep Bagja (28) pemuda asal kota Garut, Jawa Barat, ini mantap terbang ke Nunukan...

Hukum

NUNUKAN – Satuan Resor Narkoba (Satreskoba) Polres Nunukan, kembali mengungkap kepemilikan narkoba golongan 1 jenis sabu-sabu seberat 3,8 kilogram, Kamis (27/05) malam. Sabu-sabu tersebut...