Connect with us

Hi, what are you looking for?

Ekonomi

Terancam Digusur, Belasan Pedagang di Sekitar Ruko Tanah Merah Menjerit

NUNUKAN – Perusahaan Pengembang PT. Sinar Cerah yang mengelola ruko Tanah Merah Liem Hie Djung meminta pedagang yang berada di sekitar lokasi untuk segera membongkar lapak mereka.

Para pedagang diberi waktu hingga tanggal 17 September 2021 mendatang untuk segera mengosongkan tempat dimaksud.

Staf Pemasaran PT. Sinar Cerah Nur Laila saat dikonfirmasi mengatakan dasar perintah tersebut seperti yang tertuang dalam surat yang telah diterima oleh para pedagang.

‘’PT. Sinar Cerah ingin mengembalikan lahan tersebut sesuai fungsinya semula, sesuai IMB dan penggunaan kawasannya,’’ ujar Nur Laila, Jumat 20/08/2021.

Tanggapan Pedagang

Sementara itu belasan pedagang yang terancam akan kehilangan tempat untuk berjualan merasa kesulitan, terlebih saat ini masih dalam kondisi pandemi.

‘’Masa iya kado HUT Kemerdekaan kita adalah penggusuran? Sekarang masih pandemi, kami bertahan hidup sudah sangat sulit ditambah masalah begini? ini tidak manusiawi,’’ ujar Narotama salah seorang pedagang kuliner khas Palopo.

Meski menyadari keberadaan mereka di tempat tersebut hanya menumpang namun momen yang tidak tepat membuat para pedagang kecewa dan bingung akan nasib mereka ke depannya nanti.

Keluhan yang sama juga diutarakan oleh Ibu Cakra, warung makan ‘Rasa Sayang’ miliknya, adalah usahanya satu-satunya yang menopang kebutuhan ekonominya selama ini.

‘’Dulu sempat kita ada tarikan retribusi oleh managemen PT. Sinar Cerah yang lama. Nilainya Rp.10.000 per kios, tapi setelah ganti kepengurusan, tidak ada lagi penarikan. Kita hanya minta pengertian dan kebijakan supaya jangan saat kita lagi dihadapkan pada Pandemi malah disuruh pergi,’’ katanya.

Dia berharap pihak perusahaan bisa bijak apalagi sejak pandemi ia tak lagi berjualan nasi melainkan hanya es kelapa dan minuman panas.

Baca Juga:  Kisah Pilu Abdul Jaya, Merawat Anak Penyandang Disabilitas Mental

‘’Saya masih menanggung dua anak dan sudah besar sehingga keperluan juga banyak. Kalau bisa dikasih kebijakan selama pandemi jangan ada pengusiran,’’ harapnya.

Dimintai tanggapan atas kondisi ini, Wakil Ketua DPRD Nunukan Saleh mengatakan, para anggota dewan akan turun ke lapangan untuk memperjelas masalah dan urgensi PT. Sinar Cerah atas ancaman pengusiran tersebut.

‘’Kita jadwalkan turun lapangan Senin, kita akan mempertanyakan langsung agar semua jelas. Sikap kita akan bagaimana? nanti kita tentukan setelah kita mendapat penjelasan dari pengembang atau Pemkab Nunukan,’’ kata Saleh.

 7,874 dibaca,  3 dibaca hari ini

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabar Lainnya

Hukum

Menanggapi keterlibatan dua angotanya, Syaiful menegaskan, tidak ada toleransi bagi anggotanya yang terlibat penyalahgunaan narkoba.

Nunukan

NUNUKAN – Baru kenal sekitar sebulan lewat jejaring sosial Facebook, Cecep Bagja (28) pemuda asal kota Garut, Jawa Barat, ini mantap terbang ke Nunukan...

Hukum

NUNUKAN – Satuan Resor Narkoba (Satreskoba) Polres Nunukan, kembali mengungkap kepemilikan narkoba golongan 1 jenis sabu-sabu seberat 3,8 kilogram, Kamis (27/05) malam. Sabu-sabu tersebut...

Ekonomi

NUNUKAN – Puluhan tenaga honor di sejumlah instansi Pemerintah Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara mempertanyakan alasan pemberhentian mereka, dalam agenda hearing yang dilakukan di ruang...