Connect with us

Hi, what are you looking for?

Lainnya

Seorang Pegawai PT. PP Tbk Meninggal Akibat COVID-19, Sebaran Wabah Diduga Ciptakan Dua Kluster Baru

Pemakaman pasien COVID-19 di Nunukan.

NUNUKAN – Seorang karyawan PT. Pembangunan Perumahan (PP) berinisial FBS (29) meninggal dunia di RSUD Nunukan,akibat COVID-19, Sabtu (26/6/2021) sekira pukul 01.30 WITA.

Dia merupakan salah satu pasien konfirmasi positif COVID-19 yang dirujuk ke RSUD Nunukan pada, Sabtu (19/06/2021) lalu.

Juru Bicara Satgas COVID-19 Nunukan, Aris Suyono menjelaskan, FBS adalah pelaku perjalanan dari Jakarta dan Bandung, yang saat ini tengah mengerjakan proyek Pelabuhan Lintas Batas Negara (PLBN) di Sungai Pancang Sebatik Utara.

‘’Almarhum mengalami perburukan kondisi sejak terkonfirmasi 17 Juni 2021. Saturasi oksigen menurun sampai 87 persen, pasien meninggal akibat cardiac arrest (henti jantung mendadak dan gagal nafas/sesak),’’ ujar Aris Suyono melalui pesan tertulis.

Aris mengatakan tim Satgas COVID-19 telah melakukan tracing kontak erat sejak di temukan kasus konfirmasi positif dilingkungan perusahaan tersebut.

Dari 50 karyawan PT.PP yang dites antigen saat itu, terdapat 19 orang dari mereka terkonfirmasi positif.

Bertambah Dua Kluster Baru

Lebih lanjut Aris mengungkapkan saat ini sebaran kluster PT.PP sudah melebar ke kluster baru.

‘’Sekarang bukan hanya internal PT.PP, sudah melebar ke kluster sekolah dan keluarga,’’jelasnya.

Dua kluster baru tersebut dijelaskan Aris, berkaitan dengan seorang tukang urut yang melakukan kontak dengan FBS.

Tukang urut tersebut, hadir juga dalam acara pengambilan raport anak sekolah beberapa waktu lalu.

Satgas menemukan 7 kasus konfirmasi di sekolah. Dari sekolah, virus mulai masuk ke keluarga.

Sejumlah orang tua murid sempat melakukan kontak erat dengan tukang urut. Tercatat ada 6 kasus yang dibukukan dari kluster tersebut.

‘’Dari hasil diskusi kami Satgas COVID-19, ini dugaannya varian delta. Biasanya kalau kita tracing dari 20 orang belum tentu dapat kasus konfirmasi. Sementara untuk kasus ini, dari 10 kontak erat yang kita tracing, kita selalu menemukan kasus konfirmasi,’’ kata Aris lagi.

Baca Juga:  Pasca Ungkap Tiga Kasus Narkoba, BNNK Nunukan Jadikan 70 Guru Sebagai Penggiat Anti Narkoba

Sebaran penularan COVID-19 saat ini cukup memprihantikan, Aris meminta masyarakat mematuhi protokol kesehatan.

‘’Saat ini sebaran wabah COVID-19 cukup massif, khususnya dari kluster PT.PP. Minggu ini saja, kita temukan sekitar 51 kasus” harapnya.

Data kasus konfirmasi covid-19 di kabupaten Nunukan per 26 April 2021 tercatat sebanyak 1532 kasus, sebanyak 1423 pasien sembuh dan 28 meninggal dunia.

Sementara itu, perwakilan Direksi PT. PP di Pulau Sebatik, Salim mengatakan, FBS sempat membaik pada Jumat 25 Juni 2021.

Bahkan Sabtu 26 Juni 2021 malam, FBS sudah mengikuti zoom meeting bersama direksi PT.PP di ruang IGD RSUD Nunukan selama beberapa jam sampai pukul 22.00 WITA.

‘’Jadi ceritanya COVID nya sudah bagus, saya sudah ngomong sama dokternya. Rencana hari ini akan keluar di ruang perawatan pasien biasa, bukan isolasi lagi. Tapi semalam jantungnya bermasalah, jadi disuntiklah obat jantung oleh dokter. Ternyata suntikan itu berefek, namanya sudah ajal, kita tidak bisa apa-apa,’’ katanya.

PT.PP juga sudah menyiapkan tiga gedung karantina untuk belasan karyawan yang terkonfirmasi positif COVID-19. (Dzulviqor)

Loading

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabar Lainnya

Nunukan

NUNUKAN – Bank Rakyat Indonesia (BRI) cabang Nunukan, merilis hasil investigasi kasus hilangnya uang nasabah bernama Betris, senilai kurang lebih Rp. 384 juta, Selasa,...

Olahraga

NUNUKAN – Sabri, salah satu Atlet panjat tebing asal Nunukan, yang pernah meraih medali emas (perorangan) pada PON XVII 2012 di Riau, Perunggu (perorangan)...

Nunukan

NUNUKAN – Bank Rakyat Indonesia (BRI) menggelar senam sehat, bertajuk ‘Bilang aja gak terhadap kejahatan perbankan’, di halaman Kantor Cabang BRI, Jalan TVRI, Nunukan...

Hukum

Menanggapi keterlibatan dua angotanya, Syaiful menegaskan, tidak ada toleransi bagi anggotanya yang terlibat penyalahgunaan narkoba.