Connect with us

Hi, what are you looking for?

Ekonomi

Segmen Simantipal Resmi Menjadi Bagian NKRI, Warga Perbatasan Ingin Percepatan Pembangunan

NUNUKAN – Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) Kabupaten Nunukan, mengusulkan percepatan pembangunan di Kawasan eks Outstanding Boundary Problem (OBP) Sumantipal, pasca resmi menjadi wilayah NKRI.

Kepala BPPD Nunukan, H. Dian Kusumanto, menuturkan usulan ditujukan ke Pemerintah Pusat, berdasarkan aspirasi masyarakat setempat.

‘’Usulan pertama, merubah status kawasan eks OBP Sumantipal seluas 5700 Hektar yang saat ini berstatus kawasan hutan produksi terbatas, menjadi areal penggunaan lain (APL),’’ ujarnya, Senin (26/9/).

Dian menjelaskan, kawasan eks OBP Sumantipal secara geografis satu kawasan dengan PLBN Labang.

Sehingga kawasan itu dapat difungsikan masyarakat untuk pengembangan pemukiman penduduk dan memiliki kontur landai dibandingkan pemukiman penduduk di daerah Labang yang berada dilereng gunung.

‘’Kita juga usulkan daerah tersebut menjadi Boundary Small City, dengan luasan 1000 hektar. Sementara 4.700 hektar untuk tempat warga berkebun atau melakukan aktivitas ekonomi lainnya,’’ imbuhnya.

Selanjutnya, Pemda Nunukan berharap ada percepatan pembangunan jalan akses perbatasan II (Jalan Mansalong-PLBN Labang-Tau Lumbis), serta pembangunan Jalan JIP Labang-Tau Lumbis, karena akan menjadi penghubung 13 Desa di Lumbis Pansiangan dan 10 Desa Lumbis Hulu dengan PLBN Labang.

Usulan lain, adalah pembangunan jembatan di Labang yang menjadi penghubung Jalan Paralel Perbatasan II ke PLBN Labang.

Pemda Nunukan juga mengusulkan pembangunan perumahan perbatasan untuk 500 KK warga perbatasan dalam satu kawasan (hamparan) yang dilengapi dengan fasilitas sekolah SD, SMP, SMK, Fasiltas Kesehatan dan fasiltas Umum lainnya.

‘’Setelah menjadi status APL, perlu adanya program Tora, sehingga warga dapat memiliki akses terhadap sertifikat tanah,’’ kata Dian.

Untuk diketahui, sahnya wilayah sungai Simantipal dan C500-C600, menjadi bagian NKRI, berdasar pada MoU Joint Indonesia Malaysia Meeting (JIM)Ke-43 di Kuala Lumpur, nomor 22 dengan lampiran peta 32, serta merujuk pada Surat Keputusan Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan Nomor: 83.05-094 Tahun 2022 tentang Tim Kerja Percepatan Pengembangan Pembangunan Ex OBP Sumantipal.

Baca Juga:  Tarif Speedboat Langsung Naik Sejak Kenaikan Harga BBM

Wilayah eks OBP Simantipal, terdiri dari 13 wilayah administrasi, yang merupakan hasil pemekaran dari Kecamatan Lumbis Ogong.

Sebuah wilayah yang menjadi lokasi pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Labang.

Wilayah ini, memiliki banyak potensi yang besar, diantaranya sebagai wisata arung jeram, wisata budaya, pertanian dengan komoditas buah lokal seperti durian dan buah elai, serta daerah penghasil gaharu dan madu.

Namun dibalik banyaknya potensi tersebut masih terdapat beberapa faktor yang menjadi tantangan bagi pemerintah, yakni posisi geografisnya yang sulit untuk dijangkau, dan kurangnya sumber daya manusia.

Transportasi yang tersedia hanya menggunakan transportasi sungai. Sementara saat ini, harga Bahan Bakar Minyak (BBM) sangat tinggi.

Wilayah perbatasan ini pun, memiliki ketergantungan tinggi terhadap negara tetangga, imbas dari minimnya infrastruktur sosial dasar dan perekonomian.

‘’Tentu dibutuhkan adanya percepatan pembangunan dan aktifitas ekonomi di wilayah tersebut, sehingga daerah perbatasan bukan hanya sekedar klaim semata. Butuh sebuah aksi penyejahteraan bagi warga sekitar,’’ kata Dian. (Dzulviqor)

 588 dibaca,  3 dibaca hari ini

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabar Lainnya

Olahraga

NUNUKAN – Sabri, salah satu Atlet panjat tebing asal Nunukan, yang pernah meraih medali emas (perorangan) pada PON XVII 2012 di Riau, Perunggu (perorangan)...

Hukum

Menanggapi keterlibatan dua angotanya, Syaiful menegaskan, tidak ada toleransi bagi anggotanya yang terlibat penyalahgunaan narkoba.

Nunukan

NUNUKAN – Baru kenal sekitar sebulan lewat jejaring sosial Facebook, Cecep Bagja (28) pemuda asal kota Garut, Jawa Barat, ini mantap terbang ke Nunukan...

Hukum

NUNUKAN – Satuan Resor Narkoba (Satreskoba) Polres Nunukan, kembali mengungkap kepemilikan narkoba golongan 1 jenis sabu-sabu seberat 3,8 kilogram, Kamis (27/05) malam. Sabu-sabu tersebut...