Connect with us

Hi, what are you looking for?

Hukum

Polsek Nunukan Kota Masih Berusaha Memediasi Dua Remaja Putri yang Terlibat Perkelahian Antar Kelompok

Kepala Unit Reskrim Polsek Nunukan Kota, IPDA. Rianto

NUNUKAN – Upaya Polisi memediasi kasus perkelahian antar kelompok remaja putri di Jalan Lingkar Nunukan Selatan yang terjadi pada 22/09/2021 lalu masih belum menuai hasil yang diharapkan.

Masing-masing pihak yang bertikai yakni EF (17) dan NSDK (18) ingin kasus ini tetap berlanjut ke meja hijau.

Kepala Unit Reskrim Polsek Nunukan Kota, IPDA. Rianto mengatakan hinggat saat ini pihaknya terus berupaya menempuh jalan mediasi dalam kasus ini.

‘’Kita masih mengedepankan upaya restorative justice, ini kasus anak yang secara undang undang juga memiliki lex specialist.’’ ujarnya, Selasa 12/10/2021.

Rianto mengungkapkan, upaya mediasi telah dilakukan sebanyak tiga kali, sambil terus memberikan pemahaman kepada mereka konsekuensi yang akan diterima jika kasus ini berlanjut ke persidangan.

Menurutnya, restorative justice adalah sebuah pendekatan yang bertujuan untuk membangun sistem peradilan pidana yang peka tentang masalah korban.

Atas upaya ini pula, Polisi belum menentukan tersangka dari kedua belah pihak. Padahal keduanya saling lapor dan sama-sama bersikeras melanjutkan kasusnya ke meja hijau dengan pendampingan Penasehat Hukum (PH) dari masing-masing kubu.

Kubu NSDK pertama kali melaporkan kasus penganiayaan dan pengeroyokan di Mapolsek Nunukan Kota dengan mengklaim pembelaan dari PH Dr.Muhammad Tahir Denreng dari Sulawesi Selatan.

Sementara kubu EF, balik lapor dengan dugaan kasus serupa. Keluarga EF menggandeng PH Rianto Junianto dari kantor Pengacara Rangga Malela and co, Bandung, Jawa Barat.

‘’Sekali lagi, kami masih mengedepankan restorative justice. Kali ini kami libatkan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A). kita berharap kasusnya bisa selesai tanpa ada yang harus dipenjara sehingga mempengaruhi psikis remaja tersebut,’’ Kata Rianto.

Diberitakan sebelumnya, telah terjadi perkelahian antar kelompok remaja putri akibat unggahan dengan nada hinaan di media sosial.

Baca Juga:  Nekat Mencuri Demi Narkoba, Laki Laki Pengangguran di Sebatik di Dor Polisi

Akibat dari kejadian tersebut, kedua kubu saling lapor ke Polisi dan sama-sama memposisikan diri sebagai korban.

Diketahui keduanya, sama-sama berstatus pelajar SMA di Nunukan.

Dalam pemeriksaan Polisi, mereka mengakui jika masing-masing membawa sejumlah orang untuk perkelahian tersebut.

Kapolsek Nunukan Kota IPTU. Ridwan Supangat mengatakan, masalah perselisihan kedua remaja tersebut sudah pernah terjadi dulu, tapi tidak sampai berujung pada kekerasan.

‘’Kali ini, masalah meruncing ketika ada anggota dari salah satu kubu menyeberang masuk ke kubu lawan dan menjadi provokator. Kita sudah amankan semuanya dan kita masih meminta keterangan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (23/9/2021) lalu. (Dzulviqor)

Saat proses hukum tengah berjalan, FRD yang merupakan keluarga NSDK, secara massif memposting kalimat tak pantas yang menyudutkan EF dan keluarganya.

Postingan tersebut akhirnya menjadi materi laporan ITE oleh Penasehat Hukum EF. (Dzulviqor)

 1,943 dibaca,  3 dibaca hari ini

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabar Lainnya

Hukum

Menanggapi keterlibatan dua angotanya, Syaiful menegaskan, tidak ada toleransi bagi anggotanya yang terlibat penyalahgunaan narkoba.

Nunukan

NUNUKAN – Baru kenal sekitar sebulan lewat jejaring sosial Facebook, Cecep Bagja (28) pemuda asal kota Garut, Jawa Barat, ini mantap terbang ke Nunukan...

Hukum

NUNUKAN – Satuan Resor Narkoba (Satreskoba) Polres Nunukan, kembali mengungkap kepemilikan narkoba golongan 1 jenis sabu-sabu seberat 3,8 kilogram, Kamis (27/05) malam. Sabu-sabu tersebut...

Ekonomi

NUNUKAN – Puluhan tenaga honor di sejumlah instansi Pemerintah Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara mempertanyakan alasan pemberhentian mereka, dalam agenda hearing yang dilakukan di ruang...