Connect with us

Hi, what are you looking for?

Hukum

Polisi Kejar Anak Anak Pelanggar Lalu Lintas, Arofiek : Itu Oknum

Kasat Lantas Polres Nunukan AKP. Arofiek Aprilian Riswanto

NUNUKAN – Tindakan oknum aparat yang dituding kerap memburu anak-anak pelanggar lalu lintas, menjadi keluhan masyarakat.

Dikhawatirkan, aksi kejar-kejaran tersebut, justru membuat si anak akan mengalami kecelakaan dan berakibat fatal.

Menjawab persoalan tersebut, Kasat Lantas Polres Nunukan, AKP Arofiek Aprilian Riswanto, menegaskan, ia telah mengimbau jajaran Satlantas untuk tidak melakukan pengejaran terhadap anak-anak pelanggar lalu lintas.

‘’Saya juga atensi ke anggota, khususnya Satlantas, dalam rangka penertiban jangan sampai menjadi kontra produktif. Kita melaksanakan penertiban lebih pada mengamankan masyarakat untuk memimalisir fatalitas laka lantas,’’ ujarnya, Selasa (28/3/2023).

Ia menambahkan, ketika terjadi upaya pengejaran, sementara anak-anak yang melanggar lalu lintas menyadari ia dikejar Polisi, tentu si anak akan panik dan berusaha tancap gas sekencang-kencangnya.

Tentu saja hal tersebut berisiko tinggi, yang justru akan menjadi bahaya yang harus dihindari.

‘’Jika terpaksa mengejar, ada trik yang harus dilakukan. Misalnya digiring ke perangkap yang telah disiapkan. Bukan kejar-kejaran di jalan, itu balapan namanya,’’ kata Arofiek.

Lanjut Arofiek, jika masyarakat melihat adanya aksi kejar-kejaran di jalan antara Polisi dan pelanggar lalu lintas, khususnya anak dibawah umur, artinya oknum tersebut belum menerapkan kebijakan, dan salah dalam mengartikan perintah.

‘’Kalau ada info seperti itu (pengejaran anak pelanggar lalu lintas), itu oknum. Dimana perintah kita belum dipahami, dan ada hal kurang pas dalam penertiban,’’ tegasnya.

Dia menekankan, apabila dalam aksi kejar-kejaran, mengakibatkan musibah kecelakaan, maka semua tanggung jawabnya dilimpahkan kepada oknum pengejar tersebut.

Karena sudah menjadi kebiasaan, bahwa kecelakaan berawal dari pelanggaran aturan lalu lintas. Sehingga, indikasi pelanggaran harus dihentikan agar tidak menimbulkan pelanggaran lain.

‘’Ini polemik, jangan menyelesaikan pelanggaran dengan pidana baru. Ada tips and trik, dan konsepnya, tidak ada kejar kejaran begitu,’’ kata Arofiek. (Dzulviqor)

Loading

Baca Juga:  Coba Kirim Narkoba Melalui Jasa Pengiriman Barang, Oknum Pamong Desa di Sebatik Diringkus Polisi
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabar Lainnya

Nunukan

NUNUKAN – Bank Rakyat Indonesia (BRI) cabang Nunukan, merilis hasil investigasi kasus hilangnya uang nasabah bernama Betris, senilai kurang lebih Rp. 384 juta, Selasa,...

Olahraga

NUNUKAN – Sabri, salah satu Atlet panjat tebing asal Nunukan, yang pernah meraih medali emas (perorangan) pada PON XVII 2012 di Riau, Perunggu (perorangan)...

Hukum

Menanggapi keterlibatan dua angotanya, Syaiful menegaskan, tidak ada toleransi bagi anggotanya yang terlibat penyalahgunaan narkoba.

Nunukan

NUNUKAN – Bank Rakyat Indonesia (BRI) menggelar senam sehat, bertajuk ‘Bilang aja gak terhadap kejahatan perbankan’, di halaman Kantor Cabang BRI, Jalan TVRI, Nunukan...