NUNUKAN, KN — Malam itu, Rabu (15/10) perairan Kalimantan Timur diselimuti kegelapan pekat saat ketenangan Tugboat (TB) Kingston 818 dan tongkang Asiabay 106 tiba-tiba terkoyak.
Pukul 21.28 WITA, di koordinat 00°39’14″S – 117°53’33″E, Nakhoda Sodikin melihat dua kapal kayu mendekat dengan gelagat yang sangat mencurigakan. Ini bukan kunjungan biasa, ini adalah ancaman penangkapan perompak Kaltim Bakamla harus dilakukan.
Dalam operasi kilat yang mencekam, Kapal Negara (KN) Pulau Marore-322 milik Bakamla RI berhasil melumpuhkan aksi kejahatan tersebut. Mereka menangkap lima terduga pelaku dari kapal kayu KM Bunga Lestasi 03. Dua bilah golok yang diduga digunakan untuk intimidasi disita sebagai barang bukti.
Kelima terduga pelaku berinisial W (40), N (22), Z (38), A (21), dan M (33) kini berada di bawah pengamanan Bakamla RI untuk diproses hukum lebih lanjut.
Manuver Nekat Nakhoda Gagalkan Sergapan Awal di Kegelapan Laut
Tatapan Sodikin, Nakhoda TB Kingston 818, segera menangkap sinyal bahaya. Melihat dua kapal kayu itu bermanuver terlalu agresif, ia langsung menyadari situasinya: mereka adalah perompak.
Tanpa membuang waktu, Sodikin mengambil tindakan darurat. Ia segera melaporkan kejadian mencekam itu melalui radio VHF Channel 16. Selain itu, ia juga mengubah haluan dan menambah kecepatan kapal hingga batas maksimal.
Manuver nekat ini, yang dilakukan di tengah kegelapan laut Kaltim, berhasil membuat TB Kingston 818 lolos dari ancaman sergapan langsung para pelaku.
Operasi Kilat KN Pulau Marore-322: Perburuan 13,5 Mil Laut di Tengah Malam
Laporan darurat dari Sodikin langsung direspons cepat oleh Komandan KN Pulau Marore-322, Letkol Bakamla Adi Poetra Sitanggang. Oleh karena itu, ia segera mengarahkan kapal perang patroli Bakamla menuju lokasi kejadian.
Jarak yang harus ditempuh KN Pulau Marore-322 mencapai sekitar 13,5 nautical mile. Hanya dalam waktu kurang dari satu jam—tepat pukul 22.30 WITA—tim Visit, Board, Search, and Seizure (VBSS) Bakamla RI berhasil mencegat dan mengamankan satu kapal kayu berwarna biru bernama KM Bunga Lestasi 03 yang diduga terlibat.
“Upaya cepat dan tanggap personel di lapangan menunjukkan kesiapsiagaan Bakamla RI dalam menjaga keamanan maritim dari segala bentuk ancaman kejahatan di laut,” tegas Letkol Adi Poetra Sitanggang.
Selain itu, dari pemeriksaan di atas kapal, petugas menyita sejumlah barang bukti yang biasa digunakan dalam tindak pidana di laut. Barang bukti tersebut antara lain dua buah golok, tujuh sekop, dan tiga unit telepon genggam.
Seluruh lima terduga pelaku dan kapal kini diamankan untuk pemeriksaan. Yang paling utama, nakhoda TB Kingston 818 dan seluruh ABK dipastikan selamat.
Lima Terduga Perompak Diamankan, Bakamla Tegaskan Profesionalisme Aparat
Keberhasilan operasi penangkapan perompak Kaltim Bakamla ini mendapat apresiasi langsung dari pimpinan tertinggi Bakamla RI. Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Dr. Irvansyah, S.H., M.Tr., Opsla, menegaskan bahwa ini adalah bukti nyata profesionalisme aparatnya.
Dengan demikian, Bakamla RI kini berkoordinasi dengan Unit Penegakan Hukum untuk proses pemeriksaan dan tindak lanjut hukum terhadap para terduga pelaku perompakan.
“Keberhasilan KN Pulau Marore-322 ini menjadi bukti nyata kecepatan respon dan profesionalisme aparat Bakamla RI di lapangan. Kami akan terus memperkuat patroli laut, meningkatkan koordinasi, dan menegakkan hukum demi terciptanya laut Indonesia yang aman dan berdaulat,” tutup Laksdya TNI Dr. Irvansyah, S.H., M.Tr., Opsla. (Humas Bakamla RI)
![]()








































