Connect with us

Hi, what are you looking for?

Covid -19

Miliki Laboratorium PCR, Nunukan Lebih Siap Hadapi Rencana Pemulangan Ribuan Deportan

Salah satu ruangan dalam Lab PCR RSUD Nunukan. ada 2 mesin PCR dalam gedung yang baru diresmikan ini, dengan kemampuan sekali running 96 sample.

NUNUKAN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Nunukan resmi mengoperasikan Laboratorium Polymerace Chain Reaction (PCR) untuk pemeriksaan sample swab bagi pengidap COVID-19.

Bangunan dengan anggaran sekitar Rp. 1,7 Miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) penugasan tersebut akan menjadi pusat pencegahan dan deteksi dini virus corona varian baru yang berpotensi dibawa oleh eks Pekerja Migrant Indonesia (PMI) yang dideportasi dari Malaysia.

Sebagaimana dituturkan oleh Direktur RSUD Nunukan dr.Dulman, adanya laboratorium PCR, Nunukan tak perlu lagi mengkhawatirkan potensi penularan eks PMI dari Malaysia yang melalui pelabuhan Tunon Taka.

‘’Dengan terbangunnya Lab PCR, kita bisa langsung tahu hasil pemeriksaan mereka dan tidak perlu lagi menunggu lama hasil pemeriksaan BBLK Surabaya,’’ ujarnya, Senin 11/10/2021.

Adapun daya mampu mesin PCR dimaksud dapat memeriksa 69 sampel sekali running per mesin, dengan jumlah mesin PCR sebanyak dua unit.

Untuk mengantisipasi lonjakan pemeriksaan sampel, RSUD Nunukan menyiagakan mesin PCR mobile dan juga mesin PCR portable.

Selian itu RSUD Nunukan juga sudah menyiapkan tiga dokter spesialis patology untuk pemeriksaan PCR dan sepuluh orang SDM yang siap bertugas di laboratorium ini.

‘’Kita berharap dengan peralatan dan SDM yang ada, beranda negeri ini mampu menangkal masuknya varian Lambda yang sudah menyebar di Malaysia,’’ lanjut Dulman.

Kesiapan mesin PCR dan SDM yang mumpuni, lanjut Dulman, merupakan salah satu upaya pencegahan dari masuknya virus varian baru Lambda yang konon memiliki daya penularan jauh lebih cepat dan gejala lebih berat dibanding varian Delta.

Untuk itu, seluruh PMI yang akan dideportasi dari Malaysia melalui Nunukan, wajib menjalani pemeriksaan PCR tanpa terkeculai.

‘’Ada sekitar 1400 PMI yang akan dideportasi dalam waktu dekat. Kita akan melihat dulu seperti apa mekanisme pemeriksaannya, apakah cukup dengan PCR Mobile?, yang jelas kita tidak ingin kebobolan dengan persiapan kita yang bisa dikatakan cukup matang ini,’’ kata Dulman. (Dzulviqor)

 1,081 dibaca,  3 dibaca hari ini

Baca Juga:  Sambut HUT ke 76 AL, Lanal Nunukan Berikan Vaksinasi Bagi Ratusan Eks TKI Malaysia
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabar Lainnya

Hukum

Menanggapi keterlibatan dua angotanya, Syaiful menegaskan, tidak ada toleransi bagi anggotanya yang terlibat penyalahgunaan narkoba.

Nunukan

NUNUKAN – Baru kenal sekitar sebulan lewat jejaring sosial Facebook, Cecep Bagja (28) pemuda asal kota Garut, Jawa Barat, ini mantap terbang ke Nunukan...

Hukum

NUNUKAN – Satuan Resor Narkoba (Satreskoba) Polres Nunukan, kembali mengungkap kepemilikan narkoba golongan 1 jenis sabu-sabu seberat 3,8 kilogram, Kamis (27/05) malam. Sabu-sabu tersebut...

Ekonomi

NUNUKAN – Puluhan tenaga honor di sejumlah instansi Pemerintah Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara mempertanyakan alasan pemberhentian mereka, dalam agenda hearing yang dilakukan di ruang...