Connect with us

Hi, what are you looking for?

Sosial

Mengalami Muntah Darah, Seorang Nelayan di Nunukan Meninggal Mendadak

Dokumentasi Polsek Nunukan Kota.

NUNUKAN – Ramli alias Kuaci (46)  meninggal dunia mendadak di sebuah ponton di sekitar pasar ikan Jamaker, Rt. 03 Kelurahan Nunukan Barat, Kabupaten Nunukan, Selasa (01/06).

Ramli merupakan seorang nelayan yang tidak memiliki keluarga di Nunukan. Ia tinggal di sebuah kapal ikan milik Anton warga RT. 26 Jamaker.

Dari keterangan para saksi yang  dihimpun Polisi di lapangan, sebelumnya Ramli baru saja menghabiskan sarapannya dan tiba-tiba mengalami muntah darah.

‘’Kejadiannya sekitar pukul 07.00 WITA, pagi tadi, korban meninggal dunia secara mendadak,’’ ujar Iptu. Supangat, Kapolsek Nunukan Kota.

Supangat menambahkan, saat menuju ponton untuk persiapan melaut Anton sempat melihat Ramli menikmati sarapan nasi kuning dengan tenang.

‘’Tak lama kemudian Ramli berjalan ke ponton, sejumlah saksi di lokasi kejadian melihat Ramli muntah darah. Dia lemas lalu ambruk. Mereka berinisiatif memanggil angkot untuk membawa Ramli ke Puskesmas, tapi ternyata sudah meninggal dunia,’’ jelasnya.

Ramli selama ini memang mengalami sakit keras, ia kerap kali batuk dan mengeluarkan darah.

Keadaan tersebut diperparah dengan kesehariannya yang hanya tinggal dan beraktifitas di perahu.

‘’Ramli selalu saja menolak untuk berobat ke Rumah Sakit. Kemarin saat turun melaut, ia izin pulang lebih awal karena tak enak badan,’’ imbuhnya.

Polisi sudah melakukan verifikasi jenazah ke RSUD Nunukan. Hasilnya, tidak ada tanda kekerasan fisik atau dugaan tindak pidana.

‘’Ramli meninggal mendadak karena penyakit bawaannya. Untuk pemakaman diurus warga RT 03 Jamaker’’ jelas Supangat. (Dzulviqor)

 4,543 dibaca,  9 dibaca hari ini

Baca Juga:  DPRD Nunukan Ingatkan Pemerintah Terkait Potensi Konflik di Dermaga Tradisional Inhutani
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabar Lainnya

Hukum

Menanggapi keterlibatan dua angotanya, Syaiful menegaskan, tidak ada toleransi bagi anggotanya yang terlibat penyalahgunaan narkoba.

Nunukan

NUNUKAN – Baru kenal sekitar sebulan lewat jejaring sosial Facebook, Cecep Bagja (28) pemuda asal kota Garut, Jawa Barat, ini mantap terbang ke Nunukan...

Hukum

NUNUKAN – Satuan Resor Narkoba (Satreskoba) Polres Nunukan, kembali mengungkap kepemilikan narkoba golongan 1 jenis sabu-sabu seberat 3,8 kilogram, Kamis (27/05) malam. Sabu-sabu tersebut...

Ekonomi

NUNUKAN – Puluhan tenaga honor di sejumlah instansi Pemerintah Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara mempertanyakan alasan pemberhentian mereka, dalam agenda hearing yang dilakukan di ruang...