Connect with us

Hi, what are you looking for?

Pendidikan

KRI Tawau Fasilitasi Pemulangan 161 Pelajar Anak PMI Malaysia Penerima Program Repatriasi Pendidikan

NUNUKAN – Hari ini, Rabu (9/2/2022) Konsulat RI di Tawau Malaysia memfasilitasi pemberangkatan 161 alumni pelajar Community Learning Centre (CLC) dan Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK) yang mendapat program repatriasi pendidikan dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayan RI.

Mereka diberangkatkan dari pelabuhan internasional Tawau, menggunakan dua unit kapal feri,  yakni KM Purnama Express dan KM Francise, menuju pelabuhan Tunontaka Nunukan – Kalimantan Utara.

Konsul RI Tawau, Heni Hamidah menjelaskan, 161 pelajar dimaksud, terdiri dari 63 orang peserta laki-laki dan 98 peserta perempuan.

Seluruh peserta, merupakan penerima beasiswa dari berbagai jalur antara lain: Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) sebanyak 34 orang pelajar, dari yayasan/sekolah sebanyak 113 orang pelajar dan beasiswa dari Pemprov Sulawesi Selatan sebanyak 14 orang pelajar.

“Mereka akan ditempatkan di sekolah mitra, seperti, Kalimantan Utara sebanyak 55 peserta, Kalimantan Selatan sebanyak 21 peserta dan Sulawesi Selatan sebanyak 85 peserta,” ujar Heni melalui pesan tertulis.

Persiapan yang dilakukan Konsulat RI Tawau Sebelum Pemberangkatan

Dia menegaskan, pihaknya telah melakukan pembekalan kepada seluruh pelajar yang mengikuti program repatriasi pendidikan, sebelum diberangkatkan ke tempat tujuan masing-masing.

“Mereka telah menjalani program pembekalan, orientasi dan pengenalan mengenai keadaan di tempat tujuan, serta hal-hal lain yang perlu diketahui dan dilakukan,” tegas Heni.

Selain itu, Konsulat RI Tawau juga memastikan seluruh peserta termasuk guru pendamping telah menjalani tes Polymerase Chain Reaction (PCR) dengan hasil negatif, sebagai salah satu syarat bagi pelaku perjalanan.

“Kami pastikan penerapan SOP kesehatan yang ketat, seperti aturan jaga jarak, pemakaian masker wajah, pemakaian hand sanitizer dan lain sebagainya,” tambahnya.

Sementara itu, untuk memastikan seluruh peserta mengantongi dokumen keimigrasian yang legal, Konsulat juga melakukan pendampingan kepengurusan special pass di Kantor Imigrasi setempat.

Baca Juga:  Sebanyak 242 Anak PMI di Malaysia Lanjutkan Pendidikan di Tanah Air

“Anak-anak ini banyak yang lahir dan besar di Sabah, sebagian besar mereka tidak memiliki dokumen identitas diri,” katanya.

Dia berharap, melalui program repatriasi pendidikan, kehidupan anak-anak PMI dimaksud akan lebih baik dimasa depan.

‘’Program Repatriasi pendidikan ini juga turut mengurangi jumlah WNI ilegal khususnya di Malaysia, selain tentunya membuka jalan bagi anak-anak PMI untuk mengecap pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” harapnya.

Penanganan Oleh BP2MI Nunukan.

Terpisah, Sub-Koordinator Pelindungan dan Penempatan UPT BP2MI Nunukan, Arbain, mengatakan, peserta repatriasi pendidikan yang sudah tiba di Nunukan, akan ditempatkan sementara di gedung Rusunawa Nunukan Selatan.

Ditempat itu, seluruh peserta akan menjalani karantina COVID-19 selama 14 hari, sebelum diberangkatkan ke daerah tujuan.

‘’Kita fasilitasi untuk karantina demi mencegah penyebaran covid-19. Kita lakukan antigen dan PCR dan ketika semua dipastikan negatif COVID-19,’’ kata Arbain.

Untuk menjaga keamanan dan kenyamanan peserta selama menjalani karantina, BP2MI Nunukan telah berkordinasi dengan satgas COVID-19 serta aparat keamanan setempat.

‘’Sembari karantina, mereka akan diberikan edukasi juga dari para pembimbingnya. Tidak akan terasa itu karantina karena mereka akan kembali dibekali bagaimana membawa diri agar cepat adaptasi di lingkungan barunya,’’ jelasnya.

Sebagai informasi, program repatriasi pendidikan merupakan kegiatan tahunan hasil kerjasama pihak Kemdikbud RI dengan Perwakilan RI (KRI Tawau dan KJRI Kota Kinabalu), Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK) beserta Yayasan Sabah Bridge (SB) sebagai inisiator. (Dzulviqor)

 777 dibaca,  3 dibaca hari ini

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabar Lainnya

Olahraga

NUNUKAN – Sabri, salah satu Atlet panjat tebing asal Nunukan, yang pernah meraih medali emas (perorangan) pada PON XVII 2012 di Riau, Perunggu (perorangan)...

Hukum

Menanggapi keterlibatan dua angotanya, Syaiful menegaskan, tidak ada toleransi bagi anggotanya yang terlibat penyalahgunaan narkoba.

Nunukan

NUNUKAN – Baru kenal sekitar sebulan lewat jejaring sosial Facebook, Cecep Bagja (28) pemuda asal kota Garut, Jawa Barat, ini mantap terbang ke Nunukan...

Hukum

NUNUKAN – Satuan Resor Narkoba (Satreskoba) Polres Nunukan, kembali mengungkap kepemilikan narkoba golongan 1 jenis sabu-sabu seberat 3,8 kilogram, Kamis (27/05) malam. Sabu-sabu tersebut...