Connect with us

Hi, what are you looking for?

Sosial

Komunitas WPP Tugaskan Relawan Untuk Pendampingan Bagi Bocah 13 Tahun yang Nekat Mencuri Motor Tetangga Untuk Pergi Sekolah

NUNUKAN – Komunitas Wahana Pendidikan Perbatasan (WPP) di Nunukan, Kalimantan Utara, memberikan perhatian khusus atas kasus bocah 13 tahun yang nekat mencuri motor tetangga untuk pergi sekolah.

Perhatian tersebut diwujudkan dengan adanya kunjungan ke rumah si anak, dan memberikan sejumlah sembako untuk mendekatkan diri dengan keluarga, serta melihat langsung kondisi si anak.

Pendiri WPP, Eka Berlin, menyatakan keprihatinan WPP terhadap anak pelaku tindak pidana, akan berkelanjutan.

‘’Salah satunya, menugaskan sejumlah relawan WPP untuk melakukan pendampingan khusus. Si anak akan dibimbing untuk setiap mata pelajaran, serta diberikan petuah dan juga anjuran untuk bisa menggapai cita-citanya,’’ ujar Berlin, Jumat (21/10).

Mendapat kunjungan sejumlah pengajar WPP, si bocah yang terihat cukup aktif tersebut, merasa diperhatikan.

Ia pun dengan cepat mengakrabkan diri dan sempat bercerita kalau dirinya mendapat cibiran dan perundungan di sekolah, akibat kekhilafannya tersebut.

Si bocah dengan polos, menceritakan betapa ia mendambakan sepeda motor untuk berangkat sekolah.

Selama ini, ia harus berjalan kaki menuju jalan utama, dan seringkali ketinggalan bus sekolah. Padahal, jarak dari rumahnya menuju sekolah, ada belasan kilometer jauhnya.

Alasan ini pula, yang membuat si anak, nekat mencuri motor tetangganya, ia pun mengaku harus belajar naik motor, sebelum akhirnya selalu menggunakan motor curian tersebut untuk pergi ke sekolah selama 10 hari dalam penguasannya.

‘’Tidak ada manusia yang sempurna. Semua pasti pernah salah. Tapi jadikan kesalahan itu pelajaran, dan jangan sampai mengulangi kesalahan yang sama,’’ ujar Berlin lagi.

Berlin menegaskan, banyak hal yang membuat si bocah melakukan tindak pidana tersebut. Ia adalah keluarga broken home, ayahnya pergi meninggalkan ibunya tanpa kabar berita.

Baca Juga:  Seorang Anak Yatim Piatu di Nunukan Terinfeksi AIDS

Meski ibunya sudah menikah lagi dan memiliki dua anak berusia 3 tahun dan 3 bulan, lagi-lagi, ayah tirinya juga menceraikan ibunya.

‘’Untuk berangkat sekolah si anak, kita usahakan sewakan angkot supaya ada yang antar jemput sekolah. Tentu kita tidak boleh melihat perbuatan si anak dari satu sisi saja. Kurangnya perhatian, minimnya kepedulian sekitar dan kondisi lingkungan, terkadang membentuk karakter anak. Itu yang harus diperhatikan,’’ ucapnya. (Dzulviqor).

 2,281 dibaca,  3 dibaca hari ini

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabar Lainnya

Olahraga

NUNUKAN – Sabri, salah satu Atlet panjat tebing asal Nunukan, yang pernah meraih medali emas (perorangan) pada PON XVII 2012 di Riau, Perunggu (perorangan)...

Hukum

Menanggapi keterlibatan dua angotanya, Syaiful menegaskan, tidak ada toleransi bagi anggotanya yang terlibat penyalahgunaan narkoba.

Nunukan

NUNUKAN – Baru kenal sekitar sebulan lewat jejaring sosial Facebook, Cecep Bagja (28) pemuda asal kota Garut, Jawa Barat, ini mantap terbang ke Nunukan...

Hukum

NUNUKAN – Satuan Resor Narkoba (Satreskoba) Polres Nunukan, kembali mengungkap kepemilikan narkoba golongan 1 jenis sabu-sabu seberat 3,8 kilogram, Kamis (27/05) malam. Sabu-sabu tersebut...