Laporan Reporter Radio STI (Akbar Agang)
TANJUNG SELOR, KN – Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kalimantan Utara menggelar seminar kewirausahaan di Hotel Grand Pangeran Khar, Tanjung Selor, Jumat (5/12/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari visi besar Ketua Umum DPP KNPI, Ryano Panjaitan, activistpreneur untuk mendorong kemandirian ekonomi pemuda.
Ketua DPD KNPI Kaltara, Niko Ruru, kembali menegaskan bahwa KNPI hanya memiliki satu kepengurusan yang sah.
”KNPI itu hanya satu, tidak ada duanya. Visi besar kami sekarang adalah melahirkan pemuda-pemuda mandiri secara ekonomi,” tegas Niko Ruru.
Strategi Tiga Tahun KNPI Kaltara, Organisasi Hingga Pemasaran Digital
Niko memaparkan strategi tiga tahun DPD KNPI Kaltara. Tahun pertama, mereka fokus melakukan penguatan organisasi dan pendataan agar pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) ke depan tidak lagi diikuti oleh Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) yang Surat Keputusan (SK) kepengurusannya sudah mati.
“Selain itu, kami juga mulai menggelar seminar kewirausahaan di lima kabupaten / kota di Kaltara, pada tahun pertama ini,” urai Niko.
Tahun kedua, KNPI akan fokus pada peningkatan kapasitas, terutama pelatihan kewirausahaan. Lalu, tahun ketiga, KNPI menargetkan dapat mencetak pemuda-pemuda yang mandiri secara ekonomi.
Rencana terdekat tahun depan: KNPI akan terus melakukan pendampingan, seperti pelatihan pemasaran digital.
Aksi Nyata, Keterlibatan di Program Kaltara Terang
Niko mengakui, meskipun anggaran pemerintah mengalami penurunan, KNPI tetap berkomitmen aktif dalam berbagai program pengentasan kemiskinan di Kaltara.
Tahun ini, KNPI telah terlibat aktif dalam program Kaltara Terang yang digagas oleh Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Kaltara.
Contohnya, program Kaltara Terang telah diluncurkan secara resmi di Desa Linsayung, Kecamatan Lumbis Ogong, Kabupaten Nunukan (10/10/2025). Desa terpencil ini menerima bantuan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan didampingi dalam pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berbasis energi terbarukan.
”Kami berharap, di tengah anggaran yang turun, hal itu tidak menurunkan semangat aktivitas kemasyarakatan,” tutup Niko.
![]()














































