Connect with us

Hi, what are you looking for?

Nunukan

Jelang HUT TNI 76, LANAL Nunukan Berikan Tali Asih Untuk Pejuang di Perbatasan RI – Malaysia

NUNUKAN – Jelang peringatan Hari Ulang Tahun ke- 76 Tentara Nasional Indonesia TNI) Pangkalan TNI AL (LANAL) Nunukan memberikan tali asih kepada pejuang yang terlibat dalam konfrontasi Indonesia – Malaysia yang terjadi pada tahun 1962 – 1966 silam.

Komandan LANAL Nunukan Letkol Laut (P) Nonot Eko Febrianto, melalui perwira penerangan LETDA Laut (T) Arief Kurniawan memaparkan kegiatan ini merupakan wujud apresiasi kepada pejuang yang terlibat sebagai pasukan relawan Korps Komando Angkatan Laut (KKO AL) dalam peristiwa konfrontasi dimaksud.

“Kami mengunjungi bapak Gabriel Luly dikediamannya pada Sabtu (02/10) kemarin,” ujar Arif saat dionfirmasi Senin, 04/10/2021.

Dalam kesempatan tersebut, DANLANAL menyampaikan terima kasih kepada para relawan yang telah mengorbankan harta benda, tenaga, pikiran, darah, bahkan nyawa mereka demi membela tanah air Indonesia.

Sementara itu, kedatangan sejumlah personel LANAL Nunukan disambut hangat oleh keluarga Gabriel Luly.

Marta yang merupakan istri Gabriel mengucap terima kasih atas perhatian LANAL Nunukan terhadap suaminya.

‘’Semoga LANAL Nunukan semakin jaya, sukses selalu dan setiap prajurit diberi kemudahan dalam bertugas dan berdinas,’’ kata Marta.

Untuk diketahui, Gabriel Luly merupakan pasukan penunjuk arah dan telik sandi dalam konfrontasi RI – Malaysia.

Gabriel menuturkan saat itu, ia ditempatkan langsung di barisan depan pasukan untuk mencari informasi dan memetakan lokasi pasukan Malaysia di wilayah Kalabakan.

Aksi Gabriel kemudian bocor dan pasukan Indonesia mendapat kepungan dan berondongan peluru dari berbagai arah.

Setelah bertahan 11 hari lamanya dalam hutan tanpa perbekalan logistik, mereka akhirnya ditemukan dan menjadi tawanan perang selama 3 tahun 2 bulan.

Gabriel dan para pasukan KKO dibebaskan tahun 1968. Di dalam penjara Kuching Malaysia, Gabriel membuat tato Gerakan Gerilya Kalimantan Utara (GGKU) untuk mengenang sejarah Konfrontasi. (Dzulviqor)

 777 dibaca,  3 dibaca hari ini

Baca Juga:  Benarkah Pemerintah Malaysia Buka Jalur Pelayaran Tawau – Nunukan Pasca Setahun Tutup Akibat Lockdown?
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabar Lainnya

Hukum

Menanggapi keterlibatan dua angotanya, Syaiful menegaskan, tidak ada toleransi bagi anggotanya yang terlibat penyalahgunaan narkoba.

Nunukan

NUNUKAN – Baru kenal sekitar sebulan lewat jejaring sosial Facebook, Cecep Bagja (28) pemuda asal kota Garut, Jawa Barat, ini mantap terbang ke Nunukan...

Hukum

NUNUKAN – Satuan Resor Narkoba (Satreskoba) Polres Nunukan, kembali mengungkap kepemilikan narkoba golongan 1 jenis sabu-sabu seberat 3,8 kilogram, Kamis (27/05) malam. Sabu-sabu tersebut...

Ekonomi

NUNUKAN – Puluhan tenaga honor di sejumlah instansi Pemerintah Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara mempertanyakan alasan pemberhentian mereka, dalam agenda hearing yang dilakukan di ruang...