Connect with us

Hi, what are you looking for?

Politik

Ini Alasan Basri Kembali Mencalonkan Diri Menjadi Bupati Nunukan

NUNUKAN – Drs H.Basri, M.Si, memastikan diri ikut dalam kontestasi Pilkada Nunukan 2024. Saat ini, Basri telah mengantongi SK1 DPP PKS, dan sudah memiliki surat tugas dari DPP PAN.

Basri juga mengeklaim akan mengambil SK penugasan dari DPP Demokrat, untuk lebih memantapkan posisi, dan terus bergerilya menggalang dukungan dari sejumlah Parpol lain.

‘’Kalau ditanya mengapa di usia 57 tahun, saya tidak memilih menikmati pensiun di hari tua saja. Malah seakan ambisius untuk menjadi Bupati lagi. Saya katakan, saya prihatin dengan kondisi masyarakat Nunukan sekarang. Dan saya merasa punya kemampuan untuk mengatasi persoalan tersebut, tentu sangat sayang kalau tidak digunakan,’’ ujarnya, dihubungi, Senin (27/5/2024).

Basri mengatakan, kondisi Nunukan hari ini, jauh berbeda dengan masa dirinya menjabat sebagai Bupati Nunukan periode 2011 – 2016.

Saat itu, minim keluhan tentang ketenagalistrikan sebagaimana sekarang yang terus saja byar pet.

Demikian pula terkait ketersediaan air bersih, yang semakin membebani masyarakat kecil saat kemarau datang.

‘’Itu pentingnya memahami suatu masalah. Kita harus faham apa penyebab kondisi berlarut, supaya kita bisa mengambil kebijakan yang bisa mengakhiri krisis. Jangan dibiarkan berlarut larut seperti itu,’’ kata Basri.

Permasalahan fundamental yang dialami Nunukan, adalah kurangnya kepercayaan terhadap SDM atau ASN yang memiliki kredibilitas dan kualitas kerja yang mumpuni.

Padahal, tenaga mereka akan menjadi pondasi dan penopang berjalannya pemerintahan.

Ketika orang orang dengan kualitas yang unggul, ditempatkan pada jabatan yang tepat, roda pemerintahan akan berjalan tanpa ada yang perlu dikhawatirkan.

‘’Yang terjadi sekarang kalau ada apa apa, berfikir uangnya dari mana. APBD cukup tidak. Itu yang salah. Pemerintah Kabupaten itu tidak bekerja sendiri. Ada Pemprov, ada pusat. Maksimalkan koneksi, link kita dengan pusat. Kita perbatasan Negara, urusan perbatasan, sudah pasti menjadi prioritas pusat. Tinggal pemimpinnya bisa atau tidak meraih kepercayaan orang pusat,’’ kata Basri.

Baca Juga:  Semangat Kemerdekaan dan Sosialisasikan Lambang Baru, PKS Nunukan Gelar Jalan Sehat

Lanjut Basri, Kabupaten Nunukan, sampai hari ini masih bermasalah dengan ketahanan dan kemandirian pangan.

Nunukan masih saja bergantung dengan sembako kiriman dari Sulawesi ataupun Surabaya, yang bilamana kapal mengalami masalah pengiriman, ketersediaan sembako menjadi langka, dan harga di pasar otomatis naik.

Sementara itu, IKN menjadi sebuah kepastian, yang tentunya akan melihat Nunukan sebagai salah satu daerah yang butuh perhatian khusus, atau menjadikan Nunukan sebagai daerah transit dan akses perdagangan luar negeri.

Hal ini bukan tidak mungkin, apalagi kini, jalur perdagangan darat dengan Serudong, Malaysia, sudah terbangun di Kecamatan Seimanggaris.

‘’Kita masih punya lahan luas, pertanian tidak boleh mati, entah itu beras, jagung dan sejenisnya. Nunukan adalah salah satu daerah penyangga IKN, dan seharusnya bisa memanfaatkan status perbatasan Negara sebagai representasi wajah bagi Indonesia,’’ tegasnya.

Basri menambahkan, jika dibandingkan dengan APBD Malinau, yang mencapai Rp 3 Triliun pertahun, Nunukan seharusnya malu.

Sampai hari ini, kondisi listrik dan air, menjadi kendala dalam mendatangkan investor.

Nunukan belum mampu mengatur stabilitas harga rumput laut yang notabene produk andalan masyarakat.

‘’Padahal dapat WTP berkali kali, faktanya di lapangan masyarakat tidak butuh itu. Mereka butuh sejahtera. Bagaimana mensejahterakan mereka. WTP itu kan hanya administrasi perkantoran saja,’’ lanjut Basri.

Begitu pula keberadaan Islamic Centre dan Cristian Centre yang tidak terkelola dengan baik.

Bahkan saat ini, gedung Christian centre terbengkalai. Padahal fungsinya tidak kalah dengan Islamic centre.

‘’Namanya pusat kegiatan keagamaan tentu bukan hanya untuk ibadah semata, bisa untuk wisata religi dan pusat pendidikan agama. Kita bangun Islamic centre, kita bangun juga Cristian Centre untuk azas kesetaraan. Seharusnya ada juga untuk Hindu, Budha juga agar kemajemukan Nunukan bisa terakomodir. Sayangnya, gedung yang sudah terbangun megah, justru tidak dikelola maksimal,’’ sesalnya.

Baca Juga:  Banyak Pemilih Milenial Belum Memiliki E KTP dan Warga Nunukan ber KTP Luar Daerah

Dan yang paling miris, tunjangan tenaga honorer bukannya naik justru turun. Hal tersebut, tentu berpengaruh pada mental dan etos kerja mereka.

Tunjangan guru SMA, SMP, SD memiliki gap cukup jauh. Padahal jika memperhatikan gaji tukang sapu PLBL Liem Hie Djung, upah mereka setara dengan UMR.

‘’Jadi saya katakan sekali lagi, Nunukan punya ASN dengan kapasitas mumpuni. Masa iya tidak bisa menyaingi Malinau. Tidak susah sudah amat sebenarnya. ASN Nunukan pintar pintar, mereka jago jago, mereka orang pintar semua, kuncinya bagaimana memanfaatkan kemampuan mereka. Prinsip penempatan jabatan kan tempatkan orang yang tepat di jabatan yang tepat, lalu beri motivasi. Insyaalloh mereka akan semangat,’’ urai Basri.

Melihat beragam masalah yang terjadi, Basri dengan tegas akan meneruskan program saat dirinya menjabat Bupati, yaitu Gerbang Emas.

Gerbang Emas, merupakan kepanjangan dari Gerakan Pembangunan Ekonomi Mandiri Aman dan Sejahtera.

‘’Apa yang sudah baik, kita lanjutkan. Apa yang kurang kita perbaiki. Insyaaloh ketika saya dipercaya lagi untuk memimpin Nunukan, kita keroyok Nunukan sama sama. Kita kumpulkan SDM unggul kita, berembug untuk solusi, dan kita jadikan pemerintah pusat hadir. Karena kita adalah perbatasan Negara, maka kita harus berjuang untuk kesejahteraan, agar bisa sama dengan daerah lainnya,’’ kata Basri. (Dzulviqor)

Loading

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabar Lainnya

Nunukan

NUNUKAN – Bank Rakyat Indonesia (BRI) cabang Nunukan, merilis hasil investigasi kasus hilangnya uang nasabah bernama Betris, senilai kurang lebih Rp. 384 juta, Selasa,...

Olahraga

NUNUKAN – Sabri, salah satu Atlet panjat tebing asal Nunukan, yang pernah meraih medali emas (perorangan) pada PON XVII 2012 di Riau, Perunggu (perorangan)...

Hukum

Menanggapi keterlibatan dua angotanya, Syaiful menegaskan, tidak ada toleransi bagi anggotanya yang terlibat penyalahgunaan narkoba.

Nunukan

NUNUKAN – Bank Rakyat Indonesia (BRI) menggelar senam sehat, bertajuk ‘Bilang aja gak terhadap kejahatan perbankan’, di halaman Kantor Cabang BRI, Jalan TVRI, Nunukan...