NUNUKAN – Puluhan sopir Angkutan Kota (Angkot), di Nunukan, melaksanakan arisan Rp. 5000 perhari, demi memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).
Inisiator arisan SIM, Gregory Sambo (48) menuturkan, sebagian besar sopir angkot di Nunukan, belum dilengkapi dengan SIM A umum, sehingga persoalan tersebut, terkadang membuat mereka kerap berurusan dengan Satlantas.
‘’Kita setiap bulan rombongan membuat SIM, ini bulan kedua,’’ ujarnya, saat ditemui di unit pelayanan SIM Polres Nunukan, Rabu (3/8).
Gregory dan kawan kawannya, sangat sadar dan cukup faham, bahwa setiap sopir angkutan penumpang seharusnya wajib memiliki SIM A umum, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Tanpa kepemilikan SIM tersebut, kemampuan mengemudi sopir tidak teruji, dan pelanggarnya bisa mendapat sanksi hukum.
‘’Kami biasa berkumpul di bengkel, berbicara bagaimana supaya sopir angkot yang jumlahnya banyak ini, semua punya SIM. Kita putuskan membuat arisan, sehari Rp. 5000 dan kita membuat SIM bergiliran. Sementara baru tiga puluh supir yang arisan. Yang lain akan menyusul,’’ tuturnya.
Menurut Gregory, pendapatan sopir angkot saat ini jauh menurut dibandingkan dulu. Penyebabnya, banyak masyarakat yang memiliki kendaraan pribadi, sehingga orderan angkot lebih terfokus pada pendatang yang turun di pelabuhan Tunon Taka Nunukan.
‘’Mayoritas sopir angkot ini menyewa mobil dan setor harian. Pendapatan tidak pasti perharinya. Kalau disuruh buat SIM langsung bayar, akan terasa berat. Itu kenapa kita arisan SIM,’’ tegasnya.
Meski terkesan seperti cara emak-emak mendapat barang yang diinginkan, ada makna lain dalam arisan SIM yang mereka jalani tersebut.
Terlebih, tidak sedikit dari para sopir angkot di Nunukan, merupakan deportan eks PMI Malaysia.
Tak terkecuali Gregory, ia dulunya merupakan PMI di Malaysia dan mulai tinggal di Nunukan sejak 1996.
‘’Ini sebuah kekompakan. Sebuah kepedulian dan kebersamaan untuk hal yang baik. Kita perlahan memiliki SIM, tidak lagi harus sering berurusan dengan Polisi dan bekerja lebih nyaman,’’ imbuhnya.
Kasat Lantas Polres Nunukan, AKP.Arofiek Aprilian Riswanto, memberi apresiasi atas usaha para sopir angkot yang memiliki semangat untuk tertib berlalu lintas.
‘’Mereka mau berusaha untuk buat SIM dan berusaha tertib, itu nilai yang baik dan positif guna menciptakan Nunukan tertib lalu lintas. Terima kasih untuk itu, dan kami akan fasilitasi semaksimal mungkin,’’ kata Arofiek. (Dzulviqor)
![]()













































