NUNUKAN, KN – Perubahan cuaca drastis mengawali tahun 2026 di Nunukan, Kalimantan Utara. Langit wilayah perbatasan RI-Malaysia sering berganti dari panas terik ke mendung gelap secara tiba-tiba. Kondisi pancaroba ini memicu lonjakan kasus flu di tengah masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Nunukan, Miskia, memberikan penjelasan terkait fenomena tersebut pada Rabu (14/1). Ia meminta warga mewaspadai kemunculan Influenza A H3N2 subclade K atau populer dengan sebutan super flu.
Membedakan Gejala Super Flu dan Influenza Biasa
Miskia mengonfirmasi varian ini menular lebih cepat daripada influenza musiman. Super flu membawa dampak fisik jauh lebih berat bagi penderitanya jika kita bandingkan dengan flu biasa.
Pasien perlu segera mencari bantuan medis jika merasakan tanda-tanda berikut:
- Suhu tubuh meningkat drastis melampaui 39 derajat Celsius.
- Nyeri otot hebat yang mengganggu aktivitas.
- Sakit kepala berat dan rasa lemas ekstrem.
- Radang tenggorokan yang menyertai batuk.
”Kombinasi demam tinggi dan kelelahan luar biasa sebagai alarm utama serangan varian ini,” jelas Miskia.
Lindungi Kelompok Usia Rentan
Pemerintah daerah menaruh perhatian ekstra pada anak-anak dan lansia. Kelompok ini menghadapi risiko komplikasi serius saat mengabaikan penanganan awal. Miskia menyarankan warga segera melakukan langkah pemulihan mandiri untuk memperkuat imunitas.
Pasien perlu mengambil waktu istirahat total dan meminum banyak air putih. Selain itu, asupan vitamin serta konsumsi makanan bergizi seimbang mempercepat proses penyembuhan tubuh.
Fokus Pencegahan dan Pola Hidup
Hingga saat ini, tim medis belum menemukan kasus super flu di Nunukan. Namun, Miskia tetap menekankan pentingnya kewaspadaan tanpa perlu memicu kepanikan massal.
Masyarakat cukup konsisten menjaga pola hidup sehat. Olahraga rutin dan menjaga asupan nutrisi membangun benteng terkuat melawan ancaman penyakit. Langkah sederhana ini menjamin tubuh tetap bugar menghadapi ketidakpastian cuaca di wilayah perbatasan. (Dzulviqor)
![]()







































