NUNUKAN, KN – Aksi heroik seorang bocah di Nunukan, Kalimantan Utara, berakhir dramatis dan membuat warga setempat geger. Hasbi Fikriah (12), yang dikenal bertubuh tambun dan menggemaskan, meminta evakuasi dari tim pemadam kebakaran setelah dirinya terperangkap di dalam toren atau tandon air.
Anak laki-laki itu masuk bukan karena iseng. Fikri—panggilan akrabnya—memutuskan segera masuk ke dalam tandon air. Ia melaksanakan misi penyelamatan penting, menolong seekor kucing yang terperangkap di dalamnya.
Misi Penyelamatan yang Berakhir Dramatis
Peristiwa menegangkan ini terjadi di Jalan Pembangunan, RT 10, Nunukan Barat. Plt Kepala Dinas Pemadam Kabupaten Nunukan, Wahyudi Kawariyin, menceritakan kronologi kejadian pada Selasa (18/11/2025).
“Ceritanya, si bocah ini sedang mengisi profil tank. Kemudian, ia mendengar suara kucing mengeong yang terperangkap di dalam,” jelas Wahyudi.
Didorong rasa kasih sayang, bocah pemberani itu tanpa ragu memutuskan masuk ke dalam tandon air yang terisi. Kucing berhasil ia selamatkan, namun nasib nahas menimpa Fikri. Ia terjebak toren air itu dan tidak menemukan jalan keluar lagi.
Upaya Panik dan Panggilan Darurat
Fikri yang bertubuh besar mengalami kesulitan mencari pijakan untuk memanjat keluar dari profil tank. Ia melakukan beberapa kali usaha, namun selalu gagal. Kepanikan pun melingkupinya.
“Ia sempat memanjat beberapa kali, berusaha keluar. Tapi, karena kesulitan dan berkali-kali gagal, ia pun panik,” ujar Wahyudi.
Teriakan minta tolong Fikri akhirnya terdengar orang tuanya. Menyadari anak mereka tidak dapat keluar sendiri, orang tua Fikri segera menghubungi layanan kedaruratan.
“Orang tua si bocah menghubungi Damkar untuk meminta pertolongan agar petugas mengeluarkan anaknya dari profil air,” kata Wahyudi.
Petugas Damkar Bertindak Cepat
Proses evakuasi tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Nunukan berlangsung alot. Petugas bahkan mengalami kesulitan saat menarik Fikri keluar dari lubang tandon.
Untuk memastikan keselamatan bocah tersebut, salah satu petugas Damkar akhirnya mengambil keputusan berani, yakni masuk ke dalam toren. Petugas tersebut kemudian menginstruksikan Fikri agar naik ke pundaknya. Berkat strategi ini, Fikri berhasil keluar dengan selamat.
“Alhamdulillah Fikri selamat keluar dari profil. Kami berharap Fikri, sang penyelamat, tumbuh menjadi anak sukses dan membanggakan kedua orang tuanya,” tutup Wahyudi, memberikan apresiasi atas keberanian Fikri. (Dzulviqor)
![]()








































