Connect with us

Hi, what are you looking for?

Peristiwa

Petaka di Jemuran Rumput Laut Nunukan: Argha Pulang dalam Dekapan Maut

Seorang bocah laki-laki berusia 7 tahun bernama Argha Fahrezi kehilangan nyawa setelah jatuh ke laut dari lokasi penjemuran rumput laut milik warga.

NUNUKAN, KN – Kawasan pesisir Jalan Tanjung, Nunukan Barat, Kalimantan Utara, mendadak riuh pada Sabtu (14/2) malam. Seorang bocah laki-laki berusia 7 tahun, Argha Fahrezi, kehilangan nyawa pada area penjemuran rumput laut milik warga.

​Peristiwa memilukan ini bermula saat Argha bersama empat temannya merakit ambau—perangkap kepiting—depan rumah sang nenek sekitar pukul 17.00 WITA. Rekan-rekannya kemudian memasang perangkap tersebut ke beberapa titik penjemuran, namun Argha memilih tetap tinggal pada tepian lokasi.

​Pencarian yang Berujung Duka

​Kekhawatiran menyelimuti hati orang tua korban saat jarum jam menunjukkan pukul 20.00 WITA. Argha tak kunjung menampakkan batang hidungnya. Melihat kepanikan itu, Andi Yunus, seorang pemilik kios setempat, langsung membantu pencarian.

​Pencarian berakhir pilu. Andi Yunus melihat tubuh Argha mengapung telungkup pada kolong jemuran rumput laut. Ia segera mengevakuasi jasad bocah malang tersebut. Sayangnya, Argha sudah tidak bernyawa.

​Struktur Rapuh dan Pasang Air Laut

​Kasi Humas Polres Nunukan, Ipda Sunarwan, menjelaskan kronologi jatuhnya korban. Teman-teman Argha pulang menjelang Magrib tanpa menyadari posisi korban. Mereka mengira Argha sudah lebih dulu kembali ke rumah.

​Penyelidikan polisi mengungkap fakta lapangan:

  • Struktur Bangunan: Pinggiran jemuran rumput laut tempat Argha duduk memiliki kondisi sangat rapuh.
  • Kondisi Alam: Air laut sedang pasang tinggi saat kejadian berlangsung sekitar pukul 17.00 WITA.
  • Aktivitas Warga: Anak-anak pesisir sering menjadikan area berbahaya tersebut sebagai tempat bermain.

​Upaya Terakhir Keluarga

​Orang tua korban sempat histeris dan mencoba memberikan pertolongan darurat bagi orang tenggelam. Mereka juga membawa Argha ke Puskesmas, namun usaha tersebut menemui jalan buntu. Argha benar-benar sudah pergi.

​Kapolsek Nunukan, Iptu Barasa, memimpin olah TKP guna memastikan penyebab kematian. Polisi menduga korban terpeleset dari gelagar penjemuran saat permukaan air sedang tinggi. Pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah murni dan menolak laporan polisi. (Dzulviqor)

Loading

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Kabar Lainnya

Pemerintahan

Laporan Reporter Radio STI (Fajar) TANJUNG SELOR, KN – Publik menyoroti tajam perpanjangan jabatan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Kalimantan...

Tanjung Selor

Laporan Reporter Radio STI (Eka) TANJUNG SELOR, KN – Perkumpulan Pemuda Peduli Kelestarian Hutan dan Lingkungan Hidup (PPPKH-LH) Kalimantan Utara mengambil langkah hukum tegas....

Peristiwa

NUNUKAN, KN – Polres Nunukan, Kalimantan Utara, merilis kronologis resmi jatuhnya pesawat Pelita Air nomor penerbangan PAS 7101 registrasi PK-PPA di Gunung Pa’ Belaban,Krayan,...

Peristiwa

NUNUKAN, KN – Warga bersama petugas menemukan pilot pesawat Pelita Air AT PK-PAA dalam kondisi meninggal dunia di Pegunungan Krayan, Nunukan, Kalimantan Utara, Kamis...