Connect with us

Hi, what are you looking for?

Hukum dan Kriminal

Babak Baru Dugaan Korupsi Tunjangan Perumahan DPRD Nunukan

NUNIKAN, KN – Kejaksaan Negeri (Kejari) Nunukan, Kalimantan Utara, resmi memulai penyelidikan skandal korupsi tunjangan perumahan DPRD Nunukan periode 2016–2017. Langkah ini menandai fase agresif jaksa dalam mengusut tuntas penyimpangan anggaran di lembaga legislatif tersebut.

​Geledah Ruang Arsip dan Sita Dokumen

​Kasi Intel Kejari Nunukan, Arga Bramantyo Cahya Sahertian, memimpin langsung penggeledahan di Kantor DPRD Nunukan. Tim penyidik menyisir ruang arsip dan membawa pulang sejumlah bukti fisik penting. Dokumen tersebut berisi kwitansi serta catatan pembayaran tunjangan perumahan para anggota dewan.

​”Kami sudah memanggil tiga eks Anggota DPRD Nunukan untuk memberikan keterangan,” ujar Arga, Selasa (6/1).

​Sejauh ini, 20 saksi telah menghadap penyidik untuk memperjelas perkara. Arga melibatkan saksi ahli guna membedah mekanisme pembayaran yang mencurigakan tersebut.

​Incar Proses Penetapan Harga

​Para jaksa memfokuskan pemeriksaan pada tahun anggaran 2016–2017. Arga menekankan timnya meneliti proses pengajuan serta penentuan harga tunjangan rumah. Menurutnya, penetapan harga pada periode itulah yang menjadi pintu masuk utama penyelidikan ini.

​Walaupun telah mengantongi bukti-bukti baru, kejaksaan belum mau terburu-buru menetapkan tersangka. Arga merasa pembahasan mengenai nilai kerugian negara masih terlalu dini untuk saat ini.

​”Kami masih perlu memanggil beberapa anggota DPRD lain guna melengkapi berkas,” lanjutnya.

​Pengumuman Tersangka Akhir Januari

​Kejaksaan memasang target penyelesaian penyelidikan pada akhir Januari 2026. Arga berencana menaikkan status kasus ke tahap penyidikan segera setelah seluruh bukti kuat terkumpul. Publik akan mengetahui nama-nama tersangka setelah proses tersebut rampung.

​Upaya ini sejalan dengan janji Kajari Nunukan, Burhanuddin, pada peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (HAKORDIA) Desember lalu. Kejaksaan saat ini memang memprioritaskan dua perkara besar sekaligus.

​Selain kasus tunjangan rumah, jaksa juga tengah mendalami dugaan korupsi jasa konsultan manajemen konstruksi PLBN Labang tahun 2020–2023. Arga memastikan pihaknya akan terus menyampaikan perkembangan terbaru dari kedua kasus tersebut. (Dzulviqor)

Loading

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Kabar Lainnya

Nunukan

NUNUKAN, KN – Pemerintah Kabupaten Nunukan, kini mulai memutus rantai ketergantungan pasokan ikan dari Malaysia. Mereka menjajaki kerja sama strategis dengan Pemerintah Kota Demak...

Nunukan

NUNUKAN, KN — Banjir besar melanda tiga kecamatan pelosok di perbatasan RI-Malaysia, Nunukan, Kalimantan Utara. Sejak Senin (5/1/2026), debit air yang meningkat drastis merendam...

Ekonomi

NUNUKAN, KN – Pemerintah Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, meluncurkan Program Subsidi Ongkos Angkut (SOA) penerbangan bagi warga perbatasan RI-Malaysia, Selasa (6/01/2026). Bupati Nunukan, Irwan...

Peristiwa

NUNUKAN, KN  – Perwakilan Masyarakat Adat Tidung mengawal keluarga korban kecelakaan kapal cepat saat mendatangi Kantor Syahbandar dan Otorita Pelabuhan (KSOP) Nunukan, Kalimantan Utara,...