NUNUKAN, KN – Kebakaran hebat meluluhlantakkan satu rumah tinggal di kawasan pesisir, Jalan Mulawarman, RT 04, Desa Bukit Aru Indah, Pulau Sebatik, Nunukan, Kalimantan Utara, Senin (8/12/2025) siang.
Komandan Pleton Damkar Sebatik Timur, Duwi Subakti, membeberkan kronologi kejadian. Api mulai membesar sekitar pukul 13.45 WITA, menghanguskan total rumah kayu berukuran sekitar 5 X 7 meter.
Rumah yang terbakar milik Ridwan Amir, warga Pulau Sebatik. Menariknya, tempat ini berfungsi ganda, sebagai tempat tinggal sekaligus lokasi penjemuran rumput laut.
Duwi menerangkan, tiga pekerja rumput laut menghuni pondokan. Mereka adalah Irwansyah (51), Syaiful (50), dan Baba (43), semuanya berstatus duda.
Untungnya, saat api mengamuk, penghuni rumah tidak berada di tempat. Mereka semua tengah beraktivitas di luar.
Puntung Rokok, Pemicu Paling Logis
Duwi menduga kebakaran ini bukan karena korsleting listrik. Pasalnya, listrik di lokasi memang sudah padam sejak pagi.
Oleh karena itu, penyebab paling masuk akal: puntung rokok yang dibuang sembarangan. Dugaan ini diperkuat karena rumah itu menyimpan tangki bensin untuk mesin perahu gantung di area dapur. Ditambah lagi, pondokan ini punya intensitas orang keluar masuk yang cukup tinggi.
Ketiga penghuni rumah yang berada di luar segera menyadari musibah ini. Mereka melihat asap tebal menyelimuti rumah dari kejauhan, lantas langsung melaporkan kejadian.
Petugas pemadam kebakaran langsung bergerak cepat. Mereka mengerahkan total lima armada: dua unit dari Pos Timur, dua unit dari Pos Utara, serta satu mobil suplay air dari Pos Utara.
Tim Damkar berhasil menjinakkan api dalam waktu 34 menit. Pemadaman berlangsung mulai pukul 13.51 WITA, dan api benar-benar padam sekitar pukul 14.25 WITA.
Akibatnya, kerugian material tidak hanya menimpa pondokan, alat rumah tangga, dan pakaian. Api juga melahap habis mesin gantung perahu berkekuatan 15 \text{ PK}, satu genset, dan satu unit solar cell (panel surya). (Dzulviqor)
![]()













































