NUNUKAN, KN – Curah hujan tinggi dan pasang air laut melumpuhkan aktivitas ekonomi di Pulau Sebatik, Nunukan, Kalimantan Utara. Fenomena alam ini memicu banjir luapan yang sempat viral serta memantik perdebatan publik. Air merendam gedung sekolah, pertokoan, fasilitas kesehatan, hingga kawasan Pelabuhan Lintas Batas Negara (PLBN).
Bupati Nunukan, Irwan Sabri, bergerak cepat memetakan solusi atas musibah tersebut pada Minggu (28/12/2025) lalu. Irwan menyadari ancaman banjir makin membahayakan warga jika pemerintah terlambat bertindak. Karena itu, ia segera merancang langkah taktis guna menyelamatkan wilayah perbatasan tersebut.
Fokus Pembangunan Drainase Sebatik Timur
Irwan menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum membangun tiga unit drainase baru. Saluran ini berfungsi mengalirkan air hujan langsung menuju laut. Inovasi tersebut memastikan genangan air segera surut dan tidak lagi merendam pemukiman warga.
Pemerintah memusatkan seluruh proyek infrastruktur ini di Sebatik Timur. Lokasi tersebut memang mengalami dampak paling parah setiap kali cuaca buruk melanda. Melalui pembangunan ini, pemerintah optimistis mampu meminimalkan risiko kerugian masyarakat.
Sinergi Anggaran dan Kesadaran Warga
Pemerintah Kabupaten Nunukan menyediakan anggaran sekitar Rp 2 miliar untuk eksekusi proyek pada 2026. Namun, Irwan menegaskan kesuksesan rencana ini memerlukan dukungan penuh dari warga Sebatik. Peran aktif masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.
Irwan meminta warga berhenti membuang sampah sembarangan dan mulai memperluas ruang terbuka hijau. Langkah sederhana ini membantu air meresap lebih cepat ke dalam tanah. Kesadaran kolektif tersebut akan menjamin drainase bekerja efektif tanpa hambatan limbah rumah tangga. (Dzulviqor)
![]()













































