Connect with us

Hi, what are you looking for?

Nunukan

Banjir Awal Tahun Kepung Tiga Kecamatan di Perbatasan RI-Malaysia

NUNUKAN, KN — Banjir besar melanda tiga kecamatan pelosok di perbatasan RI-Malaysia, Nunukan, Kalimantan Utara. Sejak Senin (5/1/2026), debit air yang meningkat drastis merendam Kecamatan Sebuku, Sembakung, dan Lumbis.

​Sembakung Hadapi Dampak Terparah

​Wilayah Sembakung menerima dampak paling hebat akibat posisi geografisnya yang berada di hilir sungai. Luapan air menggenangi berbagai fasilitas publik, mulai dari Kantor Camat, Kantor Pemadam Kebakaran, hingga Puskesmas. Hal ini memicu hambatan serius pada pelayanan masyarakat.

​”Air meluap hingga sekolah-sekolah meliburkan para siswa,” kata Kabid Informasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan, Daniel, Selasa (6/1/2026).

​Meski menghadapi situasi sulit, warga setempat menunjukkan mentalitas tangguh bencana. Rutinitas banjir yang terjadi setiap tahun membentuk kemandirian warga dalam menyelamatkan diri. Mereka memiliki cara lokal untuk mengamankan harta benda serta keluarga.

​Masyarakat menggunakan Pungkau atau para-para di bagian atas rumah sebagai tempat tinggal sementara. Karena kesiapan mandiri tersebut, petugas BPBD tidak perlu melakukan evakuasi warga.

​Anomali Cuaca dan Perubahan Iklim

​Fenomena alam kali ini menunjukkan perubahan pola waktu yang signifikan. Biasanya, banjir rutin di pelosok Nunukan muncul saat menjelang akhir tahun. Namun, kali ini air justru datang pada awal Januari 2026.

​”Anomali cuaca dan perubahan iklim memicu pergeseran waktu banjir ini,” jelas Daniel.

​Sementara itu, warga di Sebuku dan Lumbis juga mulai merasakan kenaikan air. Namun, mayoritas rumah panggung di wilayah pedalaman ini membuat penduduk merasa masih aman. Mereka tetap beraktivitas meski air sudah menggenangi area pemukiman.

​Antisipasi Dampak La Nina

​Pemerintah Daerah Nunukan sebenarnya telah mengedarkan surat peringatan bencana hidrometeorologi sejak awal Desember 2026. Langkah ini mengikuti instruksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengenai potensi cuaca ekstrem.

​Kombinasi musim hujan dan fenomena La Nina memicu curah hujan tinggi sejak Desember hingga Februari mendatang. Selain banjir, hujan lebat juga mengakibatkan longsor di sejumlah titik.

​Saat ini, petugas BPBD tengah menuju lokasi bencana untuk menyalurkan bantuan logistik sekaligus mendata total kerusakan. Daniel meminta masyarakat terus meningkatkan kewaspadaan karena potensi banjir susulan masih mengintai wilayah perbatasan. (Dzulviqor)

Loading

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Kabar Lainnya

Nunukan

NUNUKAN, KN – Pemerintah Kabupaten Nunukan, kini mulai memutus rantai ketergantungan pasokan ikan dari Malaysia. Mereka menjajaki kerja sama strategis dengan Pemerintah Kota Demak...

Hukum dan Kriminal

NUNIKAN, KN – Kejaksaan Negeri (Kejari) Nunukan, Kalimantan Utara, resmi memulai penyelidikan skandal korupsi tunjangan perumahan DPRD Nunukan periode 2016–2017. Langkah ini menandai fase...

Ekonomi

NUNUKAN, KN – Pemerintah Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, meluncurkan Program Subsidi Ongkos Angkut (SOA) penerbangan bagi warga perbatasan RI-Malaysia, Selasa (6/01/2026). Bupati Nunukan, Irwan...

Peristiwa

NUNUKAN, KN  – Perwakilan Masyarakat Adat Tidung mengawal keluarga korban kecelakaan kapal cepat saat mendatangi Kantor Syahbandar dan Otorita Pelabuhan (KSOP) Nunukan, Kalimantan Utara,...