NUNUKAN, KN – Yayasan Aztrada Garuda Jaya memperluas jangkauan layanan gizi di Kalimantan Utara. Unit usaha milik pengusaha Sebatik, Haji Nuwardi ini, resmi membuka Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Selisun di Jalan Lingkar, Nunukan Selatan, Senin (20/4).
Kehadiran SPPG Selisun menambah daftar panjang titik layanan yayasan tersebut. Sebelumnya, mereka telah mengoperasikan lima unit serupa di Tarakan, Bulungan, Tana Tidung, serta dua titik di Pulau Sebatik. Kini, unit ke-6 tersebut melayani kebutuhan gizi 1.009 siswa PAUD, TK, hingga SMAN 1 di wilayah Nunukan Selatan.
Menepis Narasi Negatif di Ruang Digital
Pembina Yayasan Aztrada Garuda Jaya, Ibnu Saud (Is), menyambut hangat arus kritik terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menilai masukan publik justru mempercepat pencapaian visi Presiden RI, Prabowo Subianto, dalam mencetak generasi emas.
Meski terbuka, Ibnu memberikan peringatan tegas mengenai saluran penyampaian aspirasi. Ia meminta warga menghindari media sosial untuk melayangkan protes.
”Kita tak pernah menutup diri pada kritik. Silahkan kritik permasalahan MBG, tapi tolong jangan lewat media sosial,” ujar Ibnu Saud saat peluncuran SPPG Selisun.
Ibnu memandang kritik di media sosial hanya menciptakan perspektif negatif tanpa solusi konkret. Ia khawatir platform milik asing tersebut menjadi ladang propaganda dan gorengan politik. Sebagai solusi, ia mengarahkan warga menggunakan jalur birokrasi resmi.
”Silahkan protes lewat Kades, Camat, Bupati biar ditembuskan ke BGN. Semua pihak akan segera menindaklanjuti laporan tanpa perlu memicu perdebatan tak berujung di medsos,” tegas Wakil Wali Kota Tarakan tersebut.
Investasi Gizi dan Putaran Ekonomi Lokal
Ibnu Saud juga mematahkan anggapan miring soal efektivitas anggaran MBG. Ia menolak label investasi toilet yang sering melekat pada program asupan gizi. Baginya, program ini merupakan langkah strategis menghapus stunting demi kecerdasan bangsa.
”Faktanya, MBG justru menghidupkan ekonomi masyarakat, mulai kalangan petani, nelayan hingga pedagang pasar,” tambah Ibnu Saud.
Bupati Nunukan, Irwan Sabri, mengamini dampak positif tersebut. Pendirian SPPG di wilayahnya terbukti menyerap tenaga kerja lokal dan memberikan kepastian ekonomi bagi produsen pangan di perbatasan RI-Malaysia.
”Kita tak bisa menutup mata juga dengan efek domino dari Program MBG. Perekonomian bergerak, ibu hamil tercukupi gizinya dan data stunting mengalami penurunan,” tutur Irwan.
Irwan menganggap kecaman masyarakat sebagai instrumen evaluasi untuk meningkatkan kinerja pemerintah. Ia memilih tetap fokus pada hasil nyata bagi masyarakat luas.
”Selama niat kita baik, program memberi manfaat bagi orang banyak, dan semua pertanggungjawabannya jelas, kita teruskan. Saya juga mendapat hujatan masyarakat Nunukan, namun kita tetap luruskan niat dan fokus pada tujuan,” pungkas Irwan Sabri. (Dzulviqor)
![]()














































