NUNUKAN, KN– Nasib nahas menimpa seorang warga di Pulau Sebatik. Ia meninggalkan rumah untuk menghadiri undangan hajatan pernikahan keluarga di Nunukan. Namun, musibah besar justru menunggunya.
Api melahap habis sebuah rumah kayu milik Ayuman yang berlokasi di Jalan SMPN 2, RT 02, Dusun Masago, Desa Bukit Harapan, Peringkat Sembilan, Kecamatan Sebatik Tengah, Nunukan, Kalimantan Utara, pada Ahad (14/12/2025).
”Rumah yang terbakar tersebut milik warga bernama Ayuman,” ujar Danton Pemadam Kebakaran Sebatik Utara, Abdul Wahid, melalui pesan tertulis, Senin (15/12/2025).
Wahid menjelaskan, Ayuman tidak berada di rumah saat itu. Pemilik rumah menyeberang ke Nunukan untuk menghadiri acara keluarga. Pihak Damkar menerima laporan kebakaran Pulau Sebatik ini pada pukul 05.20 Wita.
Kronologi Kebakaran di Pulau Sebatik
Kepala Desa Bukit Harapan, Cecep, melaporkan peristiwa kebakaran yang meluluhlantakkan rumah kayu berukuran 6×8 meter ini.
Tetangga korban, yang rumahnya berjarak sekitar 20 meter dari lokasi kejadian, awalnya mendengar suara seperti sebuah letupan. Suara tersebut mengejutkan mereka.
”Ketika tetangga mengecek sumber letupan, mereka melihat api sudah berkobar di rumah Ayuman,” tutur Wahid.
Api merambat dan menyebar sangat cepat mengingat konstruksi rumah terbuat dari kayu. Kobaran api melahap seutuhnya rumah Ayuman. Petugas tidak bisa menyelamatkan harta benda Ayuman sedikit pun. Masyarakat setempat menyatakan kerugian akibat musibah kebakaran Pulau Sebatik ini diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.
”Petugas mengoperasikan dua unit mobil pemadam ke lokasi. Kami melakukan proses pemadaman dan pendinginan sekitar setengah jam,” lanjutnya.
Saat ini, petugas menduga kebakaran dipicu korsleting listrik yang berasal dari instalasi di dalam rumah.
Meskipun peristiwa ini tidak menimbulkan korban jiwa, Abdul Wahid mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya kebakaran.
”Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar selalu waspada terhadap bahaya kebakaran yang diakibatkan arus pendek listrik. Kami juga mengingatkan warga tentang kesalahan memasang kabel, instalasi colokan yang berlebihan, kebocoran kompor gas LPG, atau kelalaian saat sedang memasak yang ditinggal pergi. Peningkatan kewaspadaan ini penting untuk mencegah terulangnya insiden serupa,” kata Wahid.
![]()













































