Connect with us

Hi, what are you looking for?

Nunukan

Geruduk Mega Proyek Rp 248 Miliar Mangkrak, Warga Perbatasan Berang!

​”Progres nihil! Mereka hanya menghamburkan anggaran Negara saja dengan DL (Dinas Luar), DL, dan DL. PLBN ini dibangun untuk pajangan!”

NUNUKAN, KN – Kekecewaan membuncah di perbatasan RI-Malaysia. Ratusan warga Sebatik, Nunukan, Kalimantan Utara, menggelar aksi demonstrasi usai kunjungan rombongan Komisi II DPR RI dan Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya, pada Sabtu (5/10/2025) lalu.

Mereka menggeruduk Pelabuhan Lintas Batas Negara (PLBN) Sebatik, proyek mercusuar senilai Rp 248 miliar yang hingga kini terbengkalai dan tak berfungsi.

​Para pemuda perbatasan tak segan meluapkan kekesalan mereka. PLBN yang dibangun sejak 2020 dengan harapan menjadi denyut nadi ekonomi dan garda terdepan keamanan negara, kini justru hanya menjadi monumen pemborosan anggaran.

“Kami menyatakan sikap untuk menutup sementara PLBN Sebatik, hingga ada kepastian mengenai waktu pengoperasiannya secara resmi!” teriak Dedy Kamsidi, koordinator aksi, disambut pekik setuju massa.

​Janji Mangkrak, Pejabat Disorot,”Hanya Hamburkan Anggaran dengan DL!”

​Dedy secara terang-terangan melayangkan kritik tajam kepada para pejabat negara, khususnya anggota Komisi II DPR RI. Ia menilai kunjungan mereka ke Sebatik minim substansi dan jauh dari semangat reses untuk menjaring aspirasi.

“Berapa banyak pejabat datang silih berganti, namun PLBN Sebatik masih tak berfungsi. Mereka hanya menghamburkan anggaran negara saja dengan DL (Dinas Luar), DL, dan DL. Progres nihil!” kecam Dedy.

​Kekecewaan serupa juga diungkapkan oleh anggota DPRD Nunukan yang ikut mendampingi kunjungan tersebut. Mereka merasa aspirasi masyarakat terbatasi.

“Namanya reses itu menjaring aspirasi masyarakat sebanyak-banyaknya. Yang terjadi, semua serba dibatasi. Anggota DPRD Nunukan, Hamsing, baru angkat tangan saja sudah diperingatkan untuk singkat. Tak semua aspirasi masyarakat kita tersampaikan,” keluh Ketua Komisi I DPRD Nunukan, Andi Muliyono.

​Desakan Diplomasi dan Ancaman Mundur dari Jabatan

​Massa aksi menegaskan, mereka memahami operasional PLBN membutuhkan persetujuan dua negara, Indonesia-Malaysia. Namun, yang mereka tuntut adalah kejelasan progres diplomasi.

“Mereka punya SDM dan kemampuan diplomasi untuk segera memfungsikan PLBN. Kalau mangkrak terus, kita pertanyakan tim perencanaannya, apakah memang dibangun untuk pajangan. Dan kalau tak mampu berdiplomasi, sadar diri, mundur dari jabatannya, banyak anak negeri yang mampu untuk melakukan itu,” seru Dedy lantang.

​Lima anggota DPRD Nunukan Dapil Sebatik, yakni Andi Muliyono, Hamsing, Firman, Ramsah, dan Nadia, turut mendampingi dan menyuarakan tuntutan warga.

Mereka mengaku frustrasi karena kerap tersudut dan tak bisa memberi penjelasan logis kepada masyarakat Sebatik mengenai nasib PLBN. Upaya mengajukan persoalan ini ke Kantor Staf Presiden (KSP) pun nihil tanggapan.

​”Masalah ini sudah sekian lama, masyarakat butuh penjelasan apakah pemerintah pusat sudah melakukan lobi-lobi dengan Malaysia. Ini kan tidak ada penjelasan apapun sampai hari ini,” pungkas Andi Muliyono, meninggalkan tanda tanya besar mengenai kapan PLBN Sebatik akan benar-benar bernyawa. (Dzulviqor)

Loading

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Kabar Lainnya

ESDM Kaltara

Laporan Reporter Radio STI (Akbar Agang) TANJUNG SELOR, KN – Gubernur Kalimantan Utara, Zainal A. Paliwang, menuntut aksi nyata dalam pemenuhan energi di wilayah...

Nunukan

NUNUKAN, KN – Puluhan kapal kayu nelayan membelah ombak demi menghampiri KRI Sidat-851 di perairan Nunukan, Kalimantan Utara, Kamis (15/1/2026). Perahu berbagai warna tersebut...

Nunukan

NUNUKAN, KN – Pemerintah Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, mengambil langkah tegas menyikapi kelangkaan BBM yang mencekik warga pada awal 2026. Selain faktor teknis pengiriman,...

Kesehatan

NUNUKAN, KN – Perubahan cuaca drastis mengawali tahun 2026 di Nunukan, Kalimantan Utara. Langit wilayah perbatasan RI-Malaysia sering berganti dari panas terik ke mendung...