NUNUKAN, KN – Jumat kemarin, sebuah pemandangan mengerikan memecah ketenangan pesisir Jalan Lingkar Sedadap, RT 07 Nunukan Selatan, Nunukan, Kalimantan Utara.
Pasalnya, sesosok jasad bayi perempuan ditemukan terdampar di bibir Pantai Regos, dalam kondisi yang sangat memilukan.
Tragedi ini bukan hanya menyisakan duka mendalam, namun juga menyulut amarah dan seribu pertanyaan di benak masyarakat.
Jasad tak berdosa itu ditemukan sekitar pukul 14.30 WITA, tergeletak tak berdaya di bawah rerimbunan jemuran rumput laut, tak jauh dari belakang Rusunawa.
Informasi yang disampaikan oleh Kasi Humas Polres Nunukan, Ipda Sunarwan, ini segera menyebar dan menyulut kehebohan di tengah masyarakat Nunukan yang tak menyangka akan insiden sekeji ini.
Detik-detik Penemuan yang Memilukan
Menurut kesaksian warga di lapangan, pemandangan awal yang menarik perhatian adalah seekor anjing liar yang tampak menyeret-nyeret sebuah kantong plastik hitam.
Rasa penasaran mendorong warga untuk mendekat.
Namun, apa yang mereka saksikan selanjutnya sungguh di luar bayangan terburuk mereka.
Anjing tersebut rupanya tengah mengoyak-ngoyak isi kantong, dan betapa terkejutnya mereka saat mengetahui isinya adalah jasad seorang bayi.
Saat ditemukan, kondisi bayi malang itu sudah sangat mengenaskan. Bagian tangan kanan dilaporkan telah putus, dan usus sang bayi terburai, diduga kuat akibat gigitan anjing buas yang kelaparan.
Di samping jasad, ditemukan pula kantong plastik hitam yang di dalamnya masih terdapat daging yang diperkirakan adalah tembuni atau plasenta, serta selembar kain menyerupai pakaian dalam.
Detail-detail mengerikan ini semakin menguatkan dugaan bahwa jasad bayi ini sengaja dibuang oleh pihak tak bertanggung jawab, seolah sampah tak berharga.
Polisi Buru Pelaku Keji
Setelah penemuan yang menguncang batin ini, jasad bayi segera dievakuasi dan dilarikan ke RSUD Nunukan untuk dilakukan visum.
Langkah ini sangat penting untuk mengumpulkan bukti medis yang lebih lengkap terkait penyebab kematian dan kondisi bayi saat dibuang.
Tak membuang waktu, tim kepolisian dari Polres Nunukan langsung menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) secara menyeluruh.
Fokus utama penyelidikan adalah menelusuri setiap jejak yang mungkin ditinggalkan pelaku, yang tega melakukan perbuatan tak berperikemanusiaan ini.
“Polisi masih melakukan olah TKP dan menelusuri jejak pelaku yang diduga membuang bayi,” tegas Ipda Sunarwan, menyatakan komitmen penuh untuk mengungkap kasus ini.
Pertanyaan besar yang kini menghantui benak warga adalah, mengapa bayi ini harus meregang nyawa dengan cara yang begitu tragis? Dan siapa yang sanggup melakukan kekejian seperti ini? (Dzulviqor)
![]()













































