Connect with us

Hi, what are you looking for?

Hukum

Akhir Damai Sopir Truk di Nunukan: Bebas Lewat Restorative Justice

NUNUKAN, KN — Perseteruan hukum antara seorang sopir truk berinisial BA dengan tiga remaja pencuri di Nunukan, Kalimantan Utara, akhirnya menemui titik terang. Kasus yang sempat menyeret BA ke balik jeruji besi ini resmi berakhir secara kekeluargaan pada Sabtu (9/5/2026).

​Polsek Nunukan memfasilitasi mediasi antara BA dan keluarga para pelaku. Kedua belah pihak sepakat menempuh jalan damai dan melupakan dendam lama.

​Kasi Humas Polres Nunukan, Sunarwan, mengonfirmasi keberhasilan penyelesaian perkara ini melalui mekanisme Restorative Justice (RJ).

​”Kami sudah melakukan mediasi dan berhasil melakukan penyelesaian melalui jalur Restorative Justice (RJ) sesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP Pasal 471 KUHP (penganiayaan ringan) dan Peraturan Kepolisian (Perpol) Nomor 8 Tahun 2021,” ujar Sunarwan melalui pesan tertulis.

​Saling Mengakui Kesalahan di Meja Mediasi

​Suasana cair menyelimuti pertemuan kedua pihak tersebut. Keluarga para pelaku mengakui kesalahan anak-anak mereka yang telah mencuri. Sebaliknya, BA juga menyadari tindakannya memukul para remaja merupakan langkah yang keliru.

​”Kedua belah pihak menyatakan penyesalan dan sepakat saling memaafkan, serta mencabut laporan polisi,” imbuh Sunarwan.

​Seiring terbitnya kesepakatan damai ini, kepolisian resmi menghentikan seluruh penanganan perkara. BA kini menghirup udara bebas dan kembali bekerja seperti biasa.

​Kronologi: Tabung Gas dan Onderdil Jadi Pemicu

​Kasus unik ini bermula saat BA mendapati rumah lamanya bobol. Pelaku utama ternyata merupakan anak tiri BA sendiri yang baru berusia 13 tahun. Bocah tersebut menghasut dua temannya untuk menggasak tabung gas elpiji serta berbagai onderdil mesin truk milik ayah tirinya.

​Kapolsek Nunukan Kota, Iptu Disco Barasa, sempat membeberkan kronologi kejadian ini pada Selasa (5/5/2026). Para pelaku merusak pintu rumah untuk mengambil perkakas besi di dalamnya.

​”Pelaku pencurian adalah anak laki-laki 13 tahun. Dia mengajak dua temannya yang 14 tahun mencuri tong gas elpiji dan sejumlah perkakas besi dan bagian mesin mobil truk,” ungkap Barasa.

​Motif Sepele Demi Gaya Hidup

​Emosi BA meledak saat mengetahui aksi tersebut. Ia memukul ketiga remaja itu menggunakan kayu sebagai bentuk peringatan. Namun, langkah ini justru memicu laporan balik dari orang tua pelaku lainnya yang tak terima melihat luka memar pada tubuh anak mereka.

​”Masalah bermula di sini, orang tua kedua anak pelaku tak terima, dan melaporkan ke polisi karena tangan anaknya memar. Korban juga ikut melapor karena menjadi korban pencurian. Saling laporlah ceritanya,” jelas Barasa.

​Pihak kepolisian menyayangkan motif di balik aksi nekat para remaja ini. Mereka mencuri demi memenuhi keinginan bersenang-senang.

​”Anak-anak mencuri karena ingin beli pulsa top up game, beli kopi, dan nongkrong. Hal ini membutuhkan kesadaran masing-masing orang tua. Kami berharap mekanisme restorative justice menyelesaikan kasus ini,” pungkas Barasa. (Dzulviqor)

Kabar Terkait : Niat Didik Anak Berujung Sel: Nasib Apes Sopir Truk di Nunukan

Loading

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Kabar Lainnya

Nunukan

NUNUKAN, KN – Lobi Gedung DPRD Nunukan, Kalimantan Utara, mendadak riuh, Kamis (7/5/2026). Rombongan emak-emak datang membawa teriakan dan spanduk besar bertuliskan ‘Tolak Pindah...

Nunukan

NUNUKAN, KN – ​Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Nunukan menunjukkan sikap tegas. Mereka menjaga kedamaian wilayah perbatasan RI-Malaysia lewat deklarasi bersama di Rumah Adat...

Nunukan

NUNUKAN, KN – Lapas Kelas IIB Nunukan, Kalimantan Utara, mendadak riuh pada Rabu (6/5/2026) malam. Sebanyak 65 personel keamanan gabungan menggeledah setiap sudut sel...

Sosial

NUNUKAN, KN – Warga Jalan Pangkalan, Nunukan Timur, Kalimantan Utara, mendadak geger. Suara tangis bayi perempuan memecah keheningan dari sebuah rumah penuh tumpukan sampah....