Connect with us

Hi, what are you looking for?

Hukum

Sebanyak 9 Orang KSM Sudah Diperiksa Dalam Kasus Pengadaan Tangki Septik Senilai Rp 9,7 Miliar di Nunukan

NUNUKAN – Proses penyelidikan kasus tangki septik senilai Rp 9,7 Miliar di Kejaksaaan Negeri Nunukan, terus bergulir.

Kepala Seksi Intel Kejaksaan Negeri Nunukan, Bonar Satrio Wicaksono mengatakan hingga saat ini pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap sembilan orang Kepala Koperasi Swadaya Masyarakat (KSM).

‘’Pemeriksaan masih sebatas Kepala KSM, sejauh ini baru 9 orang yang kami periksa,’’ ujar Bonar, Senin 04/10/2021.

Adapun materi pemeriksaan terhadap para kepala KSM tersebut baru sebatas keterangan terhadap proses penunjukan mereka dari perusahaan yang diduga telah dikondisikan oleh Dinas PUPR Nunukan.

Selain itu, Jaksa juga tengah mengulik indikasi kelebihan bayar terhadap harga dari satuan tangki septik dimaksud.

‘’Kita terus menelusuri sejumlah masalah yang janggal dalam proyek ini, sebagai berupaya membuka bagaimana suplay materialnya, sampai proses transfernya. Uang tersebut dikirim ke rekening siapa dan siapa saja yang menerima aliran uang dari keuntungan proyek ini,’’ jelas Bonar.

Bonar menegaskan, nantinya, semua pihak yang terlibat, baik dari DPUPRKP Nunukan maupun perusahaan yang diduga dikondisikan sebagai supplier akan dipanggil untuk dimintai keterangan.

‘’Pokoknya semua yang terlibat kita panggil. Ini kan kerugian yang kita hitung secara kasar bisa sekitar Rp 4 Miliar. Kita juga akan meminta kepastian berapa total pasti kerugian negaranya,’’ lanjut Bonar.

Sejumlah Kejanggalan Dalam Kasus ini

Diberitakan sebelumnya, pengadaan tangki septik komunal dan individual bertujuan untuk memfasilitasi masyarakat di daerah pinggiran sungai, dimana pada wilayah tersebut terdapat kasus stunting yang tinggi.

Namun ternyata Jaksa menemukan sejumlah kejanggalan dalam proyek dimaksud, seperti tidak ada harga standar barang yang ditentukan Pemkab Nunukan.

Selain itu, ada dugaan terdapat fasilitator yang mengarahkan atau menunjuk perusahan kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut.

Baca Juga:  Operasi Patuh Kayan Dimulai, Sasar Pelanggar Lalu Lintas Hingga Protokol Kesehatan

‘’Kontraktor pengadaan barangnya CV. Yuli Group, kalau dari hitungan kasar kami, kerugian yang timbul sekitar Rp. 4 Miliar. Bisa kurang, bisa juga lebih karena itu baru hitungan manual kami,’’ kata Bonar.

Proyek sanitasi untuk pengadaan jamban bagi wilayah stunting ini bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Afirmasi Sanitasi, DAK Reguler dan DAK Penugasan yang berjumlah Rp. Rp 9,779, 024.000.

Kegiatan itu dibagi dalam 25 lokasi (desa) yang tersebar di Kecamatan Sebatik, Kecamatan Nunukan, dan Kecamatan Seimenggaris. (Dzulviqor)

 2,168 dibaca,  6 dibaca hari ini

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabar Lainnya

Hukum

Menanggapi keterlibatan dua angotanya, Syaiful menegaskan, tidak ada toleransi bagi anggotanya yang terlibat penyalahgunaan narkoba.

Nunukan

NUNUKAN – Baru kenal sekitar sebulan lewat jejaring sosial Facebook, Cecep Bagja (28) pemuda asal kota Garut, Jawa Barat, ini mantap terbang ke Nunukan...

Hukum

NUNUKAN – Satuan Resor Narkoba (Satreskoba) Polres Nunukan, kembali mengungkap kepemilikan narkoba golongan 1 jenis sabu-sabu seberat 3,8 kilogram, Kamis (27/05) malam. Sabu-sabu tersebut...

Ekonomi

NUNUKAN – Puluhan tenaga honor di sejumlah instansi Pemerintah Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara mempertanyakan alasan pemberhentian mereka, dalam agenda hearing yang dilakukan di ruang...