Connect with us

Hi, what are you looking for?

Ekonomi

Mengatasi Dugaan Permainan LPG Subsidi di Nunukan, Dandim : Kita Lakukan Operasi dan Penindakan di Tempat

NUNUKAN – Fenomena kelangkaan LPG subsidi ukuran tiga kilogram di Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara membuat Komandan Distrik Militer (Dandim) 0911/Nunukan Letkol. CZi. Eko Pur Indriyanto, prihatin.

Antrean warga setiap kali menunggu LPG subsidi seakan menjadi pemandangan rutin dan butuh perhatian serius.

Adalah sebuah hal yang tidak masuk akal dengan kuota sekitar 74.000 tabung sebulan yang diperuntukkan bagi sekitar 4000 warga miskin, namun terjadi kelangkaan.

‘’Saya sarankan Bupati membuat surat edaran yang ditujukan kepada institusi untuk melakukan pengawasan ke dalam. Lebih penting lagi persoalan data yang benar dan sinkron, ini sangat dibutuhkan agar bantuan tepat sasaran. Saya berharap ada satu data yang bisa digunakan sebagai dasar itu. Babinsa maupun Bhabinkamtibmas siap membantu pendataan mana masyarakat yang layak dikategorikan miskin,’’ ujarnya, dalam rapat virtual membahas solusi kelangkaan gas LPG subsidi di lantai V kantor Pemkab Nunukan, Selasa (18/5/2021).

Dandim juga menyetujui adanya usulan LSM yang menempelkan stiker miskin di rumah penerima subsidi. Ini akan menjadi tanda dan membantu kontrol pengawasan.

Orang kaya yang tak berhak akan terbebani dengan stiker tersebut, sehingga mereka dengan sendirinya akan malu menggunakan LPG subsidi atau menerima bantuan sosial dari pemerintah.

‘’Saya berharap penempelan stiker di rumah warga miskin dipertimbangkan. Itu menjadi salah satu solusi yang baik,’’ imbuhnya.

Sementara itu, Dandim juga mengaku sering melihat LPG subsidi diperjual belikan dengan bebas di sejumlah toko yang tidak berhak menyalurkan subsidi.

‘’Logikanya namanya subsidi tak bisa diperjual belikan. Itu mereka ambil keuntungan, entah main dengan pangkalan atau masyarakat yang memiliki modal. Mari kita operasi, kita bisa langsung penegakan hukum di tempat,’’ tegasnya.

Baca Juga:  Ratusan Liter Miras dan Arak Dimusnahkan Satgas Pamtas RI - Malaysia Yonarhanud 16/SBC di Krayan
Imbauan Untuk Pertamina

Dandim juga berharap agar PT. Pertamina sebagai suplier dan pelaksana program LPG subsidi bisa mengevaluasi Permen ESDM yang mengatur tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Penetapan Harga LPG subsidi hanya diperuntukkan bagi rumah tangga miskin dengan penghasilan di bawah Rp 1,5 juta dan kegiatan Usaha Kecil dan Mikro (UKM).

Menurutnya, kondisi geografis dan kontur wilayah di Indonesia tidak semua sama sehingga tidak bisa kebijakan dipukul rata antara wilayah perbatasan RI – Malaysia dengan wilayah Jawa.

‘’Orang dengan penghasilan Rp1,5 juta perlu dikaji kalau untuk Nunukan. Saya katakan tidak sama standar taraf hidup tiap daerah. Mungkin hidup di Semarang Rp. 1,5 juta bisa sebulan, di Jakarta seminggu dan di Nunukan yang merupakan perbatasan Negara tentu beda lagi. Tolong ini menjadi evaluasi Pertamina,’’ imbuhnya.

Dandim meminta Pertamina agar tidak selalu beralasan dengan cuaca ketika distribusi terlambat.

Alasan tersebut, kata dia, akan membuat Basuki Cahaya Purnama alias Ahok sebagai Komisaris Utama PT. Pertamina marah besar karena pelayanan prima menjadi prioritas.

‘’Masalah cuaca anda bisa koordinasi dengan BMKG. Saya selalu melihat antrean LPG 3 Kg di banyak tempat. Kalau Basuki Cahaya Purnama dengar transportasi untuk LPG subsidi terhambat cuaca, beliau akan marah. Saya kenal beliau, jadi jangan sampai ini terdengar beliau. Yang perlu disalahkan adalah manajemen Pertamina Tarakan dan Pertamina Balikpapan yang kurang baik,’’ kata dia.

Persoalan LPG subsidi untuk Nunukan memang sebuah ironi karena masyarakat Nunukan sendiri sampai hari ini masih mengandalkan LPG Malaysia.

Jumlah LPG dari negeri jiran juga lebih banyak dan lebih mudah didapatkan ketimbang LPG Pertamina.

Hanya saja, saat PLBN Sebatik selesai dibangun, maka masyarakat dipastikan akan kesulitan mendapat LPG Malaysia.

Baca Juga:  Masa Pandemi Covid-19, Satgas Pamtas RI – Malaysia Ajak Masyarakat Bercocok Tanam Dengan Membagi Bibit Sayur Mayur

‘’Tolong bagi Pertamina menambah kuota LPG non subsidi ke Nunukan. Masyarakat masih agak sulit mendapat LPG non subsidi Pertamina apalagi ini lockdown akibat pandemi covid-19,’’ katanya. (Dzulviqor)

 2,947 dibaca,  9 dibaca hari ini

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabar Lainnya

Hukum

Menanggapi keterlibatan dua angotanya, Syaiful menegaskan, tidak ada toleransi bagi anggotanya yang terlibat penyalahgunaan narkoba.

Nunukan

NUNUKAN – Baru kenal sekitar sebulan lewat jejaring sosial Facebook, Cecep Bagja (28) pemuda asal kota Garut, Jawa Barat, ini mantap terbang ke Nunukan...

Hukum

NUNUKAN – Satuan Resor Narkoba (Satreskoba) Polres Nunukan, kembali mengungkap kepemilikan narkoba golongan 1 jenis sabu-sabu seberat 3,8 kilogram, Kamis (27/05) malam. Sabu-sabu tersebut...

Ekonomi

NUNUKAN – Puluhan tenaga honor di sejumlah instansi Pemerintah Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara mempertanyakan alasan pemberhentian mereka, dalam agenda hearing yang dilakukan di ruang...