Connect with us

Hi, what are you looking for?

Pendidikan

Kesulitan Akibat Banjir yang Dihadapi Oleh Pelajar dan Guru di SMAN 1 Sembakung

NUNUKAN – Demi mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN) puluhan pelajar SMAN I Sembakung, Kabupaten Nunukan, harus berjuang melawan banjir, agar bisa sampai di sekolah.

‘’Mereka bungkus tas sekolah berisi berisi seragam sekolah dengan plastik, itu diletakkan di kepala dan diikat sedemikian rupa, handphone dibungkus dengan plastik es, lalu berenang sama-sama dari rumah menuju perahu jemputan dari sekolah,’’ tutur Rohani, Kepala Sekolah SMAN 1 Sembakung, Jumat (27/5).

Rohani menceritakan, bahkan ketika sampai di sekolah, sebagian besar anak muridnya berada dalam kondisi lapar.

‘’Sedihnya itu mereka bertanya, adakah makanan bu? Kami belum makan sejak pukul empat subuh, akhirnya kita alokasikan anggaran sekolah untuk pembelian konsumsi,’’ lanjutnya.

Anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di sekolah ini, peruntukannya terbilang tidak biasa.

Rohani mengatakan, sekolah harus mengeluarkan sekitar Rp. 500.000 untuk sewa perahu dayung demi menjemput peserta OSN.

Sekolah juga menganggarkan pembelian bensin sebanyak 20 liter untuk genset karena listrik lumpuh akibat banjir.

‘’Kita ini sedih dan senang bersama, genset saja kadang sedih kalau dimaksimalkan pemakaiannya, suaranya sampai menggerung-gerung. Kita melihat bagaimana perjuangan pelajar kita untuk ikut OSN. Itu jadi penyemangat dan juga evaluasi kinerja para guru di pelosok ini,’’ kata Rohani lagi.

Upaya yang dilakukan demi mengikuti OSN

Sebelumnya, akibat banjir sekolah mengeluarkan kebijakan untuk meliburkan aktivitas belajar mengajar.

Namun, karena ada OSN pada tanggal 24-25 Mei 2022, sekolah berupaya dengan segala daya agar peserta bisa ikut dan bisa membuktikan kemampuan mereka di kancah nasional.

‘’Dari 24 pelajar peserta OSN, 2 pelajar kami untuk bidang ekonomi dan kimia tidak bisa ikut. Mereka tinggal di daerah cukup jauh dari sekolah, sementara arus sungai cukup deras dan tantangannya jiram. Itu berbahaya sekali,’’ kata Rohani.

Baca Juga:  Masih Banyak Guru Honorer di Dataran Tinggi Krayan Bergaji Rp.100.000 per Bulan
Kerusakan Akibat Banjir

Sementara itu, persoalan lain yang sangat memprihatinkan akibat banjir, adalah rusaknya saranga dan prasarana sekolah.

“Ada 9 roombel di SMAN 1 Sembakung terendam, dan sebanyak 3 unit komputer rusak,” ujarnya.

Beruntung, sekolah ini memiliki gedung bantuan Povinsi Kaltara dengan 3 roombel yang dibangun dengan struktur panggung, di tempat itulah, OSN dilakukan.

Hanya saja, sebagai salah satu wilayah yang paling parah terdampak banjir, tantangan selanjutnya adalah dalam menghadapi pelaksaan Ujian Nasional (UN) pada 6 Juni 2022 mendatang.

Banjir yang mengakibatkan listrik terputus, jaringan internet tidak stabil dan membuat Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tidak bisa dilakukan.

‘’Kita sampaikan kondisi ini ke Provinsi, kami berharap jika masih banjir karena cuaca tidak menentu terus terjadi, kalau bisa UN kita lakukan dengan sistem manual atau Paper Baset Test (PBT),’’ harapnya.

Permohonan tersebut, hanya jika terjadi kondisi banjir seperti yang sedang terjadi saat ini.

Meski ada solusi lain dengan menggunakan aplikasi WhatsApp, tapi keamanan dan kerahasiaan soal ujian tidak bisa terjamin.

‘’Sekedar usulan saja, semoga saja banjir tidak lagi datang dan segera surut,’’ kata Rohani. (Dzulviqor)

 683 dibaca,  4 dibaca hari ini

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabar Lainnya

Olahraga

NUNUKAN – Sabri, salah satu Atlet panjat tebing asal Nunukan, yang pernah meraih medali emas (perorangan) pada PON XVII 2012 di Riau, Perunggu (perorangan)...

Hukum

Menanggapi keterlibatan dua angotanya, Syaiful menegaskan, tidak ada toleransi bagi anggotanya yang terlibat penyalahgunaan narkoba.

Nunukan

NUNUKAN – Baru kenal sekitar sebulan lewat jejaring sosial Facebook, Cecep Bagja (28) pemuda asal kota Garut, Jawa Barat, ini mantap terbang ke Nunukan...

Hukum

NUNUKAN – Satuan Resor Narkoba (Satreskoba) Polres Nunukan, kembali mengungkap kepemilikan narkoba golongan 1 jenis sabu-sabu seberat 3,8 kilogram, Kamis (27/05) malam. Sabu-sabu tersebut...