Connect with us

Hi, what are you looking for?

Sosial

BPBD Nunukan Tetapkan Siaga Darurat Bencana Banjir

Dokumentasi BPBD Nunukan.

NUNUKAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan Kalimantan Utara menetapkan status siaga darurat bencana banjir.

Plt. BPBD Nunukan, Muhammad Amin mengatakan penetapan status siaga darurat ini berdasarkan kondisi di wilayah terdampak yang makin meluas hingga hari ini.

’Kita sudah mengambil langkah dalam penanganan kebencanaan. Kita tetapkan status siaga darurat merespon musibah banjir tahunan yang saat ini berdampak lebih luas dari banjir awal 2021,’’ ujar Muhammad Amin, Jumat (28/05).

Amin menegaskan, status siaga darurat merupakan respon cepat agar pemerintah bisa segera menaikkan status, menjadi tanggap darurat ketika benar-benar harus dilakukan.

‘’Kita akan terus menerima laporan setiap jam. Masyarakat diimbau waspada terutama malam hari. Eskalasi banjir dimungkinkan masih akan meluas karena BMKG memprediksi curah hujan masih tinggi di wilayah-wilayah yang kebanjiran di Nunukan,’’ kata Amin.

Laporan terakhir yang diterima BPBD Nunukan, ketinggian air di Kecamatan Sembakung mencapai 4,8 meter.

Akibatnya ada sekitar 352 rumah yang dihuni oleh 440 Kepala Keluarga dengan jumlah sekitar 1500 jiwa yang terdampak, serta sebanyak 15 bangunan pemerintah juga dilaporkan terendam.

Pelayanan kesehatan di Puskesmas Sembakung saat ini dialihkan ke depan kantor camat Sembakung.

‘’Kita siapkan tenda besar di jalan raya. Sebelum air surut, pelayanan puskesmas masih dilakukan di tempat tersebut,’’ imbuhnya.

Sementara itu untuk mengatasi kendala transportasi, BPBD Nunukan juga telah mengirimkan mesin tempel 40 PK dan 1 unit motocross.

Sebelumnya diberitakan bencana banjir merendam sembilan kecamatan di Kabupaten Nunukan.

Kecamatan tersebut adalah Sebuku, Tulin Onsoi, Sembakung, Sembakung Atulai, Lumbis Hulu, Lumbis Pensiangan, Lumbis Ogong, Krayan Induk, dan Krayan Selatan.

Banjir yang rutin terjadi setiap tahun tersebut ditengarai sebagai banjir kiriman yang berasal dari aliran Sungai Talangkai di Sepulut Sabah – Malaysia, dan memasuki wilayah Indonesia melalui sungai Labang, sungai Pensiangan dan sungai Sembakung. (Dzulviqor)

 1,384 dibaca,  3 dibaca hari ini

Baca Juga:  Puluhan Jurnalis Nunukan Deklarasikan FKWN, Wadah Insan Pers di Perbatasan RI – Malaysia
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabar Lainnya

Hukum

Menanggapi keterlibatan dua angotanya, Syaiful menegaskan, tidak ada toleransi bagi anggotanya yang terlibat penyalahgunaan narkoba.

Nunukan

NUNUKAN – Baru kenal sekitar sebulan lewat jejaring sosial Facebook, Cecep Bagja (28) pemuda asal kota Garut, Jawa Barat, ini mantap terbang ke Nunukan...

Hukum

NUNUKAN – Satuan Resor Narkoba (Satreskoba) Polres Nunukan, kembali mengungkap kepemilikan narkoba golongan 1 jenis sabu-sabu seberat 3,8 kilogram, Kamis (27/05) malam. Sabu-sabu tersebut...

Ekonomi

NUNUKAN – Puluhan tenaga honor di sejumlah instansi Pemerintah Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara mempertanyakan alasan pemberhentian mereka, dalam agenda hearing yang dilakukan di ruang...