NINUKAN, KN – Dugaan penganiayaan terhadap seorang guru agama di SD Negeri 001 Sebatik Tengah, Nunukan, Kalimantan Utara, memicu amarah publik. Ibu Halimah, sang guru, sempat mendapatkan perawatan medis di Tarakan setelah kondisi fisiknya merosot tajam. Muhammad Nurhidayat, anak kandung korban, mengunggah curahan hati di media sosial yang mengungkap tindakan semena-mena oknum kepala sekolah terhadap ibunya.
Kedok Senyum Ibu di Balik Kekerasan Fisik
Muhammad Nurhidayat menceritakan ketegaran Ibu Halimah selama menghadapi tekanan di sekolah. Korban selalu pulang ke rumah dengan senyum manis seolah tanpa beban demi menenangkan hati anak-anaknya. Namun, kenyataannya sang ibu menelan sendiri kepahitan akibat intimidasi lingkungan kerja yang tidak manusiawi.
Pimpinan sekolah tersebut melarang Ibu Halimah masuk ke ruang kantor guru dan memaksanya menempati perpustakaan yang minim fasilitas. Puncak kekerasan terjadi saat oknum kepala sekolah melempar kursi serta sekop sampah ke arah korban. Meski lemparan kursi tersebut tidak mengenai fisik secara langsung, tindakan kasar itu menghancurkan mental korban hingga ia jatuh sakit.
Penindasan Administrasi dan Harga Diri Keluarga
Aksi sewenang-wenang sang pemimpin sekolah juga menyentuh aspek kesejahteraan finansial korban. Kepala sekolah secara sengaja menahan tanda tangan untuk kelengkapan berkas administrasi. Aksi ini menyebabkan Ibu Halimah gagal mencairkan tunjangan sertifikasi selama satu tahun dengan nilai mencapai Rp45 juta.
Keluarga korban menegaskan harga diri merupakan hal paling mahal bagi mereka. Muhammad Nurhidayat sangat menyayangkan sikap pemimpin yang mencampuradukkan masalah pribadi dengan urusan pekerjaan. Ia menilai pimpinan sekolah mengambil keputusan berdasarkan dendam serta nafsu pribadi semata.
Penyelidikan Dinas Pendidikan Nunukan
Hingga saat ini, Kepala SDN 001 Sebatik Tengah tetap menutup diri dari upaya konfirmasi media. Ia sama sekali tidak merespons panggilan telepon maupun pesan singkat wartawan. Sikap bungkam ini semakin memicu kecaman publik yang terus mengalirkan komentar pedas di media sosial.
Kepala Dinas Pendidikan Nunukan, Akhmad, mulai bergerak untuk merespons situasi tersebut. Ia memerintahkan tim investigasi melakukan penyelidikan mendalam guna mengungkap kronologi kasus secara transparan. Dinas Pendidikan berkomitmen menuntaskan kasus ini untuk memastikan perlindungan bagi tenaga pendidik di wilayah Nunukan.
![]()












































