Connect with us

Hi, what are you looking for?

Sosial

Kisah Anak Pemukat Rumput Laut di Pesisir Nunukan, Dipukul Ibunya Karena Makan Ubi Rebus yang Menjadi Menu Sarapan Besok Pagi

NUNUKAN – Gadis cilik berusia 5 tahun yang tinggal di pesisir Pantai Ecing, Nunukan, Kalimantan Utara, menangis kencang ketika dipukul ibunya karena memakan ubi rebus, yang dipersiapkan untuk sarapan keluarganya besok pagi.

Si gadis kecil yang lapar tersebut, hanya menangis sambil menggenggam sepotong singkong rebus, tanpa menjawab ataupun melawan.

Adegan pemukulan dan suara tangis gadis cilik tersebut, dilihat salah satu warga Nunukan yang sedang memancing. Ia pun merasa iba, dan seketika timbul ide menghubungi teman temannya di kontak WhatsApp untuk mengumpulkan donasi demi meringankan beban keluarga gadis malang tersebut.

Dari ajakan donasi tersebut, cerita keluarga nelayan di sekitar Pantai Ecing yang memukuli anaknya karena lapar, menyebar di sejumlah grup WhatsApp.

‘’Kami datangi keluarga nelayan tersebut tadi pagi, kita berikan bantuan sembako, semoga meringankan beban mereka,’’ ujar Kapolres Nunukan, AKBP Taufik Nurmandya, Senin (10/6/2024).

Taufik mengatakan, keluarga gadis malang tersebut, ternyata memang kerap mengalami kelaparan karena kepala keluarga mereka, hanya bekerja serabutan di laut.

Adalah Amir (34), seorang pemukat rumput laut, yang telah menetap di Nunukan selama 6 tahun.

Ia tinggal di bangunan kayu yang tersambung dengan penjemuran rumput laut. Ia hanya mengandalkan hasil memukat rumput laut.

Sementara istrinya bernama Ainun (28), juga hanya bekerja membantu mengeringkan hasil pukat suaminya, yang hasilnya tidak menentu.

Padahal, pasangan asal Pulau Jawa ini, harus menghidupi tiga anaknya yang masih kecil.

‘’Menurut tetangganya, keluarga itu memang sering hanya makan singkong rebus atau sayuran. Apalagi kalau musim hujan seperti sekarang, dia tidak kerja, jadi tidak ada penghasilan,’’ ujarnya lagi.

Bayangan gadis cilik yang memegang potongan singkong rebus saat dipukul ibunya, memancing keprihatinan dan simpati.

Baca Juga:  Banjir Genangi 4 Desa di Kecamatan Sembakung, Warga Memilih Bertahan di Pungkau

Taufik mengatakan, tidak seharusnya, kondisi mereka terbiar, apalagi sampai tidak mampu membeli beras.

‘’Kebetulan Polres Nunukan masih dalam rangka merayakan HUT Bhayangkara 78. Kita mendengar informasi tersebut, sehingga kita salurkan bantuan sembako. Semoga meringankan beban hidup mereka,’’ kata Taufik.

Taufik berharap, kondisi keluarga Amir segera mendapat perhatian dari Pemerintah Daerah.

Alangkah baiknya jika Dinas Sosial, memasukkan nama mereka dalam daftar penerima BLT, sehingga tidak perlu lagi terdengar ada keluarga lapar, sementara tetangganya berkecukupan.

‘’Semoga keluarga Pak Amir bisa mendapat perhatian. Bisa masuk dalam daftar keluarga penerima bantuan Dinsos. Karena kondisi mereka memang seharusnya dibantu,’’ harap Taufik. (Dzulviqor)

Loading

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabar Lainnya

Nunukan

NUNUKAN – Bank Rakyat Indonesia (BRI) cabang Nunukan, merilis hasil investigasi kasus hilangnya uang nasabah bernama Betris, senilai kurang lebih Rp. 384 juta, Selasa,...

Olahraga

NUNUKAN – Sabri, salah satu Atlet panjat tebing asal Nunukan, yang pernah meraih medali emas (perorangan) pada PON XVII 2012 di Riau, Perunggu (perorangan)...

Hukum

Menanggapi keterlibatan dua angotanya, Syaiful menegaskan, tidak ada toleransi bagi anggotanya yang terlibat penyalahgunaan narkoba.

Nunukan

NUNUKAN – Bank Rakyat Indonesia (BRI) menggelar senam sehat, bertajuk ‘Bilang aja gak terhadap kejahatan perbankan’, di halaman Kantor Cabang BRI, Jalan TVRI, Nunukan...