Connect with us

Hi, what are you looking for?

Politik

Jambri Pranata, Dokter Spesialis Saraf Nunukan yang Milih Mundur dari ASN Untuk Maju Pilkada 2024

NUNUKAN – dr.Jambri Pranata Sp.S.M Kes. FINA, memutuskan mundur dari ASN untuk masuk dalam bursa Pilkada Nunukan 2024.

‘’Panggilan hati nurani yang melatar belakangi saya maju menjadi Bakal Calon Bupati Nunukan. Setiap kali bertemu dengan masyarakat, semua berbicara kesejahteraan, dan membuat saya yang merupakan putra daerah, memutuskan untuk maju. Nunukan Maju, menjadi slogan saya,’’ ujar Jambri, ditemui, Jumat (29/3/2024).

Meski diprediksi akan bertarung melawan kandidat yang memiliki modal kuat dan berpengalaman di bidang politik, pria yang akrab disapa dokter Aco ini, mengaku tak gentar.

Menurut dia, dalam pesta demokrasi, pemilik modal atau seberapa tenar calon yang maju, bukanlah penentu.

‘’Yang memilih rakyat dan penentunya suara rakyat. Mungkin secara finansial saya tidak bisa dibandingkan, bisa dikatakan Daud versus Goliath. Kita punya Tuhan, yang Maha Kaya, dan Maha Menentukan,’’ sebutnya.

Pelayanan saraf di RSUD terus berjalan

Lebih lanjut, dia menyampaikan, meski dirinya sudah tidak lagi bertugas di RSUD Nunukan, pelayanan bagian saraf tidak mengalami kekosongan.

‘’Pelayanan tetap utama, saya sudah koordinasi dengan Unhas, setiap dua bulan ada dikirim dokter saraf untuk memastikan pelayanan tetap aktif. Jadi itu sudah saya pikirkan, dan begitu juga ketika saya nanti menjadi Bupati Nunukan, Insyaalloh, pelayanan bagi masyarakat adalah hal utama,’’ tegasnya.

Keputusannya untuk mengajukan mundur dari ASN, salah satu bentuk keseriusan untuk maju menjadi orang nomor satu di Nunukan.

‘’Banyak yang bertanya, gak rugi belum masa pensiun PNS, terus meninggalkan profesi dokter demi nyalon Bupati. Saya katakan ini panggilan hati. Dan saya sangat sadar semua konsekuensinya,’’ kata Jambri.

Bawa slogan Nunukan Maju

Jambri mengaku sudah lama berniat maju sebagai Calon Bupati Nunukan. Hatinya selalu tergugah saat berkumpul dengan warga yang kerap berkeluh kesah dengan kondisi ekonomi.

Baca Juga:  Ini Dua Dapil Baru yang Menjadi Wacana KPU Nunukan Untuk Memenuhi Penambahan 5 Kursi Parlemen

Di sisi lain, Kaltara dinobatkan sebagai provinsi nomor dua paling bahagia se-Indonesia.

Banyak warga perbatasan RI – Malaysia ini berdiskusi tentang banyaknya piagam penghargaan yang diraih Nunukan, baik itu piagam tentang pengelolaan APBD, piagam untuk kinerja Bupati, hingga piala Adipura yang memiliki penilaian baik di mata pusat.

‘’Sementara fakta di lapangan tidak sejalan dengan apa yang diraih. Kita memiliki masalah komplek dengan sampah, kita punya problem dengan kelistrikan, ketersediaan air bersih, dan yang paling utama, adalah ketersediaan pangan,’’ ujarnya lagi.

‘’Saya lahir dan hidup di Nunukan, saya menyaksikan sendiri bagaimana Nunukan. Kita ingin Nunukan lebih maju, lebih sejahtera,’’ tambahnya.

Jadikan Nunukan mandiri pangan

Sejak Nunukan berdiri 25 tahun lalu, lanjut Jambri, wilayah yang berbatasan langsung dengan Malaysia ini tidak memiliki kemandirian pangan.

Ribuan hektar lahan tidur tidak terkelola dengan baik, sehingga, nyaris seluruh kebutuhan pokok, mengandalkan Malaysia, dan juga kiriman dari Sulawesi, maupun Surabaya.

‘’Kita akan hidupkan lahan lahan tidur yang sangat luas itu. Kita sudah berkoordinasi dengan sejumlah produsen pupuk di beberapa daerah, termasuk untuk memasukkan pupuk organik dengan bahan nano teknologi. Artinya, untuk menjadikan Nunukan mandiri pangan, kita sudah lakukan persiapan matang,’’ tegasnya.

Sebagai gambaran, petani di Nunukan Selatan, mampu menghasilkan Rp 100 juta/bulan, bahkan lebih, dari hasil menanam melon dan semangka.

Gambaran ini, akan lebih berkembang dengan intervensi pemerintah. Bukan hanya buah, ada kelapa sawit, ada rumput laut, padi dan jagung, semua butuh tangan dingin untuk bisa berkembang dan menjadi swasembada pangan.

‘’Wilayah perbatasan ini mendapat bagian istimewa dan menjadi prioritas pembangunan, tinggal bagaimana kita menyampaikan itu ke pusat. Kita buka apa saja masalah Nunukan dan berapa yang kita butuhkan. Kalau semua jelas dan datanya lengkap, pusat tidak mungkin diam, apalagi IKN butuh daerah sekitar sebagai penyangga pangan,’’ kata Jambri lagi.

Baca Juga:  Politik Dinasti Nunukan: Kerikil Dalam Sepatu Demokrasi
Serukan Pilkada damai

Saat ini, Jambri masih melakukan gerilya untuk mendapat dukungan Parpol. Ia mendaftar di penjaringan PKS yang memiliki 5 kursi di parlemen.

Jambri juga intens melakukan lobi lobi politik dengan banyak partai lain.

‘’Kita ikhtiar dan yakin akan maju di Pilkada. Bismillah, maju,’’ ucapnya.

Jambri juga mengatakan, di musim politik seperti sekarang, alangkah indahnya jika masyarakat saling guyub dan sama-sama menjaga silaturahmi.

Boleh boleh saja memperdebatkan program para kandidat Calon Bupati Nunukan, namun hendaknya, dilakukan dengan kepala dingin, tanpa provokasi.

‘’Pemilu ini pesta rakyat. Layaknya pesta rakyat, semua boleh terlibat. Nikmati pestanya, dan begitu selesai, kita kembali bertetangga, bersosialisasi, dan sama sama kembali diskusi demi Nunukan maju tanpa ada perpecahan dan dendam akibat beda pilihan,’’ imbaunya. (Dzulviqor)

Loading

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabar Lainnya

Nunukan

NUNUKAN – Bank Rakyat Indonesia (BRI) cabang Nunukan, merilis hasil investigasi kasus hilangnya uang nasabah bernama Betris, senilai kurang lebih Rp. 384 juta, Selasa,...

Olahraga

NUNUKAN – Sabri, salah satu Atlet panjat tebing asal Nunukan, yang pernah meraih medali emas (perorangan) pada PON XVII 2012 di Riau, Perunggu (perorangan)...

Nunukan

NUNUKAN – Bank Rakyat Indonesia (BRI) menggelar senam sehat, bertajuk ‘Bilang aja gak terhadap kejahatan perbankan’, di halaman Kantor Cabang BRI, Jalan TVRI, Nunukan...

Hukum

Menanggapi keterlibatan dua angotanya, Syaiful menegaskan, tidak ada toleransi bagi anggotanya yang terlibat penyalahgunaan narkoba.