<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sosial - Kabar Nunukan</title>
	<atom:link href="https://kabarnunukan.com/category/sosial/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kabarnunukan.com/category/sosial/</link>
	<description>Portal Berita Kalimantan Utara</description>
	<lastBuildDate>Thu, 18 Dec 2025 05:56:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://kabarnunukan.com/wp-content/uploads/2026/01/cropped-logo-kabar-nunukan-2026-32x32.png</url>
	<title>Sosial - Kabar Nunukan</title>
	<link>https://kabarnunukan.com/category/sosial/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>PMI Nunukan Kumpulkan Rp 138 Juta untuk Korban Banjir Sumatera dalam 12 Hari</title>
		<link>https://kabarnunukan.com/pmi-nunukan-donasi-banjir-sumatera/</link>
					<comments>https://kabarnunukan.com/pmi-nunukan-donasi-banjir-sumatera/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[KN]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Dec 2025 05:56:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Bantuan Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[Kaltara]]></category>
		<category><![CDATA[Musibah Sumatera]]></category>
		<category><![CDATA[Nunukan]]></category>
		<category><![CDATA[PMI Nunukan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarnunukan.com/?p=13632</guid>

					<description><![CDATA[<p>NUNUKAN, KN &#8211; Palang Merah Indonesia (PMI) Nunukan, Kalimantan Utara, bersama elemen masyarakat sukses menggalang dana bagi korban banjir di Pulau Sumatera. Mereka menjalankan aksi kemanusiaan ini mulai 3 hingga 15 Desember 2025 pada berbagai titik strategis. ​Relawan menyisir lampu merah jalan protokol, lingkungan sekolah, alun-alun, pasar, hingga sanggar komunitas seni. Aksi lapangan ini membuahkan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarnunukan.com/pmi-nunukan-donasi-banjir-sumatera/">PMI Nunukan Kumpulkan Rp 138 Juta untuk Korban Banjir Sumatera dalam 12 Hari</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarnunukan.com">Kabar Nunukan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><strong>NUNUKAN, KN</strong> &#8211; Palang Merah Indonesia (PMI) Nunukan, Kalimantan Utara, bersama elemen masyarakat sukses menggalang dana bagi korban banjir di Pulau Sumatera. Mereka menjalankan aksi kemanusiaan ini mulai 3 hingga 15 Desember 2025 pada berbagai titik strategis.</p>
<p dir="ltr">​Relawan menyisir lampu merah jalan protokol, lingkungan sekolah, alun-alun, pasar, hingga sanggar komunitas seni. Aksi lapangan ini membuahkan hasil signifikan bagi para korban musibah.</p>
<h3 dir="ltr">​Jamin Transparansi Publik</h3>
<p dir="ltr">​Ketua PMI Nunukan, Sadam Husein, membeberkan hasil perolehan dana dalam jumpa pers, Kamis (18/12). Melalui pengumuman ini, PMI Nunukan menunjukkan rincian nominal serta arah bantuan sebagai bukti akuntabilitas kinerja kepada publik.</p>
<p dir="ltr">​&#8221;Masyarakat menyumbangkan total Rp 138.613.708 selama 12 hari aksi kami,&#8221; ujar Sadam.</p>
<p dir="ltr">​PMI Nunukan sengaja mengarahkan bantuan dalam bentuk uang tunai. Saat ini, kendala distribusi barang masih menghambat bantuan logistik menuju lokasi bencana. Medan yang sulit terjangkau membuat pengiriman barang fisik menjadi kurang efektif.</p>
<p dir="ltr">​Pihaknya mengikuti instruksi PMI Pusat agar memprioritaskan donasi uang. Langkah ini memudahkan tim lapangan membelanjakan kebutuhan warga pada wilayah terdekat dari titik banjir.</p>
<h3 dir="ltr">​Rincian Penyaluran Dana</h3>
<p dir="ltr">​PMI Nunukan menyetorkan seluruh donasi tersebut melalui PMI Provinsi Kaltara. Secara kolektif, PMI Kaltara menghimpun dana sebesar Rp 393.867.363 untuk masyarakat Sumatera.</p>
<p dir="ltr">​Pihak PMI membagi anggaran tersebut ke tiga provinsi terdampak:</p>
<ul>
<li dir="ltr">​<b>Aceh:</b> Rp 157.546.945</li>
<li dir="ltr">​<b>Sumatera Utara:</b> Rp 137.853.577</li>
<li dir="ltr">​<b>Sumatera Barat:</b> Rp 98.466.841</li>
</ul>
<p dir="ltr">​Sadam menilai bencana kali ini membawa dampak kerusakan yang sangat parah. Banjir menghancurkan pemukiman warga dan melenyapkan sebagian desa. Pemerintah Pusat pun perlu merancang pola penanganan jangka panjang karena penduduk kehilangan tempat tinggal mereka.</p>
<h3 dir="ltr">​Prioritas Kemanusiaan</h3>
<p dir="ltr">​Menanggapi pernyataan Mensos RI, Syaifullah Yusuf, perihal izin penggalangan dana, Sadam menolak berpolemik. Ia memilih fokus mencurahkan perhatian pada kondisi darurat yang menimpa para korban.</p>
<p dir="ltr">​&#8221;Kami tidak mengamini kontroversi terkait izin tersebut. Bagi kami, kemanusiaan berdiri di atas segalanya,&#8221; tegas Sadam. (Dzulviqor)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarnunukan.com/pmi-nunukan-donasi-banjir-sumatera/">PMI Nunukan Kumpulkan Rp 138 Juta untuk Korban Banjir Sumatera dalam 12 Hari</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarnunukan.com">Kabar Nunukan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://kabarnunukan.com/pmi-nunukan-donasi-banjir-sumatera/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sembako Rp 2,1 Miliar Salah Sasaran, ASN dan Anggota Dewan Nunukan Tercatat Terima Bantuan</title>
		<link>https://kabarnunukan.com/bansos-nunukan-salah-sasaran-asn-terima-bantuan/</link>
					<comments>https://kabarnunukan.com/bansos-nunukan-salah-sasaran-asn-terima-bantuan/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[KN]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Dec 2025 11:22:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Bansos Salah Sasaran]]></category>
		<category><![CDATA[Dinsos Nunukan]]></category>
		<category><![CDATA[Kaltara]]></category>
		<category><![CDATA[Nunukan]]></category>
		<category><![CDATA[Penerima Manfaat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarnunukan.com/?p=13578</guid>

					<description><![CDATA[<p>NUNUKAN, KN – Pembagian Bantuan Sosial (Bansos) Sembako senilai Rp 2,1 miliar bagi 7.523 warga penerima manfaat di Nunukan, Kalimantan Utara, menuai polemik. Proses pembagian Bansos ini disinyalir banyak tidak tepat sasaran. Data menunjukkan Aparatur Sipil Negara (ASN), Anggota TNI/POLRI, hingga anggota DPRD Nunukan terdaftar menerima Bansos tersebut. ​Verifikasi Data Pusat Belum Optimal ​Kepala Dinas Sosial [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarnunukan.com/bansos-nunukan-salah-sasaran-asn-terima-bantuan/">Sembako Rp 2,1 Miliar Salah Sasaran, ASN dan Anggota Dewan Nunukan Tercatat Terima Bantuan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarnunukan.com">Kabar Nunukan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><b>NUNUKAN, KN</b> – Pembagian Bantuan Sosial (Bansos) Sembako senilai Rp 2,1 miliar bagi 7.523 warga penerima manfaat di <b>Nunukan</b>, Kalimantan Utara, menuai polemik. Proses pembagian <b>Bansos</b> ini disinyalir banyak tidak tepat sasaran. Data menunjukkan <b>Aparatur Sipil Negara (ASN), Anggota TNI/POLRI, hingga anggota DPRD Nunukan</b> terdaftar menerima Bansos tersebut.</p>
<h2 dir="ltr">​Verifikasi Data Pusat Belum Optimal</h2>
<p dir="ltr">​Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Nunukan, Faridah Aryani, mengungkapkan <b>pihaknya baru mengetahui</b> keganjilan data ini setelah Sembako terdistribusi kepada masyarakat. Faridah menjelaskan, Dinsos Nunukan kini <b>menggunakan</b> Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (<b>DTSEN</b>) sebagai dasar pendataan, menggantikan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).</p>
<p dir="ltr">​“Pemerintah pusat mengirim data itu kepada kami. Terus terang, <b>kami belum memverifikasi</b> data tersebut,” ujar Faridah, Kamis (11/12/2025).</p>
<p dir="ltr">​Beberapa nama yang masuk daftar penerima manfaat, termasuk ASN, anggota TNI, polisi, dan anggota dewan, langsung <b>mendatangi</b> Posko Bansos di Rumah Jabatan Bupati Nunukan. Mereka tegas <b>meminta Dinsos mencoret</b> nama mereka dari daftar penerima.</p>
<p dir="ltr">​“Nama mereka masuk sebagai penerima. Sebenarnya ini bukan kesalahan mereka, tetapi <b>kami harus segera memverifikasi</b> ulang data DTSEN,” tegasnya.</p>
<h2 dir="ltr">​Dinsos Ungkap Perbedaan Data Terbaru</h2>
<p dir="ltr">​<b>Padahal</b>, Faridah menerangkan, DTSEN seharusnya menjadi kumpulan data nasional berbasis digital yang <b>mengklasifikasikan</b> tingkat kesejahteraan seluruh penduduk, mulai dari sangat miskin hingga mampu. Data yang tercatat semestinya lebih akurat sekaligus <b>memudahkan</b> identifikasi penerima bantuan secara tepat.</p>
<p dir="ltr">​Sebelumnya, Dinsos Kabupaten Nunukan sudah <b>menyerahkan</b> data terbaru masyarakat pada 2024. Faridah mengira pemerintah pusat telah <b>menyalin</b> data terverifikasi tersebut ke dalam DTSEN, sehingga penerima Bansos dipastikan masuk kategori Desil 1, Desil 2, dan Desil 3 (sangat miskin, miskin, dan hampir miskin).</p>
<p dir="ltr">​“Ternyata data DTSEN tidak sama. <b>Oleh karena itu</b>, kami segera <b>memverifikasi</b> ulang, sekaligus <b>mensosialisasikan</b> apa itu DTSEN kepada masyarakat,” sambungnya.</p>
<h2 dir="ltr">​Bupati Minta Perbaikan Data dan Kejujuran Warga</h2>
<p dir="ltr">​<b>Menyikapi masalah ini</b>, Bupati Nunukan, Irwan Sabri, secara khusus <b>meminta Dinsos segera memverifikasi</b> ulang data DTSEN yang menjadi dasar pembagian Bansos.</p>
<p dir="ltr">​“Jangan sampai Bansos salah sasaran dan <b>memunculkan</b> opini tidak baik di tengah masyarakat. Segera <b>verifikasi</b> ulang datanya. Pemberian Bansos jangan sampai <b>menyakiti</b> hati masyarakat, karena yang berhak tidak dapat, tapi orang mampu malah menerima,” ujar Irwan.</p>
<p dir="ltr">​Irwan Sabri juga <b>meminta</b> kejujuran masyarakat. Dia <b>menegaskan</b>, orang mampu tidak sepatutnya <b>mengaku</b> miskin dan <b>merebut</b> hak warga yang kurang beruntung.</p>
<p dir="ltr">​“Kami sudah <b>menganggarkan</b> untuk membantu masyarakat kita yang kurang beruntung. Kami sengaja <b>tidak mendatangkan</b> artis dan <b>mengurangi</b> banyak acara seremonial pada perayaan HUT Nunukan kemarin, demi <b>mengalihkan</b> anggaran bagi program yang menyentuh langsung masyarakat,” jelasnya.</p>
<p dir="ltr">​“Niat baik Pemda jangan sampai <b>ternoda</b> oleh Bansos yang justru orang mampu terima,” tegasnya.</p>
<p dir="ltr">​<b>Untuk sementara</b>, Dinsos <b>memanggil</b> para Ketua RT. <b>Tujuannya</b>, mereka memastikan penerima Bansos benar-benar nama-nama yang layak. Dinsos juga <b>meminta</b> masing-masing Ketua RT <b>menyerahkan</b> tiga nama warganya yang perlu dibantu untuk <b>menggantikan</b> nama-nama penerima yang salah sasaran.</p>
<h2 dir="ltr">​Anggaran Bansos Naik Rp 5 Miliar Tahun Depan</h2>
<p dir="ltr">​Irwan Sabri menjelaskan, Pemda Nunukan <b>menganggarkan</b> Rp 2,1 miliar untuk pengadaan Bansos bagi 7.523 penerima manfaat tahun ini. Bansos Sembako berisi 5 Kg beras, 2 liter minyak goreng, 2 Kg gula pasir, 2 Kg tepung terigu, 1 botol sirup, dan 1 kaleng susu kental manis.</p>
<p dir="ltr">​“Saya <b>meminta</b> verifikasi data selesai secepatnya. Sebab, tahun depan kami akan <b>menganggarkan</b> lagi sekitar <b>Rp 5 miliar</b> untuk semua penerima manfaat se-Kabupaten Nunukan,” pungkasnya. (Dzulviqor)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarnunukan.com/bansos-nunukan-salah-sasaran-asn-terima-bantuan/">Sembako Rp 2,1 Miliar Salah Sasaran, ASN dan Anggota Dewan Nunukan Tercatat Terima Bantuan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarnunukan.com">Kabar Nunukan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://kabarnunukan.com/bansos-nunukan-salah-sasaran-asn-terima-bantuan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jembatan Akses Sekolah Ambruk di Perbatasan Nunukan, Brimob Bangun Kembali Demi Anak TKI</title>
		<link>https://kabarnunukan.com/brimob-bangun-jembatan-sebatik/</link>
					<comments>https://kabarnunukan.com/brimob-bangun-jembatan-sebatik/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[KN]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 Dec 2025 07:10:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Anak TKI]]></category>
		<category><![CDATA[Brimob Nunukan. Polda Kaltara]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarnunukan.com/?p=13507</guid>

					<description><![CDATA[<p>NUNUKAN, KN &#8211; Jembatan akses satu-satunya menuju Madrasah Ibtidaiyah (MI) Tapal Batas Darul Furqon ambruk setelah hujan lebat mengguyur Rabu (5/11/2025) malam. Akibatnya, 48 murid—90 persennya anak Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari Malaysia—harus berjuang melewati lumpur tebal atau memilih absen. ​“Jalannya memang licin dan banyak anak-anak jatuh. Banyak orangtua murid mengeluh dan bertanya sampai kapan [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarnunukan.com/brimob-bangun-jembatan-sebatik/">Jembatan Akses Sekolah Ambruk di Perbatasan Nunukan, Brimob Bangun Kembali Demi Anak TKI</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarnunukan.com">Kabar Nunukan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NUNUKAN, KN</strong> &#8211; Jembatan akses satu-satunya menuju Madrasah Ibtidaiyah (MI) Tapal Batas Darul Furqon ambruk setelah hujan lebat mengguyur Rabu (5/11/2025) malam. Akibatnya, 48 murid—90 persennya anak Tenaga Kerja Indonesia (TKI) <b>dari</b> Malaysia—harus berjuang melewati lumpur tebal atau memilih absen.</p>
<p dir="ltr">​<b>“Jalannya memang licin dan banyak anak-anak jatuh. Banyak orangtua murid mengeluh dan bertanya sampai kapan jalanan itu dilewati,”</b> keluh Kepala MI Darul Furqon, Adnan Lolo, saat dihubungi.</p>
<p dir="ltr">​Adnan menceritakan, kondisi ini membuat sebagian orangtua berniat memindahkan anak mereka ke sekolah lain. Bahkan, ia harus menggulung celana setiap hari demi melewati jalanan becek berlumpur menuju sekolah.</p>
<h2 dir="ltr">​<b>Aksi Brimob Kaltara di Sebatik</b></h2>
<p dir="ltr">​Menyikapi kondisi darurat ini, Satuan Brimob Kompi 2 Batalyon B Pelopor, Polda Kaltara, segera turun tangan. Mereka mulai membangun kembali jembatan di Kampung Loudres, Desa Sungai Limau, Kecamatan Sebatik Tengah, sejak Selasa (2/12/2025).</p>
<p dir="ltr">​Pasukan Brimob memulai pembangunan dengan membuat jembatan darurat, membersihkan puing-puing jembatan lama, dan melakukan pemancangan tiang.</p>
<p dir="ltr">​Komandan Satuan Brimob Polda Kaltara, <b>Kombes Pol. Sarly Sollu</b>, mengatakan, pembangunan ini merupakan wujud nyata pengabdian Brimob. &#8220;Kami mendukung kemajuan anak-anak sekolah dan masyarakat, serta menjamin keselamatan akses pendidikan bagi anak-anak di wilayah perbatasan,&#8221; ujar Sarly melalui pesan tertulis, <b>Minggu (7/12/2025).</b></p>
<h2 dir="ltr">​<b>Kapolda Kaltara Tinjau Langsung</b></h2>
<p dir="ltr">​Urgensi jembatan bagi anak-anak sekolah tapal batas ini menarik perhatian Kapolda Kaltara, Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy. Djati langsung meninjau pembangunan tersebut dan memberikan apresiasi tinggi.</p>
<p dir="ltr">​Ia menilai, dedikasi dan kepedulian Satuan Brimob menunjukkan pengabdian nyata kepada masyarakat. &#8220;Kehadiran Polri, khususnya Satuan Brimob, harus selalu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terlebih di wilayah perbatasan seperti Pulau Sebatik,&#8221; tutur Djati saat kunjungan kerja.</p>
<p dir="ltr">​Selain menjadi akses utama bagi murid MI Darul Furqon, <b>jembatan ini petani kelapa sawit juga gunakan</b>. Masyarakat sekitar pun turut bergabung dalam aksi gotong royong Tim Perbaikan Jembatan Kompi 2 Batalyon B Pelopor.</p>
<p dir="ltr">​Adnan Lolo berharap pembangunan ini dapat segera rampung. Ia ingin aktivitas belajar mengajar kembali berjalan lancar.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarnunukan.com/brimob-bangun-jembatan-sebatik/">Jembatan Akses Sekolah Ambruk di Perbatasan Nunukan, Brimob Bangun Kembali Demi Anak TKI</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarnunukan.com">Kabar Nunukan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://kabarnunukan.com/brimob-bangun-jembatan-sebatik/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Makin Meresahkan, Dinsos Nunukan Kirim Tiga ODGJ ke Tarakan untuk Rehabilitasi</title>
		<link>https://kabarnunukan.com/odgj-nunukan-rehabilitasi-tarakan-gratis/</link>
					<comments>https://kabarnunukan.com/odgj-nunukan-rehabilitasi-tarakan-gratis/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[KN]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Dec 2025 09:40:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Kaltara]]></category>
		<category><![CDATA[Nunukan]]></category>
		<category><![CDATA[ODGJ]]></category>
		<category><![CDATA[Rehabilitasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarnunukan.com/?p=13476</guid>

					<description><![CDATA[<p>NUNUKAN – Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSP3A) Nunukan, Kalimantan Utara, mengirim tiga Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) untuk direhabilitasi di Kota Tarakan, Kamis (4/12/2025). ​Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial DSP3A Nunukan, Parmedy, menyebutkan ketiga ODGJ tersebut: Sumi (perempuan), Rahman, dan Bacan. ​&#8221;Ada banyak ODGJ di Kabupaten Nunukan. Namun, kami memprioritaskan rehabilitasi untuk tiga [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarnunukan.com/odgj-nunukan-rehabilitasi-tarakan-gratis/">Makin Meresahkan, Dinsos Nunukan Kirim Tiga ODGJ ke Tarakan untuk Rehabilitasi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarnunukan.com">Kabar Nunukan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><b>NUNUKAN</b> – Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSP3A) Nunukan, Kalimantan Utara, <b>mengirim</b> tiga Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) untuk direhabilitasi di Kota Tarakan, Kamis (4/12/2025).</p>
<p dir="ltr">​Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial DSP3A Nunukan, Parmedy, <b>menyebutkan</b> ketiga ODGJ tersebut: Sumi (perempuan), Rahman, dan Bacan.</p>
<p dir="ltr">​&#8221;Ada banyak ODGJ di Kabupaten Nunukan. <b>Namun</b>, kami <b>memprioritaskan</b> rehabilitasi untuk tiga ODGJ yang <b>dinilai meresahkan</b> dan <b>sering dikeluhkan</b> masyarakat dulu,&#8221; ujar Parmedy.</p>
<h3 dir="ltr">​<b>Prioritas Tinggi: Kekerasan dan Membawa Senjata Tajam</b></h3>
<p dir="ltr">​Masyarakat <b>melaporkan</b> para ODGJ yang <b>kami kirim</b> ke Tarakan <b>sering melakukan</b> tindakan kekerasan dan hal-hal di luar kewajaran.</p>
<ul>
<li dir="ltr">​<b>Sumi:</b> Saat kambuh, ia <b>bahkan pernah membawa</b> pisau, <b>mengacungkannya</b> ke pengguna jalan, dan <b>menebar</b> ketakutan.</li>
<li dir="ltr">​<b>Rahman:</b> <b>Sering memukul</b> ibu kandungnya <b>hingga</b> harus mendapat perawatan intensif di IGD RSUD Nunukan.</li>
<li dir="ltr">​<b>Bacan:</b> <b>Kerap muncul</b> di jalanan dalam kondisi tanpa busana dan <b>meresahkan</b> masyarakat.</li>
</ul>
<p dir="ltr">​&#8221;Kami <b>mengirim</b> mereka untuk rehabilitasi 14 hari. Kami <b>selalu mengupayakan</b> pemulihan kondisi jiwa mereka. <b>Seluruh biaya</b> ditanggung gratis melalui pembiayaan BPJS Kesehatan,&#8221; jelas Parmedy.</p>
<h3 dir="ltr">​<b>ODGJ Meningkat, Tanggung Jawab Keluarga Mutlak</b></h3>
<p dir="ltr">​Data DSP3A Nunukan <b>mencatat</b> adanya penambahan jumlah ODGJ. <b>Faktanya</b>, jika di Tahun 2024 <b>tercatat</b> 393 orang, Tahun 2025 <b>mengalami</b> kenaikan menjadi 403 orang.</p>
<p dir="ltr">​Parmedy <b>menjelaskan</b>, banyak ODGJ <b>merupakan</b> eks deportan dari Malaysia. <b>Maka dari itu</b>, penanganan serius dan koordinasi dengan daerah asal ODGJ <b>sangat diperlukan</b>.</p>
<p dir="ltr">​Parmedy <b>menekankan</b>, ODGJ yang selesai direhabilitasi <b>biasanya</b> <b>dinyatakan</b> pulih. <b>Meskipun demikian</b>, peran keluarga <b>menjadi</b> sangat penting <b>untuk memastikan</b> mereka <b>meminum</b> obatnya secara rutin dan <b>mendapat</b> perhatian khusus.</p>
<p dir="ltr">​&#8221;Dinsos <b>tidak sepenuhnya</b> mengurus ODGJ 24 jam, apalagi pasca-rehabilitasi. <b>Tanggung jawab penuh</b>, termasuk jika merugikan orang lain, <b>harus diemban</b> oleh keluarga,&#8221; tegas Parmedy.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarnunukan.com/odgj-nunukan-rehabilitasi-tarakan-gratis/">Makin Meresahkan, Dinsos Nunukan Kirim Tiga ODGJ ke Tarakan untuk Rehabilitasi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarnunukan.com">Kabar Nunukan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://kabarnunukan.com/odgj-nunukan-rehabilitasi-tarakan-gratis/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Geger! Calon Pengantin Digerebek Warga Saat Mesum Dekat Pesantren di Sebatik</title>
		<link>https://kabarnunukan.com/pasangan-mesum-sebatik-digerebek/</link>
					<comments>https://kabarnunukan.com/pasangan-mesum-sebatik-digerebek/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[KN]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Nov 2025 10:34:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Gerebek Warga]]></category>
		<category><![CDATA[Kaltara]]></category>
		<category><![CDATA[Nunukan]]></category>
		<category><![CDATA[Pasangan Mesum]]></category>
		<category><![CDATA[Sebatik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarnunukan.com/?p=13447</guid>

					<description><![CDATA[<p>NUNUKAN, KN – Geger! Warga Binasalam, Desa Liang Bunyu, Pulau Sebatik, Nunukan, Kalimantan Utara, menggerebek pasangan mesum. Penindakan warga ini berlangsung di salah satu penginapan tak jauh dari Pondok Pesantren, Kamis (27/11/2025) malam. ​&#8221;Masyarakat merasa marah sekali, ada kasus asusila begitu dekat pesantren. Alhasil, warga menggerebek pasangan zinanya,&#8221; ujar Ketua RT 08, Desa Liang Bunyu, [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarnunukan.com/pasangan-mesum-sebatik-digerebek/">Geger! Calon Pengantin Digerebek Warga Saat Mesum Dekat Pesantren di Sebatik</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarnunukan.com">Kabar Nunukan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><b>NUNUKAN, KN</b> – Geger! Warga Binasalam, Desa Liang Bunyu, Pulau Sebatik, Nunukan, Kalimantan Utara, <b>menggerebek</b> pasangan mesum. Penindakan warga ini berlangsung di salah satu penginapan tak jauh dari Pondok Pesantren, Kamis (27/11/2025) malam.</p>
<p dir="ltr">​&#8221;Masyarakat <b>merasa marah</b> sekali, ada kasus asusila begitu dekat pesantren. <b>Alhasil</b>, warga <b>menggerebek</b> pasangan zinanya,&#8221; ujar Ketua RT 08, Desa Liang Bunyu, Sebatik Barat, Zainuddin, saat kami hubungi Sabtu (29/11/2025).</p>
<p dir="ltr">​Warga <b>menganggap</b> pasangan tersebut <b>mengotori</b> citra Binasalam yang dikenal cukup agamis. Masyarakat <b>bahkan memprotes</b> pemilik <i>home stay</i> lantaran <b>membuka</b> usahanya dekat asrama pesantren putri.</p>
<h3 dir="ltr">​<b>Polisi Mengamankan Pelaku Sebelum Diamuk Massa</b></h3>
<p dir="ltr">​&#8221;Mereka berduaan di kamar <i>home stay</i> Sunrise. Kami <b>segera menyerahkan</b> mereka ke polisi <b>sebab</b> kami takut warga mengamuk,&#8221; imbuh Zainuddin.</p>
<p dir="ltr">​Kapolsek Sebatik Barat, Iptu Didik Triastoro, <b>membenarkan</b> kejadian tersebut. Didik <b>mengatakan</b>, pasangan yang warga gerebek di kamar <i>home stay</i> itu <b>berasal dari</b> domisili Pulau Sebatik.</p>
<p dir="ltr">​&#8221;Laki-laki berusia 25 tahun, <b>sementara</b> pasangannya berusia sekitar 30 tahunan,&#8221; kata Didik.</p>
<p dir="ltr">​Fakta <b>mengejutkan</b> terungkap. Pasangan pria itu <b>ternyata</b> seorang calon pengantin.</p>
<p dir="ltr">​&#8221;Informasi menyebutkan laki-laki itu mau menikah, <b>sedangkan</b> perempuan sedang menjalani proses cerai, dan suaminya sedang berada di Sulawesi,&#8221; lanjutnya.</p>
<h3 dir="ltr">​<b>Mediasi Menyelesaikan Kasus Secara Kekeluargaan</b></h3>
<p dir="ltr">​Setelah penangkapan, pihak kepolisian <b>menghadirkan</b> keluarga kedua pasangan tersebut ke Mapolsek Sebatik Barat. <b>Pada akhirnya</b>, kedua belah pihak <b>mencapai</b> kesepakatan damai. Mereka <b>sama-sama setuju</b> tidak memperpanjang kasus perzinahan tersebut.</p>
<p dir="ltr">​&#8221;Kami <b>sebatas melakukan</b> mediasi. Dan kasusnya <b>selesai</b> secara kekeluargaan,&#8221; tutup Didik. (Dzulviqor)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarnunukan.com/pasangan-mesum-sebatik-digerebek/">Geger! Calon Pengantin Digerebek Warga Saat Mesum Dekat Pesantren di Sebatik</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarnunukan.com">Kabar Nunukan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://kabarnunukan.com/pasangan-mesum-sebatik-digerebek/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Angka ODGJ di Nunukan Melonjak Drastis 50% Lebih! Narkoba Jadi Biang Kerok Terbanyak</title>
		<link>https://kabarnunukan.com/odgj-nunukan-melonjak/</link>
					<comments>https://kabarnunukan.com/odgj-nunukan-melonjak/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[KN]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 16 Nov 2025 14:10:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Kalimantan Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kssus ODGJ Menimgkat]]></category>
		<category><![CDATA[Nunukan]]></category>
		<category><![CDATA[ODGJ]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarnunukan.com/?p=13360</guid>

					<description><![CDATA[<p>NUNUKAN, KN —Warga Nunukan, Kalimantan Utara, kembali dilanda keresahan. Serangkaian kasus orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang kambuh dan mengamuk terjadi lagi, memperparah kondisi di tengah lonjakan kasus ODGJ yang jumlahnya sudah melewati batas psikologis. ​Kasus paling baru, seorang ODGJ bernama Rahman tega menganiaya ibunya yang berusia 69 tahun hingga sang ibu menjalani perawatan intensif [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarnunukan.com/odgj-nunukan-melonjak/">Angka ODGJ di Nunukan Melonjak Drastis 50% Lebih! Narkoba Jadi Biang Kerok Terbanyak</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarnunukan.com">Kabar Nunukan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><b>NUNUKAN, KN </b>—Warga Nunukan, Kalimantan Utara, kembali dilanda keresahan. Serangkaian kasus orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang kambuh dan mengamuk terjadi lagi, <b>memperparah kondisi</b> di tengah lonjakan kasus ODGJ yang jumlahnya sudah melewati batas psikologis.</p>
<p dir="ltr">​Kasus paling baru, seorang ODGJ bernama Rahman tega menganiaya ibunya yang berusia 69 tahun hingga sang ibu menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Peristiwa tragis ini mengulang kasus sebelumnya, saat seorang wanita muda ODGJ, Sumi, sempat membawa pisau dan menakut-nakuti pengguna jalan.</p>
<p dir="ltr">​Penyebab kekambuhan ini selalu sama, <b>keterlambatan minum obat.</b></p>
<p dir="ltr">​Menyikapi itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Nunukan bergerak cepat dan <b>memberikan imbauan keras</b> kepada keluarga ODGJ. Kepala Dinkes Nunukan, <b>Miskia</b>, menegaskan, peran keluarga <b>menjadi &#8216;kunci&#8217; utama</b> untuk pemulihan dan pencegahan kekambuhan.</p>
<blockquote>
<p dir="ltr">​&#8221;Puskesmas memberikan obat-obatan gratis bagi keluarga ODGJ setiap bulan. Kami berharap keluarga <b>memastikan pemberian obat tidak sampai terlambat</b>,&#8221; ujar Miskia saat ditemui, Jumat (14/11/2025) lalu.</p>
</blockquote>
<h2 dir="ltr">Tembus 299 Kasus: Narkoba Pimpin Kenaikan 50%</h2>
<p dir="ltr">​Data Dinkes Nunukan menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Kasus <b>ODGJ di Nunukan</b> mengalami lonjakan signifikan, <b>meningkat dari sekitar 200 orang pada tahun 2024 menjadi 299 orang pada tahun 2025</b>. Artinya, daerah perbatasan ini <b>mencatat</b> kenaikan lebih dari 50% dalam satu tahun saja.</p>
<p dir="ltr">​Ironisnya, satu faktor dominan <b>menyebabkan</b> mayoritas penderita <b>ODGJ Nunukan</b> yang baru ini, <b>penyalahgunaan obat-obatan terlarang (narkoba).</b></p>
<blockquote>
<p dir="ltr">​&#8221;Selain faktor gangguan mental secara umum, narkoba <b>menjadi</b> faktor terbanyak penyebab ODGJ,&#8221; imbuh Miskia.</p>
</blockquote>
<h2 dir="ltr">​Keluarga Memegang Peran Vital</h2>
<p dir="ltr">​Miskia menjelaskan, pengobatan ODGJ harus berlangsung intens dan konsisten. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan sudah <b>memberikan</b> pelayanan kesehatan dan obat-obatan gratis—seperti tablet <b>Diazepam</b>—serta <b>melakukan</b> pemantauan rutin sebulan sekali. Namun, kelalaian dalam dosis harian tetap menjadi masalah serius yang harus <b>dicegah</b>.</p>
<blockquote>
<p dir="ltr">​&#8221;Puskesmas tidak kehabisan obat. Kami sudah <b>menyalurkan</b> semuanya. Pihak keluarga <b>memiliki</b> peran vital atas pemulihan mental keluarganya yang sakit. <b>Keluarga menjadi kunci kesembuhan ODGJ</b>,&#8221; tegasnya.</p>
</blockquote>
<h2 dir="ltr">Tantangan TKI Deportan dan Pemasungan</h2>
<p dir="ltr">​Selain menghadapi masalah narkoba, Nunukan yang berbatasan langsung dengan Malaysia <b>menanggung</b> tantangan unik. Miskia menyebut, Nunukan kerap <b>menerima</b> pemulangan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) bermasalah. Beberapa <b>deportan</b> yang terindikasi ODGJ juga <b>dikirimkan</b> ke Nunukan, dan Pemerintah Daerah <b>memikul</b> tanggung jawabnya.</p>
<p dir="ltr">​Distribusi kasus ODGJ di Nunukan pun tidak merata; justru wilayah pelosok perbatasan RI-Malaysia <b>memiliki</b> kasus terbanyak.</p>
<p dir="ltr">​Miskia bahkan menyinggung satu kasus pemasungan yang <b>terjadi atas permintaan ODGJ sendiri</b>.</p>
<blockquote>
<p dir="ltr">​&#8221;Ada satu kasus ODGJ yang <b>meminta</b> dipasung. Hal tersebut <b>terjadi</b> karena ODGJ itu sadar bisa membahayakan orang sekitar ketika kambuh. Meski berat hati, keluarga tetap <b>melakukan</b> pemasungan,&#8221; ungkapnya.</p>
</blockquote>
<h2 dir="ltr">Dinkes Nunukan Berjanji Segera Datangkan Obat</h2>
<p dir="ltr">​Saat ini, Dinkes Nunukan terus <b>melakukan</b> pemantauan rutin dan <b>memastikan</b> distribusi obat berjalan lancar. Meski mengakui sedang terjadi kekosongan untuk obat injeksi <b>Siksonoat</b> dan kapsul <b>Risperidon</b>, Dinkes <b>berjanji akan mengusahakan</b> ketersediaannya segera. (Dzulviqor)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarnunukan.com/odgj-nunukan-melonjak/">Angka ODGJ di Nunukan Melonjak Drastis 50% Lebih! Narkoba Jadi Biang Kerok Terbanyak</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarnunukan.com">Kabar Nunukan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://kabarnunukan.com/odgj-nunukan-melonjak/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Keajaiban Ingatan Lansia Terlantar Nunukan: Puluhan Tahun Hilang, Alimuddin Akhirnya Kembali ke Pinrang</title>
		<link>https://kabarnunukan.com/lansia-terlantar-nunukan-pulang-pinrang/</link>
					<comments>https://kabarnunukan.com/lansia-terlantar-nunukan-pulang-pinrang/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[KN]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 Oct 2025 02:04:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Kalimantan Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Lansia Terlantar]]></category>
		<category><![CDATA[Nunukan]]></category>
		<category><![CDATA[Pertemuan Mengharukan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarnunukan.com/?p=13127</guid>

					<description><![CDATA[<p>NUNUKAN. KN &#8211; Di Pinrang, Sulawesi Selatan, tangisan kebahagiaan pecah. Keluarga menyambut kepulangan Alimuddin (93). Lansia ini kembali ke tanah kelahiran setelah puluhan tahun menghilang. Sebelumnya, keluarga mengira Alimuddin telah tiada. Ia merantau ke Malaysia puluhan tahun silam, dan kabar serta jejaknya lenyap. Tim Pendamping Dinas Sosial Nunukan menyaksikan langsung momen dramatis ini. &#8220;Itulah, saling [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarnunukan.com/lansia-terlantar-nunukan-pulang-pinrang/">Keajaiban Ingatan Lansia Terlantar Nunukan: Puluhan Tahun Hilang, Alimuddin Akhirnya Kembali ke Pinrang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarnunukan.com">Kabar Nunukan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NUNUKAN. KN</strong> &#8211; Di Pinrang, Sulawesi Selatan, <b>tangisan kebahagiaan pecah</b>. Keluarga menyambut kepulangan <b>Alimuddin (93)</b>. Lansia ini kembali ke tanah kelahiran setelah puluhan tahun menghilang.</p>
<p>Sebelumnya, keluarga mengira Alimuddin telah tiada. Ia merantau ke Malaysia puluhan tahun silam, dan kabar serta jejaknya lenyap.</p>
<p><b>Tim Pendamping Dinas Sosial Nunukan menyaksikan langsung</b> momen dramatis ini.</p>
<p>&#8220;Itulah, saling peluk diiringi teriakan tangis kebahagiaan bercampur kerinduan cukup keras terdengar,&#8221; kata <b>Parmedy</b>, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial (Kabid Rehsos) DSP3A Nunukan, Minggu (19/10/2025).</p>
<h3>Titik Awal, DSP3A Nunukan Menemukan Lansia Terlantar</h3>
<p>Kisah reuni ini dimulai di Nunukan, Kalimantan Utara.</p>
<p><a href="https://kabarnunukan.com/dinas-sosial-segera-kirim-pelaku-pembakar-mobil-ke-rumah-sakit-jiwa/">Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak</a> (DSP3A) Nunukan menerima laporan tentang <b>seorang lansia terlantar</b>. Mereka menemukan Alimuddin dalam kondisi sakit-sakitan dan seorang diri.</p>
<p>Tim DSP3A segera bergerak. Mereka langsung <b>menangani kesehatan</b> Alimuddin.</p>
<p>&#8220;Kami bantu membawa beliau berobat. Kebetulan beliau terdaftar di BPJS Kesehatan. Karena itu, kami dapat <b>menangani intervensi klien PPKS</b> (Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial) <b>secara tuntas</b>,&#8221; jelas Parmedy.</p>
<h3><b>Peksos Dibuat Yakin oleh Sisa Ingatan</b></h3>
<p>Setelah kondisinya membaik, Pekerja Sosial (Peksos) yang mendampingi mendengar keinginan Alimuddin untuk <b>pulang kampung</b> ke Pinrang.</p>
<p>Keinginan ini sempat <b>membuat Peksos ragu</b> sebab dokter mendiagnosis Alimuddin <b>pikun</b>. Namun, lansia itu bersikeras.</p>
<p>&#8220;Bapak Alimuddin dengan tegas meminta Peksos memulangkan dirinya saja ke Pinrang. Ia mengatakan, <b>‘Pulangkan saja saya ke Pinrang. Saya masih ingat di mana tempat keluarga saya,’</b>&#8221; tutur Parmedy menirukan permintaan tersebut.</p>
<p>Melihat keyakinan yang luar biasa itu, Peksos memutuskan untuk tidak melakukan penelusuran keluarga. Mereka percaya pada <b>sisa ingatan</b> Alimuddin.</p>
<h3><b>Misi Kepulangan Tuntas Tepat Waktu</b></h3>
<p>Tim DSP3A Nunukan segera mengurus administrasi dan tiket kepulangan. Mereka kemudian <b>memberangkatkan</b> Alimuddin menggunakan Kapal <a href="https://www.pelni.co.id/">PT Pelni.</a></p>
<p>Ia berangkat pulang pada <b>Kamis (16/10/2025)</b> dan tiba di Pelabuhan Parepare dua hari kemudian, <b>Sabtu (18/10/2025)</b>.</p>
<p>Setibanya di Pinrang, Tim Pendamping Dinsos Nunukan <b>memulai pencarian keluarga.</b> Mereka mengikuti petunjuk yang Alimuddin berikan.</p>
<p>&#8220;Dan benar saja, <b>meski pikun</b>, Bapak Alimuddin tak pernah lupa di mana keluarganya. Kami <b>mempertemukan</b> beliau dengan keluarganya,&#8221; imbuh Parmedy.</p>
<p>Keajaiban ingatan seorang kakek 93 tahun ini <b>menuntaskan</b> tugas kemanusiaan Dinsos Nunukan.</p>
<h3><b>Salam Kemanusiaan dari Dinsos Nunukan</b></h3>
<p>Kisah Alimuddin ini <b>memberikan pelajaran berharga</b>.</p>
<p>Parmedy menyebut, realita kehidupan yang tersaji <b>menjadi sebuah motivasi</b> bagi Dinas Sosial Nunukan. Mereka berkomitmen akan terus berbuat dan <b>melaksanakan pelayanan</b> PPKS hingga akhir.</p>
<p>&#8220;Tetaplah berbuat baik meskipun sebagian orang menganggap kita bukan orang baik. <b>Salam kemanusiaan</b>,&#8221; tutup Parmedy. (Dzulviqor)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarnunukan.com/lansia-terlantar-nunukan-pulang-pinrang/">Keajaiban Ingatan Lansia Terlantar Nunukan: Puluhan Tahun Hilang, Alimuddin Akhirnya Kembali ke Pinrang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarnunukan.com">Kabar Nunukan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://kabarnunukan.com/lansia-terlantar-nunukan-pulang-pinrang/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PMI Nunukan Pulihkan Luka Trauma dan Ekonomi Korban Kebakaran Mansalong</title>
		<link>https://kabarnunukan.com/aksi-pmi-nunukan/</link>
					<comments>https://kabarnunukan.com/aksi-pmi-nunukan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[KN]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Sep 2025 12:44:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Kaltara]]></category>
		<category><![CDATA[Kebakaran Mansalong]]></category>
		<category><![CDATA[Misi Kemanusiaan]]></category>
		<category><![CDATA[Nunukan]]></category>
		<category><![CDATA[PMI Nunukan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarnunukan.com/?p=12850</guid>

					<description><![CDATA[<p>​NUNUKAN, KN &#8211; Minggu dini hari, 14 September 2025, menjadi hari kelabu bagi warga Mansalong, Nunukan, Kalimantan Utara. Api melahap 51 unit bangunan—termasuk 48 ruko dan 3 asrama pelajar—di jantung perekonomian desa. Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan mencatat kerugian fisik mencapai Rp19,278 miliar, belum termasuk kerugian non-materiil. Di tengah duka mendalam, Palang [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarnunukan.com/aksi-pmi-nunukan/">PMI Nunukan Pulihkan Luka Trauma dan Ekonomi Korban Kebakaran Mansalong</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarnunukan.com">Kabar Nunukan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>​NUNUKAN, KN</strong> &#8211; Minggu dini hari, <strong>14 September 2025</strong>, menjadi hari kelabu bagi warga Mansalong, Nunukan, Kalimantan Utara. Api melahap 51 unit bangunan—termasuk 48 ruko dan 3 asrama pelajar—di jantung perekonomian desa. Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan mencatat kerugian fisik mencapai Rp19,278 miliar, belum termasuk kerugian non-materiil. Di tengah duka mendalam, Palang Merah Indonesia (PMI) Nunukan hadir sebagai garda terdepan untuk memulihkan trauma dan membantu korban bangkit.</p>
<h3>​Pemulihan Psikologis Anak-Anak Terdampak</h3>
<p>​Kebakaran ini tak hanya merenggut tempat tinggal, tetapi juga meninggalkan luka batin, terutama bagi anak-anak usia sekolah. Sadar akan pentingnya pemulihan mental, PMI Nunukan menugaskan tiga relawan bersertifikasi di bidang <em>Psycho Social Support</em> (PSP) atau <em>trauma healing</em>.</p>
<p>​&#8221;Setiap ada kebencanaan, PMI Nunukan memang menugaskan teman-teman yang memiliki kemampuan PSP untuk membantu memulihkan kondisi mental dan psikologi korban,&#8221; jelas Sadam Husein, Ketua PMI Nunukan.</p>
<p>​Tim ini berfokus pada anak-anak dan pelajar yang terdampak. Mereka tidak hanya diajak melupakan sejenak musibah yang terjadi, tetapi juga dilibatkan dalam kegiatan edukatif dan kreatif. Contohnya, tim ini mengajak mereka mendengarkan cerita hikayat dan sejarah, serta menggambar dan mewarnai. Selain itu, anak-anak juga diajak bermain permainan tradisional dan edukatif. Sementara itu, untuk pelajar sekolah menengah, tim PMI mengadakan cerdas cermat dan game di alam terbuka.</p>
<p>​PMI juga membagikan buku-buku bacaan sederhana untuk menumbuhkan kembali semangat belajar dan beraktivitas positif.</p>
<h3>​Bantuan Ekonomi untuk Ratusan Korban</h3>
<p>​Luka trauma perlu disembuhkan, begitu pula dengan kondisi ekonomi. Oleh karena itu, selain pemulihan mental, PMI Nunukan juga aktif menggalang dana untuk membantu 107 kepala keluarga atau 314 jiwa korban kebakaran.</p>
<p>​Hingga <strong>23 September 2025</strong>, donasi yang berhasil terkumpul mencapai Rp48.954.000, dengan rincian:</p>
<p>1. Penggalangan dana di jalan: Rp24.092.000</p>
<p>2. Donasi melalui rekening: Rp575.000</p>
<p>​3. Penggalangan dana PMI Kecamatan: Rp4.124.000</p>
<p>​4. Penggalangan dana di sekolah: Rp11.506.000</p>
<p>​5. Sumbangan komunitas, organisasi, dan mitra: Rp8.657.000</p>
<p>​Tidak hanya uang tunai, PMI juga menyalurkan 153 kardus barang bantuan, mayoritas berupa pakaian layak pakai. PMI mendistribusikan seluruh bantuan ini langsung kepada para korban untuk meringankan beban mereka.</p>
<p>​PMI Nunukan juga masih membuka pintu donasi bagi masyarakat yang ingin membantu. Masyarakat dapat menyalurkan donasi ke <strong>nomor rekening Bankaltimtara 0091509342.</strong> Aksi kemanusiaan ini adalah bukti nyata bahwa PMI hadir di tengah misi kemanusiaan dan berharap dapat membawa dampak positif bagi para korban. (Dzulviqor)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarnunukan.com/aksi-pmi-nunukan/">PMI Nunukan Pulihkan Luka Trauma dan Ekonomi Korban Kebakaran Mansalong</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarnunukan.com">Kabar Nunukan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://kabarnunukan.com/aksi-pmi-nunukan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dari Lautan ke Hati, Bakti Kemanusiaan TNI AL di Nunukan</title>
		<link>https://kabarnunukan.com/hut-80-tni-al/</link>
					<comments>https://kabarnunukan.com/hut-80-tni-al/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[KN]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Sep 2025 00:05:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Bantuan]]></category>
		<category><![CDATA[HUT ke-80 TNI AL]]></category>
		<category><![CDATA[Kalimantan Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Lanal Nunukan]]></category>
		<category><![CDATA[Nunukan]]></category>
		<category><![CDATA[Warakawuri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarnunukan.com/?p=12681</guid>

					<description><![CDATA[<p>HUT ke-80 TNI AL</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarnunukan.com/hut-80-tni-al/">Dari Lautan ke Hati, Bakti Kemanusiaan TNI AL di Nunukan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarnunukan.com">Kabar Nunukan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NUNUKAN, KN</strong> – Prajurit TNI Angkatan Laut tidak hanya menjaga lautan Nusantara dengan armada perang dan peralatan canggih. Mereka juga melakukannya dengan jiwa kemanusiaan yang mengakar kuat.</p>
<p>Inilah yang menjadi inti perayaan HUT ke-80 TNI AL di Pangkalan TNI AL (LANAL) Nunukan, Kalimantan Utara, saat mereka merayakan momen bersejarah ini dengan cara yang lebih bermakna, yakni, menyentuh hati para Warakawuri dan anak yatim piatu.</p>
<p>​Acara yang digelar pada Senin, 8 September 2025 itu, membuktikan bakti TNI AL tidak terbatas pada batas perairan.</p>
<p>Komandan LANAL Nunukan, Letkol Laut (P) Primayantha Maulana Malik, menegaskan, mereka menjalankan aksi ini sebagai wujud kepedulian mendalam yang melampaui tugas kedinasan.</p>
<p>Ia menjelaskan, memberikan santunan bukan semata-mata sebagai materi, melainkan sebagai simbol penghargaan tulus atas jasa-jasa para pahlawan yang telah mendedikasikan hidup untuk kejayaan laut Indonesia.</p>
<p>&#8220;Warakawuri adalah bagian penting dalam perjalanan sejarah TNI AL. Mereka adalah keluarga pahlawan bangsa yang harus selalu kita hargai,&#8221; ujar Letkol Primayantha.</p>
<p>Ia menekankan pentingnya menjaga ikatan emosional dan semangat kebersamaan ini agar menjadi budaya di kalangan keluarga prajurit.</p>
<h3>​Menghargai Masa Lalu, Membangun Masa Depan</h3>
<p>​Letkol Primayantha menambahkan, kegiatan ini juga mereka tujukan untuk anak-anak yatim, yang ia sebut sebagai generasi penerus bangsa yang harus mendapat perhatian dan dukungan penuh.</p>
<p>Baginya, kepedulian sosial seperti ini harus menjadi contoh dan ajakan bagi seluruh elemen masyarakat untuk menumbuhkan rasa empati terhadap sesama.</p>
<p>​Lebih lanjut, ia mengingatkan agar masyarakat tidak hanya melihat nilai santunan ini dari harga barang, melainkan dari ketulusan niat di baliknya.</p>
<p>&#8220;Kami memberikan ini sebagai bentuk perhatian dinas, sebagai warga dan prajurit TNI Angkatan Laut, dengan harapan santunan ini dapat meringankan dan bermanfaat,&#8221; pesannya.</p>
<p>Sebagai penutup, Letkol Primayantha menegaskan HUT ke-80 TNI AL ini mengingatkan seluruh prajurit untuk terus berkomitmen mengabdi dengan tulus.</p>
<p>Pengabdian ini adalah pengabdian seumur hidup—dari menjaga kedaulatan di laut hingga menyentuh hati di daratan, memastikan semangat para pahlawan tetap hidup dan menginspirasi. (Dzulviqor)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarnunukan.com/hut-80-tni-al/">Dari Lautan ke Hati, Bakti Kemanusiaan TNI AL di Nunukan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarnunukan.com">Kabar Nunukan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://kabarnunukan.com/hut-80-tni-al/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cinta Lama Masjid Tua Nunukan dan Sentuhan Emas Pegadaian</title>
		<link>https://kabarnunukan.com/bantuan-pegadaian-masjid-tua-nunukan/</link>
					<comments>https://kabarnunukan.com/bantuan-pegadaian-masjid-tua-nunukan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[KN]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Sep 2025 08:13:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Bantuan Masjid]]></category>
		<category><![CDATA[Kalimantan Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Masjid]]></category>
		<category><![CDATA[Nunukan]]></category>
		<category><![CDATA[PT Pegadaian Nunukan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabarnunukan.com/?p=12628</guid>

					<description><![CDATA[<p>PT. Pegadaian Cabang Nunukan</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarnunukan.com/bantuan-pegadaian-masjid-tua-nunukan/">Cinta Lama Masjid Tua Nunukan dan Sentuhan Emas Pegadaian</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarnunukan.com">Kabar Nunukan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NUNUKAN, KN</strong> – Masjid Nurul Huda di Nunukan Selatan bukan sekadar tempat ibadah. Bagi warga RT 01 dan RT 02 Jalan Ujang Dewa, masjid ini adalah saksi bisu sejarah, napas, dan denyut nadi komunitas. Warga menganggap masjid ini sebagai yang tertua di Nunukan Selatan, dengan usianya yang kini lebih dari 40 tahun. Namun, waktu tak berpihak. Atap yang bocor, dinding yang lapuk, dan berbagai kerusakan lain mulai menggerogoti.</p>
<p>​Melihat kondisi ini, para takmir masjid, termasuk Ruslan, sang Ketua Takmir, terus berpikir keras mencari jalan keluar.</p>
<p>&#8220;Mungkin mereka membangunnya lebih dari 40 tahun lalu,&#8221; ujarnya mengenang, &#8220;sejak saya kecil masjid sudah berdiri sampai usia saya sekarang 35 tahun.&#8221; kata Ruslan.</p>
<p>​Masalahnya bukan hanya kerusakan fisik, tapi juga ketiadaan dana. Pemasukan masjid hanya mengandalkan infak Jumat. Setiap kali mereka butuh biaya besar, para takmir harus mencari bantuan dengan menyebar proposal ke warga. Namun, perbaikan yang mereka butuhkan kali ini jauh lebih besar dari yang sebelumnya.</p>
<p>​&#8221;Kami sedang pusing bagaimana memperbaiki atap, kumpul uang lagi, membeli bata, semen, dan lainnya untuk renovasi,&#8221; ujar Ruslan.</p>
<p>​Saat kebingungan mencapai puncaknya, setitik cahaya datang. Seorang teman Ruslan meminta proposal bantuan yang ia buat, tanpa memberitahu akan memberikannya kemana.</p>
<p>Tanpa diduga, beberapa waktu kemudian, sejumlah pegawai dari PT Pegadaian Cabang Nunukan datang membawa kabar baik—dan segudang bantuan.</p>
<p>​&#8221;Alhamdulillah, bantuan Pegadaian mengurangi beban kami banyak,&#8221; ujar Ruslan penuh syukur.</p>
<p>&#8220;Kami mengucapkan banyak terima kasih, semoga Allah menggantikan dengan rezeki yang lebih banyak lagi.&#8221;</p>
<h3>Mempertahankan Sejarah</h3>
<p>Bantuan dari program Bina Lingkungan/Bakti Sosial Pegadaian ini bukan main-main. Mereka memberikan 120 lembar seng, paku, dua ember cat, sandal wudu, karpet sajadah, keset kaki, megafon, hingga dua unit kipas angin turbo.</p>
<p>Semua ini seakan jawaban langsung atas doa-doa para jamaah yang khawatir melihat kondisi masjid mereka.</p>
<p>​Pimpinan Cabang Pegadaian Nunukan, Haslinda, menyatakan bantuan ini adalah wujud komitmen perusahaan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.</p>
<p>&#8220;Semoga bantuan ini bisa membantu dan bermanfaat bagi masyarakat, khususnya jamaah Masjid Nurul Huda,&#8221; harapnya.</p>
<p>​Meski renovasi besar-besaran sedang berjalan, Ruslan menegaskan, mereka tidak akan mengorbankan sejarah.</p>
<p>&#8220;Kami mempertahankan bangunan lama demi menjaga keasliannya,&#8221; jelas Ruslan.</p>
<p>Rencana renovasi hanya akan memperlebar masjid di sisi samping untuk menampung lebih banyak jamaah, terutama saat Hari Raya.</p>
<p>​Bantuan dari Pegadaian ini tak hanya memperbaiki atap yang bocor, tapi juga merekatkan kembali harapan di hati warga.</p>
<p>Sebuah cerita tentang cinta lama terhadap sebuah masjid tua, yang kini mendapatkan sentuhan emas dari tangan-tangan dermawan. Terima kasih Pegadaian. (Dzulviqor)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabarnunukan.com/bantuan-pegadaian-masjid-tua-nunukan/">Cinta Lama Masjid Tua Nunukan dan Sentuhan Emas Pegadaian</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabarnunukan.com">Kabar Nunukan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://kabarnunukan.com/bantuan-pegadaian-masjid-tua-nunukan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
