Penulis : Very Setya
NUNUKAN, KN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Pemprov Kaltara) terus menggenjot pemerataan akses energi hingga ke beranda terdepan Indonesia. Komitmen tersebut terwujud dalam kegiatan Sosialisasi Konservasi Energi dan Penyediaan Kelistrikan di wilayah perbatasan dan pedalaman.
Kegiatan ini berlangsung di Desa Sumantipal, Kecamatan Lumbis Pansiangan, Kabupaten Nunukan, pada Jumat 29 Mei 2026. Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kaltara, Yosua Batara Payangan, hadir mewakili Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., untuk membacakan sambutan resmi.
Gubernur Zainal menegaskan posisi strategis wilayah perbatasan sebagai beranda terdepan NKRI yang wajib menerima pelayanan pembangunan maksimal. Ia menempatkan ketersediaan listrik sebagai kebutuhan dasar yang memengaruhi pendidikan, kesehatan, pertumbuhan ekonomi, hingga kualitas hidup masyarakat.
“Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara memiliki komitmen kuat untuk terus mendorong pemerataan pembangunan, termasuk sektor energi dan kelistrikan hingga ke wilayah perbatasan dan pedalaman,” ujar Gubernur melalui sambutan yang Yosua Batara Payangan bacakan.
Pemerintah menerapkan roadmap ketenagalistrikan untuk lima tahun ke depan sebagai langkah strategis. Tahun ini, pemerintah membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Komunal di 13 titik lokasi yang tersebar di Kabupaten Malinau, Nunukan, dan Bulungan.
Khusus di Kabupaten Nunukan, pemerintah akan membangun PLTS Terpusat di wilayah Lumbis Pansiangan, tepatnya pada kelompok Desa Panas yang mencakup enam desa. Berdasarkan data tim teknis, PLTS ini nantinya mengalirkan listrik bagi 109 rumah dan 15 fasilitas umum yang melayani sekitar 658 penduduk atau 150 Kepala Keluarga.
Gubernur meminta dukungan penuh dari aparatur serta masyarakat setempat demi kelancaran program ini, terutama terkait ketersediaan lahan untuk lokasi PLTS. Selain PLTS Komunal, pemerintah juga merencanakan pemasangan PLTS di empat desa di wilayah Lumbis Ogong dan Lumbis Pansiangan, yakni Desa Linsayung, Desa Sanal, Desa Limpakon, dan Desa Nantukidan.
Sosialisasi ini juga membangun kesadaran masyarakat agar menggunakan energi secara hemat, efisien, dan bertanggung jawab. Melalui kegiatan sosialisasi ini, masyarakat diajak untuk memahami bagaimana listrik dapat dimanfaatkan sebagai sarana pengembangan usaha dan peningkatan nilai tambah produk lokal.
Dengan ketersediaan listrik yang memadai, berbagai kegiatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dapat berkembang lebih baik, baik dari sisi produksi, kualitas produk, maupun pemasaran.
Berbagai potensi ekonomi masyarakat dapat didorong melalui pemanfaatan listrik, seperti pembuatan kerajinan tas anyaman rotan dan kulit, membatik, membuat ukiran, pengolahan hasil pertanian dan perikanan, usaha kuliner, hingga berbagai usaha kreatif lainnya.
Dukungan energi listrik memungkinkan penggunaan peralatan yang lebih modern dan efisien sehingga dapat meningkatkan produktivitas serta memperluas peluang usaha masyarakat.
Langkah ini mendukung upaya bersama dalam menjaga keberlanjutan sumber daya dan pembangunan daerah.
Gubernur mengapresiasi perhatian anggota DPR RI Komisi VII, Hj. Rahmawati, S.H., terhadap pembangunan di Kaltara, serta kinerja jajaran Dinas ESDM Provinsi Kaltara yang terus menghadirkan pelayanan energi hingga ke wilayah prioritas pedalaman.
Pemprov Kaltara terus bersinergi dengan pemerintah pusat, pemerintah kabupaten/kota, PLN, serta seluruh pemangku kepentingan untuk mempercepat pemerataan akses energi bagi seluruh masyarakat Kaltara.
![]()





Leave a Reply
View Comments