Iduladha di RT 17 Nunukan Barat: Warga Kompak Berarisan, Pemprov Kaltara Turut Sumbang Sapi

Pesan Khatib: Kepatuhan dan Empati Sosial

Penulis : Iwan Pusaka

NUNUKAN, KN – Warga RT 17 Kelurahan Nunukan Barat, Nunukan, Kalimantan Utara, menunaikan salat Iduladha 1447 H dengan penuh khidmat, Rabu (27/5/2026) pagi. Jemaah memadati tanah lapang milik tokoh masyarakat setempat, Ajung Barung, untuk melaksanakan ibadah tahunan tersebut.

​Suasana pagi yang mendung berpadu harmonis dengan lantunan takbir, menciptakan momen kebersamaan yang begitu hangat di tengah lingkungan RT 17.

​Sapi Kurban dan Apresiasi Panitia

​Tahun ini, panitia mengelola tiga ekor sapi kurban. Ketua Panitia Pelaksana, Nurdin, menjelaskan sumber seluruh hewan kurban tersebut secara terperinci.

​”Panitia telah menerima 3 ekor sapi kurban, dua dari arisan kelompok, satu lainnya sumbangan dari Pemerintah Provinsi Kaltara,” kata Nurdin.

​Nurdin memuji kepedulian semua pihak yang menyukseskan agenda keagamaan ini. Ia juga mengapresiasi pemilik lahan yang memfasilitasi tempat ibadah jemaah.

​”Panitia mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam pelaksanaan kurban tahun ini. Panitia juga mengucapkan terima kasih kepada tokoh masyarakat Ajung Barung yang telah berkenan memberi izin tempat untuk pelaksanaan salat Iduladha hari ini,” ucap Nurdin.

​Pesan Ustadz Suriansyah: Kepatuhan dan Hubungan Sosial

​Dalam pelaksanaan salat ini, Ustadz Suriansyah bertindak sebagai imam sekaligus khatib. Ustadz Suriansyah mengupas makna mendasar Iduladha dalam khutbahnya.

​”Hari Raya Iduladha erat kaitannya dengan kepatuhan Nabi Ibrahim dan anaknya, Nabi Ismail, kepada Allah SWT,” tutur Ustadz Suriansyah.

​Ustadz Suriansyah menerangkan dampak ibadah ini terhadap tatanan sosial. Nilai kurban melampaui ritual individu.

​”Dia mengatakan bukan hanya antara hamba dan Tuhannya, tapi juga bagaimana dapat berdampak pada masyarakat sekitarnya,” urai Ustadz Suriansyah.

​Melalui momentum ini, ia mengajak jemaah mengasah kepekaan sosial. Berbagi menjadi bukti nyata dari sebuah ketakwaan.

​”Aspek sosial pada hari raya kurban untuk menumbuhkan semangat berbagi dan meningkatkan empati. Kurban sebagai sarana meningkatkan ketakwaan,” pungkas Ustadz Suriansyah.

​Penutup: Gotong Royong di Halaman Masjid

​Seusai jamaah mendengarkan khutbah secara saksama, panitia langsung bergerak menuju halaman Masjid As-Shiddiqi. Di lokasi ini, panitia melaksanakan pemotongan hewan kurban untuk warga.

Loading

error: