Site icon Kabar Nunukan

TNI AL Gagalkan Penyelundupan 14 Calon TKI Ilegal ke Malaysia

NUNUKAN, KN – Tim Quick Response TNI AL Nunukan, Kalimantar Utara bersama aparat perbatasan RI–Malaysia mematahkan upaya penyelundupan Calon Tenaga Kerja Indonesia (CTKI) ilegal di Perairan Tinabasan, Kamis (26/3). Petugas mencegat para korban tepat di depan Simpang Tiga perbatasan saat mereka hendak menyeberang secara non-prosedural.

​Danlanal Nunukan, Kolonel Laut (P) Primayantha Maulana Malik, memimpin langsung operasi ini. Personel menindaklanjuti laporan warga mengenai rencana pengiriman tenaga kerja ilegal dari Perairan Tinabasan menuju Kalabakan, Malaysia.

​‘’Para CTKI illegal yang diamankan ada 14 orang, dengan rentang usia 18 hingga 42 tahun,’’ ujar Primayantha melalui pesan tertulis.

​Drama Kejar-kejaran di Tengah Laut

​Proses penangkapan berlangsung tegang. Motoris speedboat biru bermesin 115 PK mendadak memacu kecepatan tinggi saat melihat kehadiran petugas patroli. Ia berusaha keras menjauh dari jangkauan aparat.

​Aksi kejar-kejaran pecah hingga akhirnya petugas memaksa kapal tersebut berhenti di sekitar Tinabasan. Kepada petugas, motoris berdalih tidak mengenal identitas asli para penumpangnya.

​‘’Motoris speedboat 115 PK mengaku tidak mengetahui bahwa penumpang yang diangkut merupakan CTKI non prosedural. Ia hanya menerima permintaan melalui telepon dari nomor yang tidak dikenal untuk mengantar penumpang menuju Sei Ular, tanpa mengetahui tujuan akhir para penumpang tersebut,’’ kata Primayantha.

​Jerat Iming-iming Kerja di Kebun Sawit

​Para CTKI ini berasal dari Nusa Tenggara Timur. Mereka berangkat karena tergiur janji pekerjaan instan di perkebunan kelapa sawit Malaysia.

​Para korban merogoh kocek cukup dalam untuk perjalanan ini. Calo mewajibkan mereka membayar tiket kapal Pelni sebesar Rp 800.000 dan menyiapkan 700 Ringgit Malaysia (sekitar Rp 3 juta) untuk upeti di Kalabakan.

​‘’Dengan membayar sejumlah biaya tersebut, para CTKI ini sudah dijanjikan kerja sesuai dengan jenis kelamin. Bagi yang perempuan, dipekerjakan sebagai tukang pupuk tanaman kelapa sawit. Sedangkan bagi yang laki laki, bertugas memanen buah kelapa sawit,’’ urainya.

​Selama perjalanan, para korban mengaku buta arah. Mereka menyerahkan sepenuhnya urusan rute dan keamanan kepada pihak pengurus atau calo.

​Penangkapan Calo Wanita

​Selain menyelamatkan 14 warga, TNI AL juga menciduk seorang wanita berinisial NN. Sosok ini bertindak sebagai perekrut lapangan atas instruksi suaminya yang mengendalikan operasi dari Malaysia.

​‘’Selain para CTKI illegal, kita juga mengamankan seorang calo wanita bernama NN. Ialah orang yang merekrut atas suruhan pihak pengendali di Malaysia sana, yang kebetulan adalah suaminya,’’ imbuh Primayantha.

​Saat ini, BP3MI Nunukan memproses pendataan para CTKI untuk tindak lanjut prosedur. Sementara itu, petugas menyita satu unit speedboat 115 PK di Dermaga Mako Lanal Nunukan sebagai barang bukti. (Dzulviqor)

Exit mobile version