NUNUKAN, KN – Lonjakan pemudik Lebaran Idul Fitri 1447 H di Nunukan, Kalimantan Utara, melampaui kapasitas. Loket Pelabuhan Speed Boat Liem Hie Djung bahkan sudah menutup penjualan tiket untuk beberapa hari ke depan.
Kepala Seksi Operasi Pelabuhan Speed Boat Liem Hie Djung, Alex, mencatat kenaikan drastis penumpang rute Nunukan–Tarakan dalam tiga hari terakhir. Data pelabuhan menunjukkan tren yang terus menanjak.
”Tanggal 22 Maret kemarin tercatat penumpang sebanyak 386 orang, lalu 23 Maret sekitar 449 orang dan 24 Maret sebanyak 462 orang,” ujar Alex, Rabu (25/3/2026).
Harga Tiket Tetap Normal
Saat ini, calon penumpang tidak lagi bisa membeli tiket untuk keberangkatan dua hari mendatang. Alex meminta para pemudik bersabar menunggu ketersediaan kursi. Meski permintaan tinggi, ia menjamin harga tiket tetap pada angka normal.
”Harga tiket speed boat untuk Nunukan – Tarakan masih seharga Rp 280.000. Kami sudah menetapkan harga itu dan tidak akan menaikkan harga di tengah penumpukan penumpang saat ini,” tegas Alex.
Sebanyak delapan armada speed boat melayani rute bolak-balik Nunukan–Tarakan dengan waktu tempuh sekitar 2,5 jam. Sejauh ini, seluruh armada beroperasi lancar tanpa kendala teknis.
”Alhamdulillah perjalanan lancar, tidak ada laporan kendala di perjalanan dan semoga seterusnya begini, jangan sampai ada hal yang tak dimau,” tambahnya.
Petugas Jadi Sasaran Kemarahan
Kondisi tiket yang ludes memicu ketegangan di lapangan. Petugas Dinas Perhubungan sering menerima protes keras dari masyarakat. Banyak calon penumpang menelepon petugas untuk meminta jatah tiket atau sekadar meluapkan emosi.
Kemarahan ini mayoritas datang dari penumpang yang mengejar jadwal penerbangan di Bandara Tarakan. Mereka terancam gagal terbang karena kehabisan transportasi laut menuju bandara.
”Kami menjadi pelampiasan kemarahan penumpang yang mengejar jadwal penerbangan di Bandara Tarakan. Pada dasarnya itu bukan salah kami, tapi kami berusaha legowo dan nerimo dimarah-marah,” kata Alex.
Sebagai solusi, Alex menyarankan pemudik mengatur ulang strategi perjalanan. Ia meminta masyarakat mengamankan tiket laut terlebih dahulu sebelum memesan tiket pesawat.
”Jadi imbauan kami, alangkah baiknya mengurus atau memesan tiket perjalanan laut dulu sebelum memesan tiket pesawat terbang. Kalau tidak, pastikan waktu perjalanan laut tak membuat tiket pesawat kita hangus,” tutupnya. (Dzulviqor)

